Create an Account
x

Log in

Username:

Password:
 

or Register

  Lupa Password/Reset Password?






orang mengakses topik ini: 2 Tamu
Bagikan ke: Facebook Twitter
Komentari 
Cara Merancang Amplifier
bimo_tok
Solfree

Postingan: 922
Terdaftar: Mar 2013
(20-03-2014 08:12 PM)peppie Menuliskan:  kang bimo nyoba filenya buat belajar spice.

Silakan.

Hati-hati dengan model2 transistor bikinan pabriknya. Umumnya pabrik2 semiconductor tersebut minta perusahaan lain untuk membuat model2nya dan tidak terlalu akurat. Model2 transistor buatan Bob Cordell cukup akurat karena disesuaikan dengan datasheet-nya. Pada buku Bob Cordell juga dijelaskan cara bikin model2 tersebut, namun belum saya pelajari secara men-detail.
Untuk Early Voltage umumnya dipakai nilai 100, padahal tiap2 transistor BJT memiliki Early Voltage yang berbeda2 tapi tidak tercantum pada datasheet-nya. Early Voltage bisa dicari dengan curve tracer.

Saya prihatin dengan blog2 lokal yang membahas modifikasi amplifier tanpa dasar alasan teknis. Umumnya mereka memodifikasi dengan cara coba2 berdasarkan telinga saja. Kalau speaker yang dipakai sangat bagus dengan harga puluhan juta sampai ratusan juta masih bisa ditoleransi, bagaimana kalau TOA yang dipakai?

Bahkan disain lokal KIT amplifier sering ngawur/asal2an dalam mencantumkan besar dayanya.

Untunglah yang diotak-atik hanya amplifier. Bagaimana kalau ingin mengoperasi manusia hanya berdasarkan coba2? (Sambil mikirin awal2 perkembangan ilmu kedokteran, berapa orang yang sudah jadi korban ya?).

Kalau sudah hobi dalam bidang elektronik, hukumnya "sunnah" dalam mempelajari teori elektronika. Kalau ingin terjun secara profesional dalam bidang elektronik, hukumnya "wajib" dalam mempelajari teori elektronika. Biar tidak disebut "dukun elektronik". 4
Premieum exp:
Donatur exp:

postingan pada: 21-03-2014
Quote this message in a reply
cafemanado
Solfree

Postingan: 73
Terdaftar: Aug 2012
Akhirnya berhasil juga dengan cara yang diajarkan bang Bimo...
Nambah pertanyaan lagi bang soal simulasi.
V pada bias driver kok jadi selisih sekitar 100-200mV jika pada out saya tambahkan R 8ohm sebagai SPK.
jika R ini di lepas voltasi kembali simetris, apakah ini wajar saja?

Kutipan:N-Period=1
Fourier components of V(vin)
DC component:-1.12209e-008

Harmonic Frequency Fourier Normalized Phase Normalized
Number [Hz] Component Component [degree] Phase [deg]
1 2.000e+04 1.800e+00 1.000e+00 0.00° 0.00°
2 4.000e+04 2.097e-08 1.165e-08 106.44° 106.44°
3 6.000e+04 3.140e-08 1.744e-08 139.29° 139.29°
4 8.000e+04 1.476e-08 8.203e-09 -84.29° -84.29°
5 1.000e+05 2.321e-08 1.289e-08 -50.45° -50.45°
6 1.200e+05 5.609e-09 3.116e-09 97.14° 97.14°
7 1.400e+05 9.661e-09 5.367e-09 -144.83° -144.83°
8 1.600e+05 4.367e-09 2.426e-09 -44.87° -44.87°
9 1.800e+05 1.419e-08 7.883e-09 175.01° 175.01°
Total Harmonic Distortion: 0.000003%

N-Period=1
Fourier components of V(vout)
DC component:0.209414

Harmonic Frequency Fourier Normalized Phase Normalized
Number [Hz] Component Component [degree] Phase [deg]
1 2.000e+04 5.733e+01 1.000e+00 -27.16° 0.00°
2 4.000e+04 1.532e-01 2.671e-03 -17.93° 9.24°
3 6.000e+04 5.780e-01 1.008e-02 145.55° 172.71°
4 8.000e+04 5.028e-02 8.771e-04 -98.71° -71.55°
5 1.000e+05 2.289e-01 3.993e-03 79.12° 106.28°
6 1.200e+05 2.186e-02 3.812e-04 80.97° 108.14°
7 1.400e+05 7.246e-02 1.264e-03 -31.45° -4.28°
8 1.600e+05 3.911e-03 6.821e-05 -82.16° -55.00°
9 1.800e+05 3.273e-02 5.709e-04 29.99° 57.15°
Total Harmonic Distortion: 1.129459%


N-Period=1
Fourier components of V(vin)
DC component:-1.12209e-008

Harmonic Frequency Fourier Normalized Phase Normalized
Number [Hz] Component Component [degree] Phase [deg]
1 2.000e+04 1.800e+00 1.000e+00 0.00° 0.00°
2 4.000e+04 2.097e-08 1.165e-08 106.44° 106.44°
3 6.000e+04 3.140e-08 1.744e-08 139.29° 139.29°
4 8.000e+04 1.476e-08 8.203e-09 -84.29° -84.29°
Total Harmonic Distortion: 0.000002%

N-Period=1
Fourier components of V(vout)
DC component:0.209414

Harmonic Frequency Fourier Normalized Phase Normalized
Number [Hz] Component Component [degree] Phase [deg]
1 2.000e+04 5.733e+01 1.000e+00 -27.16° 0.00°
2 4.000e+04 1.532e-01 2.671e-03 -17.93° 9.24°
3 6.000e+04 5.780e-01 1.008e-02 145.55° 172.71°
4 8.000e+04 5.028e-02 8.771e-04 -98.71° -71.55°
Total Harmonic Distortion: 1.046654%

Diatas pada error.log, 20KHz
Ada 4 bagian, 2 vin dan 2 vout... tolong diberi pencerahan bang, THD dilihat pada vout yang atas atau vout yg bawah?

THD 1% itu tinggi yah?

TY, Ferdinand
Premieum exp:
Donatur exp:

postingan pada: 23-03-2014
(Postingan ini telah diubah pada : 23-03-2014 11:08 AM oleh cafemanado.)
Quote this message in a reply
bimo_tok
Solfree

Postingan: 922
Terdaftar: Mar 2013
(23-03-2014 11:06 AM)cafemanado Menuliskan:  Akhirnya berhasil juga dengan cara yang diajarkan bang Bimo...
Nambah pertanyaan lagi bang soal simulasi.
V pada bias driver kok jadi selisih sekitar 100-200mV jika pada out saya tambahkan R 8ohm sebagai SPK.
jika R ini di lepas voltasi kembali simetris, apakah ini wajar saja?


Diatas pada error.log, 20KHz
Ada 4 bagian, 2 vin dan 2 vout... tolong diberi pencerahan bang, THD dilihat pada vout yang atas atau vout yg bawah?

THD 1% itu tinggi yah?

TY, Ferdinand

Saya tidak tahu schematicnya jadi tidak tahu wajar atau tidak.

VIN itu sinyal input, seharusnya THD nya kecil sekali hampir nol.
VOUT itu sinyal output.
Ada dua bagian yaitu yang harmonicnya ada 10 dan satu lagi 4. Terserah kita mau pakai yang mana, namun pada pengukuran THD 20kHz karena keterbatasan bandwidth alat ukur biasanya yang dipakai yang 4 harmonik (bandwidth sampai 80kHz).

Yang no. 1 itu frekuensi dasarnya. No 2 cacat harmonik ke-2. No 3 cacat harmonik ke-3 dan seterusnya.
Cara baca:
Number [Hz] Component Component [degree] Phase [deg]
1 2.000e+04 5.733e+01 1.000e+00 -27.16° 0.00°
2 4.000e+04 1.532e-01 2.671e-03 -17.93° 9.24°

2.000e+04 = 20kHz frekuensi dasarnya
5.733e+01 = tegangan puncak frekuensi dasarnya
1.000e+00 = tegangan normalisasi yaitu 5.733e+01/5.733e+01
-27.16° = fase frekuensi dasarnya
0.00° = fase normalisasi -27.16° - (-27.16°)

4.000e+04 = 40kHz, frekuensi harmonik ke-2
1.532e-01 = tegangan puncak frekuensi harmonik ke-2
2.671e-03 = tegangan normalisasi terhadap tegangan puncak frekuensi dasarnya yaitu 1.532e-01/5.733e+01
-17.93° = fase frekuensi harmonik ke-2
9.24° = fase normalisasi terhadap fase frekuensi dasarnya yaitu -17.93° - (-27.16°)

Kalau tegangan outputnya belum kliping (terpotong tegangan catu dayanyanya), THD 1% cukup tinggi. Usahakan pada tegangan ouput sekitar 2/3 tegangan catu dayanya THD nya maksimal 0.1%. Ini cukup baik buat amplifier PA. Untuk home amplifier usahakan THD nya 0.05%. Semakin bagus kualitas speakernya cacat harmonik semakin mudah dideteksi.
Dengan berkembangnya disain amplifier dan berkembangnya tehnologi pembuatan komponen elektronik, THD 0.05% tidak terlalu sulit untuk dicapai.
Premieum exp:
Donatur exp:

postingan pada: 23-03-2014
Quote this message in a reply
cafemanado
Solfree

Postingan: 73
Terdaftar: Aug 2012
Terima kasih banyak bimbingan simulasinya bang Bimo, akhirnya saya bisa memperkecil THD pada rancangan coba-coba OCL simetris saya...

Diferential 2N5551/2N5401 (zener regulator)
BD139/BD140 (dioda bias)
Drive 2SC2344/2SA1011
Final 4x MJ15003/MJ15004
65+-VDC
DCO 3mV
Gain 33x (33k/1k)
Total Harmonic Distortion: 0.103983%
Vout = 55V


Kutipan:N-Period=1
Fourier components of V(vin)
DC component:-1.30098e-009

Harmonic Frequency Fourier Normalized Phase Normalized
Number [Hz] Component Component [degree] Phase [deg]
1 2.000e+04 1.800e+00 1.000e+00 -0.00° 0.00°
2 4.000e+04 2.444e-09 1.358e-09 -31.93° -31.93°
3 6.000e+04 1.108e-08 6.157e-09 -12.29° -12.29°
4 8.000e+04 2.021e-09 1.123e-09 31.93° 31.93°
Total Harmonic Distortion: 0.000001%

N-Period=1
Fourier components of V(vout)
DC component:0.0317892

Harmonic Frequency Fourier Normalized Phase Normalized
Number [Hz] Component Component [degree] Phase [deg]
1 2.000e+04 5.250e+01 1.000e+00 -26.04° 0.00°
2 4.000e+04 1.981e-02 3.773e-04 3.97° 30.01°
3 6.000e+04 5.037e-02 9.593e-04 -117.32° -91.29°
4 8.000e+04 7.173e-03 1.366e-04 54.16° 80.20°
Total Harmonic Distortion: 0.103983%

Saya belum ngerti cara lihat diagram FFT-nya ...

Sekali lagi makasih Bang...


File Lampiran Ikon Miniatur Gambar
   
Premieum exp:
Donatur exp:

postingan pada: 23-03-2014
Quote this message in a reply
bimo_tok
Solfree

Postingan: 922
Terdaftar: Mar 2013
(23-03-2014 07:27 PM)cafemanado Menuliskan:  Terima kasih banyak bimbingan simulasinya bang Bimo, akhirnya saya bisa memperkecil THD pada rancangan coba-coba OCL simetris saya...

Diferential 2N5551/2N5401 (zener regulator)
BD139/BD140 (dioda bias)
Drive 2SC2344/2SA1011
Final 4x MJ15003/MJ15004
65+-VDC
DCO 3mV
Gain 33x (33k/1k)
Total Harmonic Distortion: 0.103983%
Vout = 55V



Saya belum ngerti cara lihat diagram FFT-nya ...

Sekali lagi makasih Bang...

113

FFT itu grafik dari THD-nya tapi dalam dB. Kadang2 kita ingin melihat pola besarnya cacat harmonic, kalau melihat angka2nya susah bayanginnya.
Premieum exp:
Donatur exp:

postingan pada: 24-03-2014
Quote this message in a reply
bimo_tok
Solfree

Postingan: 922
Terdaftar: Mar 2013
Beberapa perancang ada yang membatasi rancangannya karena:
1. Total Harmonic Distortion (THD) jika di bawah 0,1% tidak dapat dideteksi oleh telinga manusia.
Ini masih dalam perdebatan. Beberapa percobaan melaporkan bahwa THD 0,01% masih bisa dideteksi oleh telinga manusia. Dulu sewaktu tehnologi speaker belum maju seperti sekarang, THD 1% dianggap cukup.
2. Baxandall melakukan penelitian pada musik-musik rekaman dan menemukan slew rate rekaman2 tersebut tidak melebih 0,5V peak/uS. Lalu John Crul juga melakukan penelitian dan menyimpulkan angka yang lebih besar dari 0,5V peak /uS. Pada rekaman digital sekarang ini dimungkinan slew rate sebesar 1V peak /uS. Sekarang ini masih menjadi perdebatan di forum luar apakah slew rate yang diperlukan hanya dipengaruhi oleh kebutuhan slew rate inputnya saja atau slew rate juga menyebabkan cacat yang lain. Banyak perancang yang percaya bahwa makin tinggi slew rate makin kecil cacat intermodulasinya.

Jika dengan harga produksi yang sama kita bisa merancang amplifier dengan THD kurang dari 0,01% dan slew rate melebihi 1V peak /uS, kenapa tidak? Dengan membatasi target spesifikasi tidak akan ditemukan kemajuan dalam perancangan sebuah amplifier.

Sekarang ini pengukuran spesifikasi audio dengan sebuah frekuensi tunggal hampir kehilangan makna untuk menggambarkan kualitas suara sistem audio karena batas-batas spesifikasi sebelumnya berhasil dilampaui. Penggunaan pengukuran dengan banyak frekuensi (misalnya pengukuran cacat intermodulasi) lebih memiliki arti dalam menggambarkan kualitas suara yang sesungguhnya.

Namun sangat disayangkan perancang amplifier lokal dan yang memodifikasinya kurang memahami spesifikasi pengukuran dalam dunia audio. Umumnya mereka hanya mengandalkan telinga sebagai alat ukur. Sebagus apapun telinga kamu jika memakai TOA akan sangat sulit membedakan kualitas suara amplifier yang harganya jutaan dengan yang harganya puluhan juta. Dengan alat ukur akan mudah sekali dibedakannya.

Jika kita tidak memiliki alat ukur yang memadai, usahakan kita memakai speaker yang cukup bagus sebagai referensi. Sayangnya hampir semua speaker untuk PA tidak bisa dipakai sebagai referensi karena cacatnya yang cukup tinggi. Untuk membandingkan kualitas amplifier memang sebaiknya memakai speaker untuk home atau studio.

Harga speaker untuk home dan studio sangat mahal dan sering kali "over price" (harganya berkali-kali lipat daripada harga produksi). Yang kualitas tertingginya bisa mencapai ratusan juta sepasangnya. Kebanyakan dari kita pasti sulit untuk menjangkaunya. Tapi kita masih bisa mensimulasikan rancangan kita dan memprediksi spesifikasinya.

Secara umum, amplifier yang memiliki spesifikasi yang baik akan bersuara makin baik pada speaker yang kualitasnya tinggi. Sedangkan amplifier yang memiliki spesifikasi yang kurang baik, suaranya akan sama saja walaupun menggunakan speaker yang kualitasnya tinggi.
Premieum exp:
Donatur exp:

postingan pada: 27-03-2014
Quote this message in a reply
zia
Solfers

Postingan: 1.414
Terdaftar: Nov 2010
Saya rasa memang tidak ada perancang high power PA diskret di lokal kita. Yang paling sering saya temui adalah orang2 kayak saya yang otodidak elektronika. Jadi ilmunya ya ilmu jalanan, bukannya yang well educated.
Boro2 mengerti tentang THD, Slew Rate, lah wong memperkirakan daya output PA saja masih "otak atik gatuk" kok
Masalahnya, yang memang terdidik dengan baik pada kabur ke luar negeri. Mungkin fasilitasnya lebih mendukung, mulai dari alat ukur, speaker, ruangan akustik dll
Jadi saya salut dengan mas bimo atau mas matrix yang telah mulai untuk men-desain PA. Makin banyak kontroversi (selama teknis) makin bagus, agar kita mendapat banyak pencerahan.
Premieum exp: unlimited
Donatur exp: unregistered

postingan pada: 27-03-2014
Quote this message in a reply
imronhabibi
Solfree

Postingan: 611
Terdaftar: Jan 2012
Premieum exp: unregistered
Donatur exp: unregistered

postingan pada: 27-03-2014
Quote this message in a reply
bimo_tok
Solfree

Postingan: 922
Terdaftar: Mar 2013
(27-03-2014 02:11 PM)zia Menuliskan:  Saya rasa memang tidak ada perancang high power PA diskret di lokal kita. Yang paling sering saya temui adalah orang2 kayak saya yang otodidak elektronika. Jadi ilmunya ya ilmu jalanan, bukannya yang well educated.
Boro2 mengerti tentang THD, Slew Rate, lah wong memperkirakan daya output PA saja masih "otak atik gatuk" kok
Masalahnya, yang memang terdidik dengan baik pada kabur ke luar negeri. Mungkin fasilitasnya lebih mendukung, mulai dari alat ukur, speaker, ruangan akustik dll
Jadi saya salut dengan mas bimo atau mas matrix yang telah mulai untuk men-desain PA. Makin banyak kontroversi (selama teknis) makin bagus, agar kita mendapat banyak pencerahan.

Ilmu jalanan atau bukan, tetap saja ilmu. Selama masih bisa dipelajari, bisa dipelajari darimana saja dan dari siapa saja. Dosen saya yg ngajari kuliah elektronika dasar dan elektronika lanjut, saya yakin dia tidak bisa merancang audio amplifier saat itu. Ngga tahu sekarang suda bisa atau ngga, hahaha....
Orang-orang Indonesia banyak yg ahli dalam merakit produk elektronik. Contohnya kang Nafiri yg keahliannya diakui di forum luar. Saya sendiri jauh dibandingkan kang Nafiri dalam rakit merakit, ingin belajar soal ini.
Namun kualitas hasil akhir tidak hanya ditentukan oleh keahlian merakit saja, tapi juga ditentukan oleh disain rangkaian, disain tata letak komponen dan pcb, dan pemilihan komponen yg tepat.
Di thread ini saya mengajak lainnya ikut sharing dalam belajar cara merancang amplifier, minimal bisa menilai secara garis besar disain amplifier.
Premieum exp:
Donatur exp:

postingan pada: 30-03-2014
Quote this message in a reply
bimo_tok
Solfree

Postingan: 922
Terdaftar: Mar 2013
Saya merancang amplifier untuk PA (hanya simulasi). Artikelnya bisa dilihat di blog saya dengan judul "Blameless Amplifier 270 Watt Untuk Public Address (PA)".
Silakan rancangan tersebut dibahas di sini. Cari kelemahan dan kelebihannya. Modif rangkaiannya untuk mendapatkan hasil yang terbaik.
Yang berniat membuatnya silakan. Asal jangan dikomersialkan jika rancangannya sama persis. Kalau sudah dimodif boleh dikomersialkan.
Premieum exp:
Donatur exp:

postingan pada: 06-04-2014
Quote this message in a reply
bimo_tok
Solfree

Postingan: 922
Terdaftar: Mar 2013
   

   

Design saya yang kedua untuk amplifier dengan CFA topology.
Ini perakitan yang kedua untuk bikin stereo.
Premieum exp:
Donatur exp:

postingan pada: 17-04-2014
Quote this message in a reply
Abel jasum
Solfers

Postingan: 389
Terdaftar: Nov 2012
Premieum exp: 1 MEI 2016
Donatur exp: unregistered

postingan pada: 17-04-2014
Quote this message in a reply
bimo_tok
Solfree

Postingan: 922
Terdaftar: Mar 2013
Buat yang lagi belajar merancang amplifier sendiri, bisa mulai dengan amplifier yang sederhana seperti ini: "http://anistardi.wordpress.com/2014/04/19/aksa-55-dalam-simulasi/"

Sudah saya berikan juga contoh layout-nya. Kalau berhasil silakan upload foto-fotonya di sini.
Premieum exp:
Donatur exp:

postingan pada: 22-04-2014
Quote this message in a reply
cafemanado
Solfree

Postingan: 73
Terdaftar: Aug 2012
Bang Bimo, buka topik baru saja untuk bahas "Blameless Amplifier 270 Watt Untuk Public Address (PA)".
Saya ingin coba, sayang waktu satu bulan ke depan masih padat... ada project yg mesti dikelarin dan sudah dekat deadline. Mungkin kalo sempat 24
Premieum exp:
Donatur exp:

postingan pada: 22-04-2014
Quote this message in a reply
bimo_tok
Solfree

Postingan: 922
Terdaftar: Mar 2013
(22-04-2014 11:03 AM)cafemanado Menuliskan:  Bang Bimo, buka topik baru saja untuk bahas "Blameless Amplifier 270 Watt Untuk Public Address (PA)".
Saya ingin coba, sayang waktu satu bulan ke depan masih padat... ada project yg mesti dikelarin dan sudah dekat deadline. Mungkin kalo sempat 24

Silakan buka topik sendiri. Nanti saya ikutan nimbrung buat beri usulan-usulan.
Kalau disain dipikir rame2 mungkin hasilnya lebih baik.
Premieum exp:
Donatur exp:

postingan pada: 22-04-2014
Quote this message in a reply
bimo_tok
Solfree

Postingan: 922
Terdaftar: Mar 2013
Salah satu rahasia kenapa amplifier dengan topologi voltage feedback amplifier (VFA) bisa bersuara lebih "enak" adalah dengan merancang agar cacat harmonik kedua dominan dibandingkan dengan cacat harmonik di atasnya. Contoh "pengakuan" Hugh Dean, perancang amplifier AKSA yang terkenal di "http://www.diyaudio.com/forums/solid-state/168554-based-hugh-deans-aksa-55-a-78.html#post3903297"

Lalu VAS LTP seperti SYMASIM atau sebelumnya sempat dipopulerkan oleh Goldmund yang legendaris, juga menghasilkan cacat harmonik kedua yang dominan.

Jadi untuk topologi VFA, setelah didapatkan kompromi antara THD dan slew rate, maka dicari agar cacat harmonik keduanya dominan. Biasanya THD akan sedikit naik.

Untuk amplifier dengan topologi current feedback amplifier (CFA), biasanya cacat harmonik keduanya selalu dominan. Ini sebabnya amplifier CFA selalu terdengar lebih enak. Karena umumnya slew rate nya lebih tinggi daripada amplifier VFA maka amplifier CFA terdengar lebih unggul pada frekuensi tinggi.

Cacat harmonik kedua akan terdengar "sweet" namun cacat harmonik tetap tidak baik, karena output menjadi tidak akurat. Buat cacat harmonik sekecil-kecilnya lalu atur agar cacat harmonik kedua yang dominan.
Premieum exp:
Donatur exp:

postingan pada: 24-04-2014
Quote this message in a reply
bimo_tok
Solfree

Postingan: 922
Terdaftar: Mar 2013
Kenapa cacat harmonik menjadil lebih tinggi jika amplifier dibebani dengan impedansi yang lebih rendah? Misalnya cacat harmonik dengan beban 4 ohm selalu lebih tinggi dari beban 8 Ohm.
Jika transistor final memakai transistor bipolar, maka yang paling berkontribusi terhadap masalah ini adalah semakin tinggi arus kolektor semakin kecil hFE transistor final tersebut.
Kita bisa lihat grafik hFE terhadap arus kolektor pada datasheet transistor tersebut.
Transistor 2N3055 penurunan hFE terhadap arus kolektor sangat curam. Sehingga cacat harmonik pada beban 4 Ohm bisa 3x dari beban 8 Ohm. Sedangkan transistor yang lebih modern penurunan hFE ini tidak terlalu curam bahkan ada transistor tertentu dalam range arus kolektor yang lebar hFE nya hampir tidak berubah.
Cara mengurangi cacat harmonik yang meningkat tajam pada beban ohm rendah dengan memparalelnya. Cara ini memaksa transistor final bekerja pada range arus kolektor yang lebih sempit, sehingga penurunan hFE nya pada range tersebut tidak terlalu tajam.

Ini hanya salah satu karakteristik dari transistor final. Beda karakteristik beda juga cara mengoptimalkan transistor tersebut dalam sebuah disain.

Namum orang awam umumnya menilai transistor final hanya dari sisi kemasannya 24 (jengkol-an karena banyak yg suka jengkol) Tapi saya yakin banyak member forum ini yang tidak seperti itu.
Premieum exp:
Donatur exp:

postingan pada: 27-04-2014
Quote this message in a reply
bimo_tok
Solfree

Postingan: 922
Terdaftar: Mar 2013
Laporan uji dengar dari Thimios salah satu member diyaudio.com yang sudah mencoba macam2 input stage (IPS) dengan triple emitter follower rancangan Ostripper. (Thimios juga mencoba rancangan IPS saya dan mendapatkan sinyal kotak 200kHz 25Vpp pada beban 4Ohm yang terbaik 1 ):
- IPS CFA unggul di frekuensi tinggi
Ini disebabkan slew rate nya yang jauh lebih tinggi
- IPS VFA unggul di frekuensi rendah
Ini disebabkan PSRR VFA yang tinggi di frekuensi rendah

Belum ada topologi amplifier yang "sempurna". Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.
Premieum exp:
Donatur exp:

postingan pada: 05-05-2014
Quote this message in a reply
gantex
Patroler

Postingan: 2.807
Terdaftar: Jun 2013
(05-05-2014 09:06 AM)bimo_tok Menuliskan:  Laporan uji dengar dari Thimios salah satu member diyaudio.com yang sudah mencoba macam2 input stage (IPS) dengan triple emitter follower rancangan Ostripper. (Thimios juga mencoba rancangan IPS saya dan mendapatkan sinyal kotak 200kHz 25Vpp pada beban 4Ohm yang terbaik 1 ):
- IPS CFA unggul di frekuensi tinggi
Ini disebabkan slew rate nya yang jauh lebih tinggi
- IPS VFA unggul di frekuensi rendah
Ini disebabkan PSRR VFA yang tinggi di frekuensi rendah

Belum ada topologi amplifier yang "sempurna". Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

jadi makin menarik pembahasannya..
dari semua pembahasan kang bimo dari awal sampai akhir saya pernah denger, tp karena males praktek y cuma bisa lewat teori dan ga tau bner ato tidak. dari point diatas, misal antara CFA dan VFA di aplikasikan jadi satu sehingga bisa didapat frek tinggi dan rendah yg bagus sepertinya bisa tidak?

- - - - - - - -> HANSIP SOLFEGIO <- - - - - - - -
Premieum exp:
Donatur exp:

postingan pada: 05-05-2014
Quote this message in a reply
mustofa
Solfree

Postingan: 1.048
Terdaftar: Aug 2012
(05-05-2014 09:06 AM)bimo_tok Menuliskan:  Belum ada topologi amplifier yang "sempurna". Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Kesempurnaan milik Alloh, Tuhan semesta alam kang...
4
Lanjutkan kang...
eh kalo sempat itu poto propil harap diganti,
Premieum exp: 1 Januari 2015
Donatur exp: unregistered

postingan pada: 06-05-2014
(Postingan ini telah diubah pada : 06-05-2014 05:14 PM oleh mustofa.)
Quote this message in a reply
Komentari 





Antoni Pasaribu | Solfegio Forum Lama

DMCA.com Protection Status
Statistik
Yang mengakses SF saat ini sebanyak 137 orang.
» 0 Anggota SF | 137 Tamu


» Jumlah Anggota: 45.640
» Jumlah Topik: 13.493
» Jumlah Postingan: 239.316
» Anggota Baru: AlbertinaA
Statistik Lengkap

News

Latest Threads
Dangdut Koplo ala sera Ca...
Last Post: ardadarori
Kit galaxy bunyi jeduk
Last Post: Mr_Hide
Mengoptimalkan Power Out ...
Last Post: gogonsmps
Gendang & Bass Dangdut
Last Post: fikriQw
Perkenalan
Last Post: Anton_kyb
Teori Ground Brigde Pada ...
Last Post: atika
Memasukkan Komponen Ke Li...
Last Post: dediex
ada yang punya sekema pow...
Last Post: dediex
Skema Eq Behringer Geq310...
Last Post: dediex
MOSFET AMPLIFIER BY ANTON...
Last Post: iyannugraha
Lagu-lagu Nasional
Last Post: baskoro
Perkenalan
Last Post: zaidansl
YIROSHI SUPER DRIVER 1500...
Last Post: rosaalexandra
Symasym V5 Amplifier
Last Post: ipo3nk
Distribusi Line Input Pow...
Last Post: ardipurnomo
salam kenal
Last Post: ardipurnomo
Kenalan dong
Last Post: logawamania
Perbandingan karakter dig...
Last Post: Herdjati P
POP INDONESIA Korg PA for...
Last Post: Viewghe
Dangdut Casio Rasa Gendan...
Last Post: Viewghe