Create an Account
x

Log in

Username:

Password:
 

or Register

  Lupa Password/Reset Password?






orang mengakses topik ini: 1 Tamu
Bagikan ke: Facebook Twitter
Komentari 
Beberapa Dasar Pengukuran Audio Amplifier
Yudistira
Solfers

Postingan: 1.042
Terdaftar: Oct 2011
ikut menimba ilmunya.. lanjut...
Premieum exp: unlimited
Donatur exp: unregistered

postingan pada: 22-12-2013
Quote this message in a reply
jackariadi
Solfers

Postingan: 4.032
Terdaftar: Sep 2010
melok sinau yoo...113
Premieum exp: Unlimited
Donatur exp: Unlimited

postingan pada: 23-12-2013
Quote this message in a reply
bimo_tok
Solfree

Postingan: 921
Terdaftar: Mar 2013
(22-12-2013 07:55 PM)cafemanado Menuliskan:  Mas Bimo alangkah baiknya semua rangkuman di Post #1 saja biar bacanya gak perlu gulung2 kebawah...

Informasinya sangat bermanfaat buat pemula seperti saya mas, terima kasih yah 3

Itu sudah saya edit di Post #1.
Kita sama-sama belajar.

Mulai pengukuran nomor 8, saya sendiri belum pernah mempraktekannya. Untuk selanjutnya metode pengukuran yang lain saya ambil dari buku-buku teks. Mohon dikoreksi jika salah.

9. DIM (Dynamic Intermodulation Distortion)
Cara pengukuran DIM masukan diberi sinyal kotak 3.18 kHz dan sinyal sinus 15 kHz dengan perbandingan level 4:1. Tapi sebelum sinyal campuran ini diberikan di input amplifier, di filter terlebih dahulu dengan low pass filter orde satu 30 kHz (DIM-30) atau low pass filter orde satu 100 kHz (DIM-100). Output amplifier dihubungkan ke spectrum analyzer. Level sinyal selain 3.18 kHz dalam rms dijumlah dan dibandingkan dengan sinyal 15 kHz.
Premieum exp:
Donatur exp:

postingan pada: 23-12-2013
(Postingan ini telah diubah pada : 23-12-2013 05:54 PM oleh bimo_tok.)
Quote this message in a reply
yansen
Solfers

Postingan: 1.719
Terdaftar: Jul 2011
(12-12-2013 10:39 PM)simo Menuliskan:  2424
Kalo belom kesetrum berarti masih Nol kang . . . . .
Kalo rambut udah berdiri , berarti tinggal ngitung aja rambut berdirinya .
. . . . . . . . k a b u r r r r . . . . . . . . . .

pengalaman pribadi,,, apalagi yang kesetrum lidahnya mbah 2424
Premieum exp: unlimited
Donatur exp: unregistered

postingan pada: 24-12-2013
Quote this message in a reply
kloengsoer
Solfers

Postingan: 1.384
Terdaftar: Aug 2010
ada apa dengan 1khz kenapa jadi patokan ?
Premieum exp: unlimited
Donatur exp: unregistered

postingan pada: 25-12-2013
Quote this message in a reply
bimo_tok
Solfree

Postingan: 921
Terdaftar: Mar 2013
(25-12-2013 07:00 PM)kloengsoer Menuliskan:  ada apa dengan 1khz kenapa jadi patokan ?

Pertanyaan yang bagus. Saya sendiri tidak tahu sejarahnya gimana. Menurut dugaan saya, 1 kHz itu frekuensi midrange yang ada di sekitar tengah-tengah. Apalagi angkanya 1 jadi mudah diingat... ini hanya dugaan loh 4

Silakan yang bisa jawab secara ilmiah....
Premieum exp:
Donatur exp:

postingan pada: 27-12-2013
Quote this message in a reply
Yudistira
Solfers

Postingan: 1.042
Terdaftar: Oct 2011
apa karena 1 itu artinya Allah? hehehe ga nyambung 4
Premieum exp: unlimited
Donatur exp: unregistered

postingan pada: 29-12-2013
Quote this message in a reply
prbjmember
Solfree

Postingan: 4
Terdaftar: Dec 2013
sya punya power amplifier ocl 600 , udah selesai dirakit, pas dites ada suara walaupun volume pada titik nol,, apa penyebab.a ya kang? ada yang mo ngasih masukan? maklum mash awam? he
Premieum exp:
Donatur exp:

postingan pada: 30-12-2013
Quote this message in a reply
bimo_tok
Solfree

Postingan: 921
Terdaftar: Mar 2013
(30-12-2013 11:55 AM)prbjmember Menuliskan:  sya punya power amplifier ocl 600 , udah selesai dirakit, pas dites ada suara walaupun volume pada titik nol,, apa penyebab.a ya kang? ada yang mo ngasih masukan? maklum mash awam? he

Ada beberapa kemungkinan.
1. potensionya memang ngga bisa di nol-in. Cara ngetestnya, kaki tengah potentio di dihubungkan ke ground pada posisi volume nol. Jika masih ada suara berarti bukan potensionya.
2. Terjadi ground loop atau tercampurnya ground yang "bersih" dan "kotor".
Ground yang "bersih" artinya ground yang mengalirkan arus kecil, sebaliknya ground yang "kotor".
Ground "bersih" misalnya ground sinyal input dan ground sinyal umpan balik. Ground "bersih" ini dihubungkan ke ground "kotor" melalui resistor antara 1 sampai 10 Ohm. Ini yang dinamakan teknik ground star on star.
Premieum exp:
Donatur exp:

postingan pada: 30-12-2013
(Postingan ini telah diubah pada : 30-12-2013 01:18 PM oleh bimo_tok.)
Quote this message in a reply
haryanto
Solfree

Postingan: 327
Terdaftar: Mar 2011
(25-12-2013 07:00 PM)kloengsoer Menuliskan:  ada apa dengan 1khz kenapa jadi patokan ?

Mungkin angka paling mudah untuk hitung-hitungan. Kalau tidak punya AFG bisa mengambil output gelombang kotak pada CRO yang biasa untuk kalibrasi.
Bedanya apa ya input 1 khz sinus murni dengan input 1 khz kotak, selainn bentuk gelombangnya?
Premieum exp: 20 September 2014
Donatur exp: unregistered

postingan pada: 01-01-2014
Quote this message in a reply
bimo_tok
Solfree

Postingan: 921
Terdaftar: Mar 2013
(01-01-2014 08:15 AM)haryanto Menuliskan:  Mungkin angka paling mudah untuk hitung-hitungan. Kalau tidak punya AFG bisa mengambil output gelombang kotak pada CRO yang biasa untuk kalibrasi.
Bedanya apa ya input 1 khz sinus murni dengan input 1 khz kotak, selainn bentuk gelombangnya?

1 khz kotak kalau dilihat dengan spectrum analyzer terdiri dari banyak frekuensi sinus, yaitu 1kHz, 2kHz, 3kHz, dan seterusnya. Cuma amplitudo beda-beda. Makin tinggi frekuensinya makin kecil amplitudonya. Pada dasarnya semua bentuk gelombang terdiri dari gelombang2 sinus. Jadi gelombang murni bentuknya sinus. Untuk menguraikan bentuk gelombang ke gelombang2 sinus memakai transformasi Fourier yaitu transformasi time domain ke frekuensi domain.

Untuk mengkukur THD pada osiloskop (CRO?), caranya sinyalnya difilter pada gelombang dasarnya dengan notch filter. Notch filter tersebut harus memiliki Q yang tinggi dan peredaman yang tinggi. Sinyal setelah difilter adalah sinyal harmoniknya.
Premieum exp:
Donatur exp:

postingan pada: 01-01-2014
Quote this message in a reply
haryanto
Solfree

Postingan: 327
Terdaftar: Mar 2011
@bimo_tok : trims penjelasannya, karena saya sudah lupa "Fourier analysis".
Premieum exp: 20 September 2014
Donatur exp: unregistered

postingan pada: 02-01-2014
(Postingan ini telah diubah pada : 02-01-2014 10:03 AM oleh haryanto.)
Quote this message in a reply
shinzui
Solfree

Postingan: 25
Terdaftar: Nov 2016
nyimak dulu
Premieum exp:
Donatur exp:

postingan pada: 15-09-2022
Quote this message in a reply
Komentari 






Solfegio Forum Lama

DMCA.com Protection Status
Statistik
Yang mengakses SF saat ini sebanyak 118 orang.
» 0 Anggota SF | 118 Tamu


» Jumlah Anggota: 84.493
» Jumlah Topik: 13.603
» Jumlah Postingan: 240.103
» Anggota Baru: Michalhet
Statistik Lengkap

News

Latest Threads
Mafaatkan SUB out / Aux o...
Last Post: KIWARAS
Koleksi Sty KN 1400
Last Post: KIWARAS
Keseharian Solfers
Last Post: KIWARAS
Schematic Equalizer Alto ...
Last Post: abyankomara
Skema Parametric Equalize...
Last Post: abyankomara
Salam Kenal
Last Post: bhardiw
Dangdut Remix
Last Post: gajeboy
Dangdut Koplo ala sera Ca...
Last Post: gajeboy
Kekurangan Ctk 6000 Dari ...
Last Post: Herdjati P
Salam kenal
Last Post: aans_unixs
Salam kenal
Last Post: aans_unixs
Salam Kenal
Last Post: aans_unixs
Kesamaan Sound Engine di ...
Last Post: Herdjati P
salam kenal
Last Post: narto_gunkid
Salam kenal
Last Post: narto_gunkid
Salam kenal dari purworej...
Last Post: narto_gunkid
Perkenalan dari Kota Purw...
Last Post: narto_gunkid
SALAM KENAL
Last Post: narto_gunkid
memperkenalkan diri, seba...
Last Post: narto_gunkid
Salam kenal member baru p...
Last Post: narto_gunkid