Create an Account
x

Log in

Username:

Password:
 

or Register

  Lupa Password/Reset Password?






orang mengakses topik ini: 1 Tamu
Bagikan ke: Facebook Twitter
Komentari 
Menggulung Ulang Trafo Toroid
Gea
Solfers

Postingan: 579
Terdaftar: Sep 2010
Sebelum lebaran beli trafo toroid 15A di glodok cuma saking percayanya ga dites dulu, karena kesibukan baru abis lebaran di otak-atik, woalaah..setelah nyambung ke 220V, ga ada tanda-tanda pergerakan jarum voltmeter di sekunder. Usut punya usut ternyata gulungan primer putus, mau dikembalikan ke glodok ga enak karena kesalahan sendiri waktu beli ga di tes dulu.

Akhirnya diputuskan untuk bongkar gulungan sekunder;

[Gambar: img0552id.jpg]
Penampakan setelah gulungan sekunder dibongkar

[Gambar: img0551gj.jpg]
Bagian yang putus

[Gambar: img0554v.jpg]
Gulungan setengah jadi

[Gambar: img0571y.jpg]
Hasil akhir

Total menghabiskan waktu sekitar 6 jam mulai dari bongkar dan menggulung lagi
Diameter kawat primer 0.36 mm sekunder 0.9 mm
turns ratio 2.8

Ternyata menggulung ulang trafo toroid tidaklah begitu sulit.

Pertanyaan yang muncul selama dan setelah pengerjaan:
1. Efek kerapihan gulungan
2. Bagaimana jika gulungan sekunder dimulai dari CT dan langsung menggulung dengan 2 kawat dan gulungannya searah, perbedaan hasil dengan gulungan normal bagaimana?
3, Kira-kira untuk power transformer toroid untuk audio core nya jenis apa dan berapa Inductance Index (AL) nya?
4. Dimana yang jual toroid core dan kira-kira berapa harganya?
5. Kira-kira sekarang kawat enamel berapa perkilonya?

Jika ada rekan-rekan solfer yang mau sharing..saya mengucapkan terimakasih




Baca Juga Topik Yang Mirip di bawah ini:
trafo aneh, bener-bener nggak ada tulisannya.
PERBEDAAN TRAFO MURNI DENGAN YANG TIDAK MURNI
(Trafo) Bagaimana Menentukan Diameter Kawat?
Cara menggabungkan 2 trafo non ct menjadi 1
Kualitas trafo Dari segi merek
Tap primer trafo
Bedah Trafo
Membuat Trafo Bekas Ferit Playback TV
belajar menggulung trafo
Seri 2 trafo berbeda amper untuk 2 PA

GUNAKAN BAHASA INDONESIA | UPDATE PROFIL ANDA | UPGRADE LEVEL MEMBER ANDA
Premieum exp: unlimited
Donatur exp: unregistered

postingan pada: 08-10-2010
Quote this message in a reply
Gea
Solfers

Postingan: 579
Terdaftar: Sep 2010
Sebelum lebaran beli trafo toroid 15A di glodok cuma saking percayanya ga dites dulu, karena kesibukan baru abis lebaran di otak-atik, woalaah..setelah nyambung ke 220V, ga ada tanda-tanda pergerakan jarum voltmeter di sekunder. Usut punya usut ternyata gulungan primer putus, mau dikembalikan ke glodok ga enak karena kesalahan sendiri waktu beli ga di tes dulu.

Akhirnya diputuskan untuk bongkar gulungan sekunder;

[Gambar: img0552id.jpg]
Penampakan setelah gulungan sekunder dibongkar

[Gambar: img0551gj.jpg]
Bagian yang putus

[Gambar: img0554v.jpg]
Gulungan setengah jadi

[Gambar: img0571y.jpg]
Hasil akhir

Total menghabiskan waktu sekitar 6 jam mulai dari bongkar dan menggulung lagi
Diameter kawat primer 0.36 mm sekunder 0.9 mm
turns ratio 2.8

Ternyata menggulung ulang trafo toroid tidaklah begitu sulit.

Pertanyaan yang muncul selama dan setelah pengerjaan:
1. Efek kerapihan gulungan
2. Bagaimana jika gulungan sekunder dimulai dari CT dan langsung menggulung dengan 2 kawat dan gulungannya searah, perbedaan hasil dengan gulungan normal bagaimana?
3, Kira-kira untuk power transformer toroid untuk audio core nya jenis apa dan berapa Inductance Index (AL) nya?
4. Dimana yang jual toroid core dan kira-kira berapa harganya?
5. Kira-kira sekarang kawat enamel berapa perkilonya?

Jika ada rekan-rekan solfer yang mau sharing..saya mengucapkan terimakasih

Premieum exp: unlimited
Donatur exp: unregistered

postingan pada: 08-10-2010
Quote this message in a reply
icm
Momod

Postingan: 7.195
Terdaftar: Sep 2010
Premieum exp: Unlimited
Donatur exp: Unlimited

postingan pada: 08-10-2010
Quote this message in a reply
icm
Momod

Postingan: 7.195
Terdaftar: Sep 2010
Premieum exp: Unlimited
Donatur exp: Unlimited

postingan pada: 08-10-2010
Quote this message in a reply
Gea
Solfers

Postingan: 579
Terdaftar: Sep 2010
Sudah di coba untuk Blazer stereo X8 pakai voltase keluaran trafo 48V lebih mantap buat low daripada pakai trafo roti merk "Bando", mungkin karena voltase yang dipakai beda, trafo bando pakai keluaran 32 volt
Premieum exp: unlimited
Donatur exp: unregistered

postingan pada: 08-10-2010
Quote this message in a reply
Gea
Solfers

Postingan: 579
Terdaftar: Sep 2010
Sudah di coba untuk Blazer stereo X8 pakai voltase keluaran trafo 48V lebih mantap buat low daripada pakai trafo roti merk "Bando", mungkin karena voltase yang dipakai beda, trafo bando pakai keluaran 32 volt
Premieum exp: unlimited
Donatur exp: unregistered

postingan pada: 08-10-2010
Quote this message in a reply
icm
Momod

Postingan: 7.195
Terdaftar: Sep 2010
tegangannya jauh mas :D bisa dimaklumi.
Kutipan:
Diameter kawat primer 0.36 mm sekunder 0.9 mm
turns ratio 2.8


bagaimana menentukan turns ratio ?
Premieum exp: Unlimited
Donatur exp: Unlimited

postingan pada: 08-10-2010
Quote this message in a reply
icm
Momod

Postingan: 7.195
Terdaftar: Sep 2010
tegangannya jauh mas :D bisa dimaklumi.
Kutipan:
Diameter kawat primer 0.36 mm sekunder 0.9 mm
turns ratio 2.8


bagaimana menentukan turns ratio ?
Premieum exp: Unlimited
Donatur exp: Unlimited

postingan pada: 08-10-2010
Quote this message in a reply
Gea
Solfers

Postingan: 579
Terdaftar: Sep 2010
Saat sambil membongkar gulungan sekunder  saya hitung jumlah gulungannya Mas Indra, berikut seperti dibawah:

55 volt = 156 gulungan
48 volt = 135 gulungan
18 volt = 52 gulungan

Jadi kalo dirata-ratakan untuk setiap 1 volt butuh 2.8 gulungan
Premieum exp: unlimited
Donatur exp: unregistered

postingan pada: 08-10-2010
Quote this message in a reply
Gea
Solfers

Postingan: 579
Terdaftar: Sep 2010
Saat sambil membongkar gulungan sekunder  saya hitung jumlah gulungannya Mas Indra, berikut seperti dibawah:

55 volt = 156 gulungan
48 volt = 135 gulungan
18 volt = 52 gulungan

Jadi kalo dirata-ratakan untuk setiap 1 volt butuh 2.8 gulungan
Premieum exp: unlimited
Donatur exp: unregistered

postingan pada: 08-10-2010
Quote this message in a reply
Sableng@
Solfers

Postingan: 1.232
Terdaftar: Aug 2010
15a kok cuma 0.9mm to mas gea...? Trfö rotíku kok lbh dari 2mm. Itunganya bèda x yah?
Premieum exp: unlimited
Donatur exp: unregistered

postingan pada: 08-10-2010
Quote this message in a reply
Sableng@
Solfers

Postingan: 1.232
Terdaftar: Aug 2010
15a kok cuma 0.9mm to mas gea...? Trfö rotíku kok lbh dari 2mm. Itunganya bèda x yah?
Premieum exp: unlimited
Donatur exp: unregistered

postingan pada: 08-10-2010
Quote this message in a reply
icm
Momod

Postingan: 7.195
Terdaftar: Sep 2010
Premieum exp: Unlimited
Donatur exp: Unlimited

postingan pada: 08-10-2010
Quote this message in a reply
icm
Momod

Postingan: 7.195
Terdaftar: Sep 2010
Premieum exp: Unlimited
Donatur exp: Unlimited

postingan pada: 08-10-2010
Quote this message in a reply
Gea
Solfers

Postingan: 579
Terdaftar: Sep 2010
Sableng@ link=topic=1630.msg10484#msg10484 date=1286538788 Menuliskan:15a kok cuma 0.9mm to mas gea...? Trfö rotíku kok lbh dari 2mm. Itunganya bèda x yah?


Dari data AWG memang segitu Mas Sableng;

AWG No. 19 Diameter 0.91186 Ohms per km 26.40728 Maximum amps for chassis wiring 14 Maximum amps for power transmission 1.8

Yang kurang itu diameter kawat primer, kemungkinan AWG No. 27 yang dipakai denagn maksimal arus 1.7A, berarti maksimal daya yang bisa ditransfer oleh gulungan primer cuma 1.7x220volt = 374 watt, belum lagi efisiensi dan loss, berarti di sekunder akan kurang dari itu walaupun diameter kawat mencukupi untuk arus sampai 14A

icm link=topic=1630.msg10485#msg10485 date=1286539077 Menuliskan:2.8 gulungan berapa panjangnya ?  ;-)


Kalo panjang saya ga terlalu perhatiin Mas Indra, tapi kalo hitung-hitungannya toroid tinggi 5cm tebal 4  cm jadi untuk inner panjang kawat 1 gulungan sekitar 18cm, gulungan bagian luar pasti lebih panjang.

Kalo rata-rata ambil 20cm saja berarti untuk 48 volt CT butuh: 0.2 x 2 x 135 = 54 meter (CMIIW)
Premieum exp: unlimited
Donatur exp: unregistered

postingan pada: 08-10-2010
Quote this message in a reply
Gea
Solfers

Postingan: 579
Terdaftar: Sep 2010
Sableng@ link=topic=1630.msg10484#msg10484 date=1286538788 Menuliskan:15a kok cuma 0.9mm to mas gea...? Trfö rotíku kok lbh dari 2mm. Itunganya bèda x yah?


Dari data AWG memang segitu Mas Sableng;

AWG No. 19 Diameter 0.91186 Ohms per km 26.40728 Maximum amps for chassis wiring 14 Maximum amps for power transmission 1.8

Yang kurang itu diameter kawat primer, kemungkinan AWG No. 27 yang dipakai denagn maksimal arus 1.7A, berarti maksimal daya yang bisa ditransfer oleh gulungan primer cuma 1.7x220volt = 374 watt, belum lagi efisiensi dan loss, berarti di sekunder akan kurang dari itu walaupun diameter kawat mencukupi untuk arus sampai 14A

icm link=topic=1630.msg10485#msg10485 date=1286539077 Menuliskan:2.8 gulungan berapa panjangnya ?  ;-)


Kalo panjang saya ga terlalu perhatiin Mas Indra, tapi kalo hitung-hitungannya toroid tinggi 5cm tebal 4  cm jadi untuk inner panjang kawat 1 gulungan sekitar 18cm, gulungan bagian luar pasti lebih panjang.

Kalo rata-rata ambil 20cm saja berarti untuk 48 volt CT butuh: 0.2 x 2 x 135 = 54 meter (CMIIW)
Premieum exp: unlimited
Donatur exp: unregistered

postingan pada: 08-10-2010
Quote this message in a reply
Gea
Solfers

Postingan: 579
Terdaftar: Sep 2010
Tambahan : untuk trafo roti dan toroid (sepengetahuan saya) memang berbeda turn ratio karena bahan yang digunakan juga beda, berarti permiabilitas dan induktansi core akan berbeda hasilnya akan mempengaruhi jumlah lilitan per volt nya.

Seperti halnya juga frekuensi yang digunakan, semakin tinggi frekuensi semakin sedikit lilitan yang dibutuhkan per voltnya, tapi beda bahan beda pula frekuensi optimumnya.
Premieum exp: unlimited
Donatur exp: unregistered

postingan pada: 08-10-2010
Quote this message in a reply
Gea
Solfers

Postingan: 579
Terdaftar: Sep 2010
Tambahan : untuk trafo roti dan toroid (sepengetahuan saya) memang berbeda turn ratio karena bahan yang digunakan juga beda, berarti permiabilitas dan induktansi core akan berbeda hasilnya akan mempengaruhi jumlah lilitan per volt nya.

Seperti halnya juga frekuensi yang digunakan, semakin tinggi frekuensi semakin sedikit lilitan yang dibutuhkan per voltnya, tapi beda bahan beda pula frekuensi optimumnya.
Premieum exp: unlimited
Donatur exp: unregistered

postingan pada: 08-10-2010
Quote this message in a reply
icm
Momod

Postingan: 7.195
Terdaftar: Sep 2010
Premieum exp: Unlimited
Donatur exp: Unlimited

postingan pada: 08-10-2010
Quote this message in a reply
icm
Momod

Postingan: 7.195
Terdaftar: Sep 2010
Premieum exp: Unlimited
Donatur exp: Unlimited

postingan pada: 08-10-2010
Quote this message in a reply
Komentari 





Antoni Pasaribu | Solfegio Forum Lama

DMCA.com Protection Status
Statistik
Yang mengakses SF saat ini sebanyak 88 orang.
» 1 Anggota SF | 87 Tamu
kholies


» Jumlah Anggota: 43.156
» Jumlah Topik: 13.406
» Jumlah Postingan: 238.680
» Anggota Baru: RealtyWoowN
Statistik Lengkap

News

Latest Threads
apa pengaruh R pada TR fi...
Last Post: masbramajalah
psu switching 48v 10a
Last Post: himura
Psu Switching high power ...
Last Post: himura
Travo 32V Ct 20A Cocok Bu...
Last Post: himura
Cros over ashley 3way str...
Last Post: Abyjkrta
Salam Hormat & Salam satu...
Last Post: Abyjkrta
Midi Dangdut Lengkap Beng...
Last Post: himura
ingin belajar
Last Post: himura
Grafik equalizer 10 band(...
Last Post: himura
setting crossover dbx den...
Last Post: himura
GTX HIPO 2000W
Last Post: himura
Parametrik Tone Control G...
Last Post: masbramajalah
Menaikkan Gain Input Powe...
Last Post: kurama
Perkenalan
Last Post: kurama
solfegio sepi
Last Post: himura
Persamaan Kata
Last Post: himura
buah apa ya???
Last Post: himura
Minus one Religi
Last Post: himura
2 Way variable active cro...
Last Post: himura
Madura
Last Post: himura