Online
Yang Sedang Online
» 7 Anggota SF | 147 Tamu
adynur, dhana, Ladiesta, mas jay, putra_panjaitan, Saiful Rofik, sukawidya_made

SPONSOR
www.hadisumoro.com

Solfegio Saxophone

Latest Threads
brebes ..tegal..pemalang
Postingan : awang
Speaker Merk AC 18" vs AC...
Postingan : Sujito Basir
PENAMPAKAN KIT APEX SERIE...
Postingan : Sujito Basir
Forum Audio Mobil
Postingan : Prastyo
test SMPS FOR POWER AMP...
Postingan : Sham
YIROHA [Yiroshi Class H]
Postingan : bimo_tok
Paralel ocl 150 watt
Postingan : bimo_tok
RUANG KONSULTASI APEX B50...
Postingan : farhancellular
LM1875 Project
Postingan : Ayah'e Radit
Proline T3600
Postingan : Abel jasum
Karakter Box Mini Scop, B...
Postingan : Ayah'e Radit
Bahasan Kit OCL 140
Postingan : yeyeh
Setting VR bias
Postingan : bimo_tok
Masalah hfe pada transist...
Postingan : bimo_tok
Salam Kenal
Postingan : Syamsul Rizal



Compressor
Ant On Baruna
Patroler


Postingan: 923
Terdaftar: Aug 2010
Ngawi, Jawa Timur
Solfers: Unlimited
Donatur: Unlimited

Postingan: #1
 
Topik dibuka oleh: hartono

hartono Menuliskan:Mohon saran Pak mod dan para solfers tentang equipment yang satu ini belum dibahas keknya....

pertanyaan norak saya adalah :
1. fungsinya
2. pada saat kondisi/situasi suara yang bagaimana kita harus mengcompress suara tersebut.

segitu dulu nanti tanya lagi... heheheh  :D


Anda tidak bisa melihat link tautan yang tertulis pada halaman ini.

Silahkan klik DAFTAR atau LOGIN

01-09-2010
11:52 AM
kutip |
Ant On Baruna
Patroler


Postingan: 923
Terdaftar: Aug 2010
Ngawi, Jawa Timur
Solfers: Unlimited
Donatur: Unlimited

Postingan: #2
 
indra_co_maniz Menuliskan:belum ada yg start jawab :)) ?
coba mas hartono upload model compressor gimana, modelnya khan macem-macem tuh, pasti cara mainnya lain-lain :D

hartono Menuliskan:karena saya menggunakan mixer yamaha mg166cx, bagaimana kita mulai dari menu comp. dari mixer itu dulu.... terima kasih...

indra_co_maniz Menuliskan:kemarin sempat dicoba ga ?, kalau diputar kanan kiri gimana ?

hartono Menuliskan:belum coba sama sekali mas.... baru pegang mixer yang ada compressornya... belum berani putar-putar..

indra_co_maniz Menuliskan:yah gimana sih :D jajal aja pas cek sound ...
btw power yg kemarin gimana ?, kok ga ada reviewnya, mumpung inget  ( balas posting ditempat judul power mas hartono yah ;) )

hartono Menuliskan:iya mas belum saya bongkar lagi... belum sempet..... oke mas saya jajal dulu deh... nanti sekalian saya bongkar juga powernya... mungkin besok mumpung libur...

indra_co_maniz Menuliskan:maksudnya review suara setelah di oprek terakhir kemarin, bukan review yg besok, hari ini yg kemarin kalau besok , postingnya lusa :D

HGpelangi Menuliskan:Iya nih.. kok belum ada yang komen compressor ya...
saya mo ikutan nih.. ini dia compressor saya
gimana ngeset limiternya ya... kok saya puter2 limiternya gak ngaruh banget.. mohon penjelasan dong

indra_co_maniz Menuliskan:setting TRAG diangka berapa aja ?, limiiter kerja kalau berlebihan, tapi kalau ga melebihi bacaan compressor yah ga dibatasi alias jalan terus

HGpelangi Menuliskan:threshold:-10 ratio: 4:1 attack: arah jam 11 realese : arah jam 1
tolong jelaskan settingan yang bagus mas... compressornya saya pasang untuk membatasi signal supaya speaker saya gak jebol, karena gonta ganti style music dengan settingan yang berbeda beda..(males naik turung fader mixer)

indra_co_maniz Menuliskan:Beberapa kesalahan yang banyak ditemui pada saat setting compressor:
Threshold nya di set ke 0
Ratio di set ke 1
Attack terlalu besar saat meng-compress instrument perkusi

Cara cepat utk mengeset compressor :
Set Ratio 3:1
Set Attack Time 12 ms, Release Time 50 ms atau Auto
Perlahan-lahan turunkan threshold nya sehingga didapat Gain Reduction antara 4 s/d 8 dB ( Tergantung jenis instrument nya )

Panduan menentukan parameter compressor :
Jenis instrument dipakai untuk menentukan attack dan release Time
Teknik bermain atau dynamic range dipakai untuk menentukan ration dan gain reduction

Panduan perbandingan dB saat meng-compress :
+1 dB artinya bertambah 12%
+3 dB artinya bertambah 40%
+6 dB artinya dua kali lipat lebih kencang ( bertambah 100% )
-1 dB artinya 90% dari original SPL
-3 dB artinya 70% dari original SPL
-6 dB artinya setengah dari original SPL
sumber :

indra_co_maniz Menuliskan:keknya kalau di sett 4:1 kurang dinamik kali yah :) ?, dan A n R keknya di balik jamnya, lampu gain reductionya nyala ga ? ;)
misalnya :
treshold diset di -10dB
audio yang terjadi kekerasannya mencapai +5dB
berarti kelebihan +15dB dari tresholdnya kan
bila ratio kita set 3:1
maka kelebihan +15db itu akan dikurangi sampai +5dB saja (3:1)
atau +15dB dibagi 1/3 = +5dB
kemudian 15dB - 5dB(hasil compres) = 10dB keluarnya.
nah baru deh di sett outnya mau berapa out gainnya mau berapa,
misal disett -10 jadinya 0dB (+10dB + -10dB = 0dB )
misal lainnya kalau disett 0 yah jadi tetap +10dB.

tapi kalau inputnya ga sampai -10dB yah ga akan bereaksi apa-apa :) :D mudah2an ga ada salah ketikan :ngakak:

compressor dipasang di mana ? sebelum power atau di track insert mixer ?


theslynt Menuliskan:Nah yang di maksud --> Set Attack Time 12 ms, Release Time 50 ms tu gimana bos?
Apakah kecepatan kerja compressor dari mulai treshold-->proses compress kemudian di release secepat 50ms setelah proses compress atau gimana?


indra_co_maniz Menuliskan:itu berarti baru terbaca setelah 0,012 detik dan dilepaskan 0,050 detik setelah proses compressing ,... sedangkan pengaturan nada tercepat terendah adalah 20 Hz berarti

menurut aturan sih f = 1/T jadi kalau 0,05 detik = 1/ 20 Hz lownya masih tetap bareng tapi settnya agak kejam kecepatannya bisa beresiko mengganggu jeda asli dengan release high frekuensi detik = 1 / 20.000 Hz (live)coba aja dihitung bener ga turunannya rumusnya :) , kalau untuk recording ga terlalu masalah deh karena ga ada slap back atau bocoran suara kebelakang panggung ;) ?


indra_co_maniz Menuliskan:
hartono Menuliskan:karena saya menggunakan mixer yamaha mg166cx, bagaimana kita mulai dari menu comp. dari mixer itu dulu.... terima kasih...

-16dB s.d -60dB input microphone
+10dB s.d -34dB input line in

comp :
gain 0 --> +9 dB dan ga akan lewat dari +9 dB
treshold +20dB --> -5dB masuk mulai -5dB dan keknya bisa di sett ratio dari potensionya 4 : 1 sampai 1:1 cuma ga ada lampu led indikatornya jadi agak susah kira-kiranya... ;)


Yassud Menuliskan:Waaduh kalau suda baca +.- dB kok susah kali nangkap nya. :shock:  :ngantuk:

Numpang praktek MOD seminggu aja, sebelum OT pertama ane digelar. :P


HGpelangi Menuliskan:Lampunya nyala mas.. cuma yang saya kurang senang bila di set threshold - 10 terjadi penurunan spl besar2an, hampir 1/2 nya. jadi yang paling sering thresholdnya sy set 0 db aja

routingnya: mixer--->;Equalizer---->;Compressor---->;Crosover--->;Power
saya menggunakan compressor.. karena speaker sy sering jebol karena over signal karena gonta ganti style dengan mixing yang berbeda..

kalo saya baca manualnya kalo mo protect speaker routingnya harus setelah Crossover, yang jadi masalah.. saya menggunakan 4 way system... berarti saya harus punya 4 compressor dong (duhhh. duit lagi)... tapi di manualnya yang saya baca bisa dipasang sidechain

pertanyaannnya:
1. Sidechain itu apa mas, dan gimana menerapkannya
2. apa benar apabila di indikator lampu (gain reduction) tertera 12 db berarti kita harus menambah gain output gain sebesar 12 db juga

Mohon pencerahan
_______________________________
salam


indra_co_maniz Menuliskan:mendingan pakai limiter aja ;) kalau over langsung cut daripada ribet dikompress, nilai perubahan style kondisi terlalu ekstrem tetap akan memutar compressor nantinya, yg repot itu kalau overnya disalah satu signal misal mid yg over sedang hi dan low normal, kekurangan comppressor ada mengurangi seluruh suara berdasarkan titik frekuensi tertinggi, obat yg mujarab pakai multicompressor jadi akan mengcomppres titik-titik yang over.

belum pernah coba side chain sepengetahuan saya 4 sistem yg terpecah dengan sidechain tidak terlalu memberi efek tapi kalau kurang yakin yah dicoba saja, dan kalau direduksi 12dB dan dinaikan 12 dB sama aja compressor ga kerja setelah dikurangi lalu di tambah dengan angka yang sama :D

selama ini seting dB dari input mixer sampai power angkanya berapa dB saja ?  :-?


HGpelangi Menuliskan:saya lupa db nya.. mas,, yang jelas selalu mencapai lampu kuning paling atas

nah.. yang saya bingung ngeset limiternya itu gimana... saya puter2 kok gak ada ngaruhnya ya..

mohon pencerahan...


indra_co_maniz Menuliskan:kalau peak merahnya ga nyala cuma sampai kuning aja, ga ke potong, compresor ga motong sinyal yg ga sampai melebihi dari titik thrshldnya ;)


joker Menuliskan:wahhhhh... aku pnya samson S-com plus mas, cuma ada de-esser  itu gunanya untuk apa?  :-O perasaan cm high nya tmbah dikit....... mohon penjelasan.......


indra_co_maniz Menuliskan:joker :
De-esser berfungsi menjaga agar vocal pada huruf S atau Z tidak mendesis panjang, jadi fungsi De-esser menghilangkan dessis tersebut ;)


Anda tidak bisa melihat link tautan yang tertulis pada halaman ini.

Silahkan klik DAFTAR atau LOGIN

01-09-2010
12:08 PM
(Postingan ini telah diubah pada : 23-05-2012 05:14 PM oleh Ant On Baruna.)
kutip |
Ant On Baruna
Patroler


Postingan: 923
Terdaftar: Aug 2010
Ngawi, Jawa Timur
Solfers: Unlimited
Donatur: Unlimited

Postingan: #3
 
hery Menuliskan:harus di sertakan sekalian dengan praktek mas yas........baru bisa meraskan sebarapa bedanya...pa lagi bisa dijelskan dengan pakrnya SS...hhkakaa...ngarep!!!


indra_co_maniz Menuliskan:mesti tahu fungsi setiap menu compressor :) sisanya feeling, kalau fungsi menunya tidak hapal jadi sia-sia malah di bye pass ;)


Tewel Menuliskan:Kompressor biasa sy pakai buat ngebrik tuh, karena gak feedback bisa di besarin, suara angin jadi kenceng saat gak ada vocal, klo udah di modulir turun anginnya.
Kalo di Mixer Yamah_ kalo di gedein apa gak bikin feedback makin sensitif mas Mod?


indra_co_maniz Menuliskan:[quote author]Kalo di Mixer Yamah_ kalo di gedein apa gak bikin feedback makin sensitif mas Mod?


setahu saya gpp :)[/quote]

wanda Menuliskan:maf bang indra aku kan masi awm ne ,klo bli equalizernya / rakitan pream parametic tonekontrol BGR az terus ke power suaranya masi bagus gk ya( suara bersih dan empuk) ya maklum dari pada repot2 setel itu (compres) gk bisa klo hasilnya bagus kan bs irit biaya.
kasih saran az deh bang per bedaan pake compres ama gak pake?cukup equalize ma power ?


indra_co_maniz Menuliskan:Compress artinya suara dikecilin supaya ga over. Kalau ga bisa nyetelnya suara malah nahan ga nembak. Cukup equalizer dulu sampai lancar. Kalau ada pilihan antara equalizer dengan compresor saya pilih equalizer.


wanda Menuliskan:ok deh bang jadi mw di lancarin ne rakit parametic tone kontronya mksih sarannya..


bjO Menuliskan:compresor: nyaris seperti auto level. tugasnya menstabilkan sinyal yang lewat. sehingga suara terasa mantap. namun mengurangi dinamika.
banyak penggunaan pada bass, gitar, drum. namun penggunaan pada vokal cukup membantu walau harus hati2 karena vokal memang butuh dinamika.

input      = pengaturan penguatan awal (gain)
threshold = batas comp harus mulai menekan sinyal.
attack    = sebarapa cepat comp mulai bekerja.
release  = seberapa cepat comp melepaskan tekanan.
ratio      = seberapa besar/kuat comp menekan sinyal. (dalam perbandingan input-output)
output    = penguatan akhir (volume akhir).
limiter    = pembatas kuatnya sinyal.

pengaturan comp yang baik adalah yang tidak terasa terkompres... nah loo..  :lol:
mohon koreksi. (karena belajarnya pake virtual compresor PC :) )


indra_co_maniz Menuliskan:kalau multi cmprressor ada menu lainnya mas :) tambahin sekalian yah samap penjelasannya.


bjO Menuliskan:hihi :P
multiband compresso, merupakan compressor yang mempunyai beberapa chanel, yang ditiap chanelnya terpisah area kerjanya (hi, mid, mid hi, low) Jadi setiap setting chanel hanya berpengaruh pada area tadi.

eh bang indra kelihatanya ada multi comp yang tidak menyertakan attack dan release, hanya ada hard/soft knee saja.. (pernah lihat aja)

nah ada pula side chain, ini agak susah dituliskan, mungkin seperti insert pada chanel mixer.


bjO Menuliskan:wah ternyata compressor banyak manfatnya.

sidechain di insert dengan Eq, bisa bermanfaat sebagai kontrol feedback. :lol:
caranya:
pastikan frekwensi daerah feedback, bost chanel tsb, lalu cut chanel frekwensi lain. (Eq di paksa jadi bandpass filter) ;)
atur compresor agar bekerja sedikit dibawah ambang feedback.
nah aman deh..
hal sama bisa di aplikasikan sebagi de-esser.

hehe ini dapat dari artikel audiopro (nemu di loak-an)

tapi tetap, jadikan ini sebagai pengetahuan saja.. ga perlu dipraktekan, kecuali iseng :lol:
ntar aku diprotes bang Indra... cangkul kok buat nyendok :D

dengan tahu cara kerjanya, banyak hal bisa dikerjakan.
hadapi, pahami, selanjutnya atasi...

:peace:


Anda tidak bisa melihat link tautan yang tertulis pada halaman ini.

Silahkan klik DAFTAR atau LOGIN

01-09-2010
12:50 PM
(Postingan ini telah diubah pada : 23-05-2012 04:57 PM oleh Ant On Baruna.)
kutip |
Ant On Baruna
Patroler


Postingan: 923
Terdaftar: Aug 2010
Ngawi, Jawa Timur
Solfers: Unlimited
Donatur: Unlimited

Postingan: #4
 
yensiy Menuliskan:salam kenal .....
mo nanya nih sm pakar2 sound, knp ya setiap sy main OT klo singernya nyanyi nada tinggi musiknya pasti kesedot (mengecil) ketutup sm vocal...sy jd bingung  masalahnya dmn? sementara susunan alat yg sy pake sbb:
mixer > equaliser > compressor > crossover > power

mixer soundcract spirit folio 12ch
equalizer BEH 2x31
compressor dbx 166xl
crossover BEH 2496 digital
power rhoad (buatan sby)

jadi mohon bantuan dr pakar2 gmn mengatasi mslah ini, trims


kloengsoer Menuliskan:sebenarnya prinsip kerja alat ini adalah untuk membatasi sinyal pada daerah kerja (rangge) sistem agar tidak berlebihan dengan setting yang kita kehendaki,

Pada skala OT banyak player midi nya (song & atau style) tidak rata suaranya antara file satu dengan yang lainnya kadang sampai membuat kaget,

dengah alat ini sanggat membatu, recomended untuk dimiliki, cuma perlu digaris bawahi jangan terlalu dikompresi nanti akan menipu,


andi Menuliskan:iya om kloengsoer, saya juga laksanakan saran dari rekan2 SF, para momod dan admin untuk tidak menggunakan  compresor di out master keseluruhan... karena bisa membuat suara timbul tenggelam... tapi penggantinya saya pakai hanya untuk MIC saja melalui subgroup... hasilnya lebih mantap...


yensiy Menuliskan:jd kira2 seting ratio, attack (fast atau slow), release (fast atau slow), threshold di posisi mana ya? (arah jam) 
trus yg expander/gate/limiter/out jg posisi mana...
1 lg hehe.... itukan ada tombol seperti auto dll... posisi mana yg hrus off and on 
mohon pencerahan dr master2 SF...trim


indra_co_maniz Menuliskan:coba penanya baca dari halaman 1 :( jangan langsung ke halaman terakhir, dijamin ngga ngerti...


yensiy Menuliskan:iya tp msh bingung bro...
mslahnya gini deh.... klo vocal di nada tinggi musiknya jd mengecil,tp klo vocalnya sedang2 musik normal, di seting apanya yg salah? threshold atw attack atw release ...thx


indra_co_maniz Menuliskan:kalau vocal yang kegedean kenapa ngga dikecilin gainnya agar sesuai headroom mixer ??? :(


theslynt Menuliskan:settingan yang sekarang seperti apa nih...
- Rationya berapa 1:1,1:2 atau berapa?
- treshold di berapa.. di bawah 0 dB ?
Coba jangan pakai compressor dulu buat nyoba.. terus bedain..
Kemungkinan besar ada pengaruh di tresholdnya dan ratio nya..


japrak Menuliskan:klo dipasang bwt vokal pasang kompressornya dimana?karena mixer saya ga ada grupnya.saya pake mixer mackie 24 channel.


indra_co_maniz Menuliskan:pasang di insert vocal ;) tetapi, sebaiknya ikuti saran theslynt saja dulu. bedakan bagaimana formulasi awalnya, jangan-jangan ngga pernah bedain hee...


yensiy Menuliskan:repot jg ya seting compressor, iya nih prtanyaan = mas japrak......klo comp dipake buat mic aja nyolok jack in/outnya di mixer spirit folio kmn ya.. :nunggu: maklum msh awam


yensiy Menuliskan:
theslynt Menuliskan:settingan yang sekarang seperti apa nih...
- Rationya berapa 1:1,1:2 atau berapa?
- treshold di berapa.. di bawah 0 dB ?

Coba jangan pakai compressor dulu buat nyoba.. terus bedain..

Kemungkinan besar ada pengaruh di tresholdnya dan ratio nya..


nih setingan compr sy dr kiri ke kanan,
-treshold -40/jam 10
-release arah jam 1
-treshold -20
-ratio 3:1
-attack arah jam 3 (slow)
-release arah jam 9 (fast)
-limiter & out gain arah jam 12
trus disitukan ada jg tombol2 sperti:SC Enable,Contour,OverEasy...fungsinya tombol ini utk apa?


yensiy Menuliskan:
indra_co_maniz Menuliskan:kalau vocal yang kegedean kenapa ngga dikecilin gainnya agar sesuai headroom mixer ??? :(

mslhnya vocal awalnya standar aja trus msuk reff dgn nada tinggi ya pasti musik lgsung ketarik/mengecil....


theslynt Menuliskan:coba ratio nya 1:1,5 atau 1:2
thresholdnya -3 dB dari 0.

threshold -3 dB sebelum 0 , untuk mempekerjakan bila ada sinyal 3 dB sebelum 0 compressor sudah mulai beraksi, mulai mengkompress sinyal. Rasionya adalah perbandingan sinyal yg akan di kompress ( kalau 1:1 sinyal tidak terkompress, 1:2 sinyal dikompress 1/2 nya).

Maaf kalau salah.... mungkin ada yg mau menambahkan..


Anda tidak bisa melihat link tautan yang tertulis pada halaman ini.

Silahkan klik DAFTAR atau LOGIN

01-09-2010
01:10 PM
(Postingan ini telah diubah pada : 23-05-2012 05:19 PM oleh Ant On Baruna.)
kutip |
Ant On Baruna
Patroler


Postingan: 923
Terdaftar: Aug 2010
Ngawi, Jawa Timur
Solfers: Unlimited
Donatur: Unlimited

Postingan: #5
 
theslynt Menuliskan:nih setingan compr sy dr kiri ke kanan,
-treshold -40/jam 10
-release arah jam 1
-treshold -20
-ratio 3:1
-attack arah jam 3 (slow)
-release arah jam 9 (fast)
-limiter & out gain arah jam 12
trus disitukan ada jg tombol2 sperti:SC Enable,Contour,OverEasy...fungsinya tombol ini utk apa?  :-?

threshold yg -40 itu untuk gate nya ya... ( berarti sinyal di atas -40 baru bisa lewat, kalo ada sinyal di bawah -40 dB, misal -45 dB gak bisa lewat.


gwendy Menuliskan:yang salah dan parah di sana adalah treshold untuk compressor yang berada di -20dB . klu untuk dipasang di out mixer harus anda gunakan sebagai limiter bukan comressor jadi treshold disetting di 0dB dan out maksimal di +3dB. artinya limiter akan bekerja di titik 0 dB .
set ratio di 1:6 , attack secepat mungkin dan release secukupnya agar tdk terjadi pumping efek.
saya baca kok jadi sakit mata yah


indra_co_maniz Menuliskan:release yg terlambak akan membuat delay guitaris lenyap :P selain paham setting, kuping juga memberikan andil kepastian suara... ;)


bjO Menuliskan:indra nulis : release yg terlambak akan membuat delay guitaris lenyap
lebih asik lagi kalau attacknya yang terlambat...


japrak Menuliskan:kalo mik vokal saya ada 5 brarti harus ada 5 comp juga dong?

waduh banyak juga duitnya ya!  ;-) ;-)


gwendy Menuliskan:hehe klu insert ya gitu deh, klu pake compressor 4 ch berati cuma butuh 2 biji mas sdh dapat 8 ch.


bjO Menuliskan:@japrak : wah artis terkenal nih. BOLEH MINTA FOTO?

berdasar daftar perangkat anda.
mdx4600 multicomp, berisi 4 chanel compresor.
tapi untuk vokal, mungkin lebih enak pake composer pro mdx2600-nya. 2chanel.
sudah integrate de-esser, tube simulations.

coba download manualnya dulu aja.


yensiy Menuliskan:ok..semua masukan para master akan sy coba....terima ksh bnyk atas pencerahannya :mantap: ........bravo SF


japrak Menuliskan:brarti mdx4600 multicomp atw omposer pro mdx2600 bisa ya buat vokal.tp saya liat di bukunya mdx4600 multicomp dipake utk memisahkan antara high n bass.itu gimana penjelasanya?


gwendy Menuliskan:[quote author]liat di bukunya mdx4600 multicomp dipake utk memisahkan antara high n bass

coba baca ulang mas  :P[/quote]

indra_co_maniz Menuliskan:wah dipisahkan, jangan-jangan sudah ngga sehati lagi ingin bercerai :P


hadisudanto Menuliskan:SETTING COMPRESSOR :
Anda tidak bisa melihat link tautan yang tertulis pada halaman ini.

Silahkan klik DAFTAR atau LOGIN


kalau ngikutin tabel yang ini gimana kang momod???


gwendy Menuliskan:saya gak cocok sama setting vocalnya. :D
gainnya kecil sekali, bisa dimarahin sama vocalis tuh suaranya tercekik.


hadisudanto Menuliskan:
gwendy Menuliskan:saya gak cocok sama setting vocalnya. :D
gainnya kecil sekali, bisa dimarahin sama vocalis tuh suaranya tercekik.

jadinya di set berapa dong pak??


japrak Menuliskan:oo.. saya paham skrg.maaf bang kalo pertanyaan saya agak awam karena saya emg baru dengan alat2x sound system yg sekarang.disini buku alat tersebut kebanyakan udah hilang halamannya.nah yg multicomp sy hanya dapat temukan gambar pemasangannya.yg lain-lain dah hilang.
bang kalo dipasang utk DJ bagus ga ya bang kira2x?
karena kan DJ suka gonta ganti CD terkadang CD mereka ga stabil suaranya.jd maksud saya mau saya pasang dari out mix DJ --> comp --> input channel main mix.


gwendy Menuliskan:untuk DJ memang harus pake compressor yang difungsikan sebagai limiter.
@ hadi
saya biasanya ngambil di 0db klu masih kecil naikian sampai +3dB.


hadisudanto Menuliskan:kayaknya kang TOPAN nggak posting deh pak momod :nunggu:
gainya yg di tabel itu -3db s/d 8 db, kalo gak salah gitu lho artinya??


japrak Menuliskan:jd comp difungsikan sebagai limiter aja!
tolong dong bang kasih tau cara setting compnya kalo cuma buat limiter aja.yg mana aja n diposisikan di brp?biar saya benar2x jelas.
terima kasih sebelumnya!


muslih Menuliskan:ok saya cobanya dulu atas pencerahan diatas..... :D


gwendy Menuliskan:[quote author]tolong dong bang kasih tau cara setting compnya kalo cuma buat limiter aja.yg mana aja n diposisikan di brp?biar saya benar2x jelas.

hehe harus tau dong powernya diset input sensitifynya diberapa ( tentukan dulu input power maksimum di powernya baru bisa set limiter.  :)[/quote]

Manap Ginting Menuliskan:compressor dipasang di mana ?
equitmen aq terdiri dr:
-COMPRESSOR DBX 266XL
-mixer peavy 1002
-crossover 234xl
-equalizer DOD 231
-power amply beta3

Tlg kasi penjelasannya ya teman2


[quote="indra_co_maniz"]jawab saya:
- kenapa perlu pasang compresor ?


Anda tidak bisa melihat link tautan yang tertulis pada halaman ini.

Silahkan klik DAFTAR atau LOGIN

01-09-2010
01:26 PM
kutip |
Ant On Baruna
Patroler


Postingan: 923
Terdaftar: Aug 2010
Ngawi, Jawa Timur
Solfers: Unlimited
Donatur: Unlimited

Postingan: #6
 
Manap Ginting Menuliskan:kebetulan saya di kasi ama tmn compressornya. jd ke pingin tau ap bisa di gabung di sound saya... gitu lo pak indra

ooo.... ia nie pak indra... mmg blm ada photonya... maklum bru pemula jd blm tau cara upload fhotonya...hehehe


indra_co_maniz Menuliskan:hee...
anda harus tahu dul fungsi dan cara kerjanya, kalau tidak tahu sebaiknya tidak perlu dipasang dan alat ini merupakan alat variable tidak ada ketentuan tetapnya, tapi ada batasnya...


Emir Widya Menuliskan:
japrak Menuliskan:bang kalo dipasang utk DJ bagus ga ya bang kira2x?
karena kan DJ suka gonta ganti CD terkadang CD mereka ga stabil suaranya.jd maksud saya mau saya pasang dari out mix DJ --> comp --> input channel main mix.


Ingat kalau DJ, saya jadi ingat cara mereka memix lagu dan kebiasaan mereka. Entah siapa yang memulai kebiasaan mereka memutar gain hingga meter input berwarna merah dan hampir overload. Kalau sudah overload di mixer DJ, compressor pun akan percuma dan malah menjebolkan speaker.


nanung Menuliskan:AKu juga pakai compreesor mdx 4600. Tak pakai malah suara jadi kacau. Karena  memang aku bego cara settingnya. Jadi saya lepas saja semuanya. Malah jadi ribet terus.


Prastiyo Menuliskan:@mas EMir: dikompres pun percuma, malah bikin speaker jebol.
apa karena sinyal yg masuk sudah rusak mas? yang seperti pernah mas EMir posting bahwa sinyal yang gunungnya terpangkas rata dan terkirim sampai ke speaker akan merusak speaker.


Emir Widya Menuliskan:Betul Mas, seharusnya sinyal itu dalam bentuk sinus (gunung dan lembah) tetapi kalau sudah kena limiter akan menjadi kotak, bukan gunung dan lembah, tapi seperti dak beton saja. Ini kalau sampai ke speaker, akan menjebolkan speaker. Nah DJ biasanya tidak punya ilmu ini.


Prastiyo Menuliskan:Lha berarti keuntungan pemakaian limiter apa mas?


Emir Widya Menuliskan:Limiter itukan pembatas Mas, selama pembatas tidak kita gunakan berlebihan tidak masalah. Mas Tulus harus ingat, ini bukan terjadi pada limiter saja, tetapi juga pada saat clipping. Kalau clip sesudah mixer kita masih bisa kita atasi, bagaimana kalau clip pada saat menyetel gain input?


indra_co_maniz Menuliskan:[quote author]Betul Mas, seharusnya sinyal itu dalam bentuk sinus (gunung dan lembah) tetapi kalau sudah kena limiter akan menjadi kotak, bukan gunung dan lembah, tapi seperti dak beton saja.


:P sinus wave jadi square wave kang,...
kalau dak beton nanti ada perhitungan tegangan geser, momen dan jepit perletakan.[/quote]

Emir Widya Menuliskan:Bingung ngejelasinnya Mas..


indra_co_maniz Menuliskan:emang iya kang, mungkin pakai gambar aja kali yah ?


pakde Menuliskan:lha pak Emir bingung? belum pernah pakai alat ini. pesan bang Ihutm drive sewajarnya kalau penyanyinya ngotot pakai mic asli.


Emir Widya Menuliskan:Bukan Pakde, saya binging menjelaskan apa itu square wave Pakde.


indra_co_maniz Menuliskan:bentuknya gelombang kotak, suaranya gelombang tumpul :D


YUDHA BCS Menuliskan:
indra_co_maniz Menuliskan:bentuknya gelombang kotak, suaranya gelombang tumpul :D

apanya yang tumpul bang indra????


pakde Menuliskan:Saya yang belum pernah pakai alat ini pak Emir.        Suara pas sinyal terpotong maka akan terbaca tegangan DC dengan waktu / T sekian second. maka suara jadi brek-brek lanjut hanguslah spoel speaker. teori El das masa kuliah, wus lali


Emir Widya Menuliskan:Ooo gitu Mas, benar juga Mas, jadi DC keluar dari sinyal seperti itu?


pakde Menuliskan:menurut saya seperti itu Pak Emir, kalau sinyal yang dikeluarkan square atau terpotong terus maka conus speaker hanya maju terus berhenti mundur terus berhenti selaras dengan gunung dan lembah yang terpotong, suara jadi brek-brek kan jadi panas spoelnya padahal level tegangan hampir sama dengan tegangan catu.                    betul ndak Pak Emir ? kalau analisa saya salah mohon dibenarkan. Tapi enaknya pakai gambar memang tapi maaf saya online pakai HP.


Emir Widya Menuliskan:Itu betul Pak De, iya ya selaras dengan gerakan squre wave nya ya. Saya sendiri sampai tidak berpikir demikian Mas, dan satu lagi Mas, itu speaker diberi suara demikian dalam kondisi full power lagi Mas. Tentu saja gerakan tersebut menjadi sangat ekstrim Mas.


Tewel Menuliskan:kalo limiternya sebelum equalizer DC-nya bisa ilang..


pakde Menuliskan:memang pemasangan alat ini yang baik pada menu INSERT pada mixer.


Anda tidak bisa melihat link tautan yang tertulis pada halaman ini.

Silahkan klik DAFTAR atau LOGIN

01-09-2010
01:37 PM
(Postingan ini telah diubah pada : 23-05-2012 09:11 PM oleh Ant On Baruna.)
kutip |
Ant On Baruna
Patroler


Postingan: 923
Terdaftar: Aug 2010
Ngawi, Jawa Timur
Solfers: Unlimited
Donatur: Unlimited

Postingan: #7
 
Prastiyo Menuliskan:oh gitu ya.. sedikit demi sedikit saya pahami,
duh asyiknya berdiskusi..


lue Menuliskan:Kalo equipment audio processor/compressor/limitter, dianggap merusak speaker krn pemasangannya secara direct atau tdk melalui insert pada mixer. Kenapa produsen peralatan audio mengeluarkan produk ini? Kalo tujuan akhirnya merusak speaker?

Anggapan bahwa sinyal masukkan trs 'dipangkas' dari sinus menjadi kotak sebenarnya tdk demikian. Artinya sinyal yg berupa 'gunung' trs 'dipangkas' seolah-olah menjadi seperti kotak, menurut saya ini salah kaprah utk compressor/limitter. Walaupun 'dipangkas' tetap saja keluarannya adalah sinus

Justru menurut pendapat saya keberadaan audio processor/compressor/limitter sangat dibutuhkan utk mengatur keluaran dari mixer ke power amplifier, agar audio bisa 'terjaga' secara konstan .

Secara logika saja :
1. Seorang penyanyi ketika berbicara pelan menyapa penontonnya ' apa kabar.........?' trs tiba-tiba berteriak ' lanjut.........lagi...........masih pingin goyang lagi..........!' dgn level suara yg keras sekali sampai clip pada mixer. Apa yg terjadi pada speaker kalo secara tiba-tiba dihentak dgn suara keras?
2. Saat memutar lagu dgn intro yg lembut dan pada interlude menghentak keras sekali?
3. Penggantian equipment musik seperti gitar atau lainnya secara tiba-tiba tanpa memberitahu operatornya, asal cabut jack aja tanpa menurunkan level volumenya?

Nah dgn adanya peralatan audio processor/compressor/limitter sangat membantu utk menghindari contoh di atas. Karena mampu membatasi/limit dan meng-kompres sekaligus mem-proses. Selain itu juga mampu menekan desah apabila kondisi semua peralatan volumenya terbuka tanpa audio masukkan, sehingga tdk terdengar desah maupun desis di speakernya.

Apalagi di dunia broadcasting equipment audio processor/compressor/limitter sangat dibutuhkan sekali. Karena mutlak mampu membuat 'rata-rata' secara konstan volume audionya. Kita bisa membayangkan saja >> suara penyiar yg lembut suaranya kecil >> pendengar membesarkan volume radio penerimanya. Ketika musik yg keras >> pendengar mengecilkan volume radio penerimanya.............cape deh!

Dengan keberadaan audio processor/compressor/limitter inilah volume audio tetap 'terjaga' pada level yg disetting.


Prastiyo Menuliskan:hehehe....
saya yang baca juga harus tengok sana tengok sini...
tapi ya namanya diskusi. barangakli saya yg salah paham ya.

Terus lanjutkan, sungguh ini adalah masukan2 yang sangat berarti bagi seorang awam seperti saya.
Lanjutkan...!!!


kloengsoer Menuliskan:yang kecil boleh lewat,  yang pas boleh lalu, yang lebih sedikit dipangkas, yang lebih besar lagi dikempesin, yang sanggat besar dipotong2 biar muat,

kalau sudah terlalu itu pada output cuma ada setrum dc sebesar kemampuan compressor dan amplipun tetap mengira sebagai sinyal tanpa jeda tetap dikuatkan, akibatnya speaker seperti diberi setrum aki, tinggal tunggu bau harum khas saja,

seperlu nya saja, semua ada batasnya  :)


Prastiyo Menuliskan:mantaf mantaf.......
Jujur saja saya pada prakteknya masih [nol] pak..
tapi dengan adanya uraian dari para senio2 yang tentunya sudah mengalami teori dan praktek, setidaknya itu bisa memberi gambaran2 untuk nanti suatu saat jika memungkinkan untuk saya praktekkan.


indra_co_maniz Menuliskan:
Kutipan:Apalagi di dunia broadcasting equipment audio processor/compressor/limitter sangat dibutuhkan sekali. Karena mutlak mampu membuat 'rata-rata' secara konstan volume audionya. Kita bisa membayangkan saja >> suara penyiar yg lembut suaranya kecil >> pendengar membesarkan volume radio penerimanya. Ketika musik yg keras >> pendengar mengecilkan volume radio penerimanya.............cape deh!

Dengan keberadaan audio processor/compressor/limitter inilah volume audio tetap 'terjaga' pada level yg disetting.


kalau pada broadcast iya :D WAJIB ...

untuk live, nanti dulu. banyak yg mengasumsikan sound system kurang besar suara (intensitas) dengan menambah compressor memang mengamankan sinyal. tapi...

mengapa perlu ada limiter kalau ada clip indicator ??

berarti sudah jelaslah bahwa ...


Prastiyo Menuliskan:bahwa apa mas...
lanjutin dong mas... nanggung nih hehehe..
:D


adan Menuliskan:ibarat seperti bendungan ya pak mod


irawanfm Menuliskan:klo prosessor beda lagi ya?????............. :P


indra_co_maniz Menuliskan:sudah jelas mas prast :D


Prastiyo Menuliskan:Masih membayang2kan Mas...
:P


romy siregar Menuliskan:numpang lewat mas????
bukan kalo kita pakek compressor itu bakalan mengurangi keluar ya hasil audio kelespeker.....
apa ngak ada alat untu menambah daya dorong ya?????

tolong...........di bantu??????


tommykwitang Menuliskan:
Yassud Menuliskan:Waaduh kalau suda baca +.- dB kok susah kali nangkap nya. :shock:  :ngantuk:

Numpang praktek MOD seminggu aja, sebelum OT pertama ane digelar. :P


Bukannya dB itu malah membuat sederhana hitungan?! Perkalian jadi penjumlahan, pembagian jadi pengurangan. Desimal 100X = +20dB, des 1000x = 30dB, des 1/1000 = -30dB, des 1/100 = -20dB.

Misalkan sinyal 10 Watt kita anggap 10dB, ketika diperkuat 100X akan menjadi 1000Watt. Dalam hitungan db sinyal 10dB diperkuat 20dB hasilnya menjadi 30dB, tidak perlu angka yg besar dan hitungan perkalian atau pembagian sembako, eh enggak pake sembako deh. Maaf dalam contoh saya gunakan bilangan yang gampang2 dihitungnya untuk memudahkan pemahaman.

Nah masalah rumus konversi desimal ke dB silahkan tanya ke MOMOD Indra, beliau punya link sakti untuk menjawab tantangan ini. Monggo jangan malu2, supaya tidak pada pecah dipaluin barang2nya.


indra_co_maniz Menuliskan:
Kutipan:numpang lewat mas????
bukan kalo kita pakek compressor itu bakalan mengurangi keluar ya hasil audio kelespeker.....
apa ngak ada alat untu menambah daya dorong ya?????

tolong...........di bantu??????


compress itu untuk kestabilan suara, kalau tidak lebih maka tidak dikurangi dong :D
alat untuk menambah daya dorong ??, ada.

@mastommy : :D saya ngga ada link, ngga ngerti dB-dBan...


tommykwitang Menuliskan:
indra_co_maniz Menuliskan:
Kutipan:numpang lewat mas????
bukan kalo kita pakek compressor itu bakalan mengurangi keluar ya hasil audio kelespeker.....
apa ngak ada alat untu menambah daya dorong ya?????

tolong...........di bantu??????


compress itu untuk kestabilan suara, kalau tidak lebih maka tidak dikurangi dong :D
alat untuk menambah daya dorong ??, ada.

@mastommy : :D saya ngga ada link, ngga ngerti dB-dBan...


Akh masa, kang Indra kura2 dalam perahu.

Saya nimbrung dikit nih, justru audio compressor itu nambah daya dorong. Sinyal yang lemah diperkuat dengan nilai penguatan tinggi, yang kuat dibatasi. Sehingga semua sinyal terdengar jelas. Tapi kalau compressor disetel berlebihan, dinamika musiknya jadi hilang, jadi musik planet lain kali yah?! Setelan yang bagus ikuti petunjuk kang Indra diawal, saya setuju dan memang saya juga gunakan cara itu.

Audio compressor wajib di discotique dan untuk musik house, bikin bassnya lebih menggebuk dibadan serasa dipijat jago karate, tapi hati2 saat dipanggung, bisa bikin feedback, boleh pakai dipanggung tapi sekedarnya saja supaya agak gagah (padat) sedikit suaranya. Kalau Compressor wajib dibengkel dan tempat tambal ban, paling tidak buat ngebersihin alat2 yang berdebu. :roll:


indra_co_maniz Menuliskan:
Kutipan:tapi hati2 saat dipanggung, bisa bikin feedback, boleh pakai dipanggung tapi sekedarnya saja supaya agak gagah (padat) sedikit suaranya.


jangan lupa latency menyebabkan telat terutama untuk instrumen gebuk :D , kalau di FOH ngga ada pengaruhnya....


tommykwitang Menuliskan:Betul kang Indra, tapi saya jarang pakai audio compressor untuk live, biar alat2 musik pakai sendiri kalau mereka mau, tapi untuk master lebih suka yang alami. Sekali2nya pakai compressor di master cuma di Palu saat Tofu main disana. Saya berani karena ruangan dan speakernya mendukung, sehingga meskipun penyanyinya berdiri didepan FOH tak ada masalah, mungkin karena speaker aktip KV2 memang sudah dilengkapi delay sebelum x-over internalnya, jadi aman deh.


Kalo mau lanjut... silahkan...


Anda tidak bisa melihat link tautan yang tertulis pada halaman ini.

Silahkan klik DAFTAR atau LOGIN

01-09-2010
01:51 PM
(Postingan ini telah diubah pada : 23-05-2012 09:13 PM oleh Ant On Baruna.)
kutip |
taufiqur
Solfree


Postingan: 348
Terdaftar: Aug 2010
Jember-Jatim
Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #8
 
fungsi de-esser katanya untuk menghilangkan panjang desis, supaya desisnya bisa dipendekin/dihilangkan variabel diputar ke arah mana? kearah 0 atau kearah 10. tombol MALE fungsinya apa? mohon pencerahan reka-rekan SF........ ^:)^
02-09-2010
01:14 PM
kutip |
gwendy
Momod


Postingan: 3.899
Terdaftar: Aug 2010

Solfers: Unlimited
Donatur: Unlimited

Postingan: #9
 
makin ke kanan bunyi sibilans makin berkurang, klu terlalu ekastrim malah memotong treble. Fungsi male karena bunyi sibilans pria dan wanita sedikit berbeda. :D
11-09-2010
03:30 PM
kutip |
icm
Momod


Postingan: 7.191
Terdaftar: Sep 2010

Solfers: Unlimited
Donatur: Unlimited

Postingan: #10
 
Header reply panjang aja :D

de-esser diaktifkan ? Untuk apa.
11-09-2010
04:59 PM
kutip |
gwendy
Momod


Postingan: 3.899
Terdaftar: Aug 2010

Solfers: Unlimited
Donatur: Unlimited

Postingan: #11
 
Kutipan:de-esser diaktifkan ? Untuk apa.

mungkin mau rekaman hehe padahal vocalisnya klu nyanyi kerazzzzzzzsss...
ssssepi, zzzzzssayang dan banyak lagi yang zzzsssss..... :D
12-09-2010
10:47 AM
kutip |
Iven
Solfree


Postingan: 38
Terdaftar: Aug 2010

Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #12
 
taufiqur Menuliskan:fungsi de-esser katanya untuk menghilangkan panjang desis, supaya desisnya bisa dipendekin/dihilangkan variabel diputar ke arah mana? kearah 0 atau kearah 10. tombol MALE fungsinya apa? mohon pencerahan reka-rekan SF........ ^:)^


De~esser sbnrnya salah satu jenis comproser yg bkrja pada range freq tertentu,dlm hal ni pada freq atas,gunanya bwt 'numpulin' sibilans yg tajam,sibilans tuh brada pada freq atas.
Contoh..ch,sh,dan kwn kwnnya.

Salam
13-09-2010
04:30 AM
(Postingan ini telah diubah pada : 23-05-2012 09:17 PM oleh Ant On Baruna.)
kutip |
icm
Momod


Postingan: 7.191
Terdaftar: Sep 2010

Solfers: Unlimited
Donatur: Unlimited

Postingan: #13
 
Comproser juga yah de esser ?, berarti ada pengaturan timenya juga.

13-09-2010
09:24 AM
kutip |
Iven
Solfree


Postingan: 38
Terdaftar: Aug 2010

Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #14
 
Ga mas,maksudnya sifatnya kyk comp tp bekerja pada high freq.jd tidakt ada attack release kyk comp,tp ada treshold dan fitur treshold biasanya ada di deeser yg bersifat plug in didunia digital.
Oh iya,slh satu kegunaan comp slain yg uda dibahas diatas adalah utk dinamika.

Salam
13-09-2010
03:57 PM
kutip |
icm
Momod


Postingan: 7.191
Terdaftar: Sep 2010

Solfers: Unlimited
Donatur: Unlimited

Postingan: #15
 
Treshold atau angka 1 s.d 10 ?

13-09-2010
08:34 PM
kutip |
Iven
Solfree


Postingan: 38
Terdaftar: Aug 2010

Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #16
 
saya kurang ngerti maksud 1-10 tuh mas.... krn tiap mixer bisa beda beda maksudnya...
tp kalau "fungsi"nya 1-10 yang mas maksud itu sama dengan prinsip kerjanya treshold...berarti iya mas.


salam
14-09-2010
10:31 PM
kutip |
gwendy
Momod


Postingan: 3.899
Terdaftar: Aug 2010

Solfers: Unlimited
Donatur: Unlimited

Postingan: #17
 
saya nonton aja ahhh \:D/
19-09-2010
08:01 AM
kutip |
ihutm
Momod


Postingan: 442
Terdaftar: Aug 2010

Solfers: Unlimited
Donatur: Unlimited

Postingan: #18
 
Hehehehe... kl saya ngilangin sibilans cuma pakai kartu kredit bekas atau kartu ATM bekas atau kartu member bekas yg terbuat dr plastik.... maknyus
22-09-2010
10:50 AM
kutip |
taufiqur
Solfree


Postingan: 348
Terdaftar: Aug 2010
Jember-Jatim
Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #19
 
terima kasih penjelasan para solfer :-bd, sidikit mengerti de-esser :xx
22-09-2010
01:06 PM
kutip |
bejo
Solfree


Postingan: 16
Terdaftar: Sep 2010

Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #20
 
salam Kenal Dulu.. saya listening baru dan New Bie juga ini, setelah membaca dari atas sampai awal lumyan menambah juga pengertian saya mengenai compressor walaupun belum semua nya dan berbagai macam aplikasinya

saya memasang routing nya adalah sebagai berikut untuk keperluan lead Vocal

Mic ---->TUBE ULTRAGAIN T1953--------->COMPOSER PRO-XL MDX2600----------->ULTRAGRAPH FBQ-PRO FBQ6200------->MIxer----->output

dari Ruting diatas dan penjelasan dari rekan rekan apakah sudah betul apakah ada kekeliruan ini di routingnya ....

saya bermaksud menjaga level mic tetap stabil dan maximal di 0db

mohon pencerahan terhadap routing Composer nyavdan masukan nya

atau saya harus rubah Routing saya

dan mohon info sebaiknya utuk routing lead Vocal

matur nuwun

30-09-2010
11:48 AM
kutip |
gwendy
Momod


Postingan: 3.899
Terdaftar: Aug 2010

Solfers: Unlimited
Donatur: Unlimited

Postingan: #21
 
Kutipan:Mic ---->TUBE ULTRAGAIN T1953--------->COMPOSER PRO-XL MDX2600----------->ULTRAGRAPH FBQ-PRO FBQ6200------->MIxer----->output

mixernya pake power ? ( power mixer )
klu gak: Mic- Tube ultragain, mixer with insert MDX  - FBQ- Power amp.
Klu untuk recording apalagi digital sepertinya mixer gak perlu dipake : Mic- tube ultragain- MDX- langsung ke sound card.
30-09-2010
02:04 PM
kutip |
bejo
Solfree


Postingan: 16
Terdaftar: Sep 2010

Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #22
 
Matur Tengkyu Om Gwendy

Mixernya saya gunakan Bukan Power Mixer Om, Mixer standard saja biasa Behringer juga...

ok makasih saran nya..

kalau Mic- Tube ultragain- mixer with insert MDX  - FBQ- Power amp

"Mixer With Insert MDX" .. ini apakah tetap menggunakan Preamp Mic nya yang di mixer ya Om ?, karena di Tube Ultra Gain nya ada dua posisi inputnya, Input Sebagai Line in dan Input Sebagai Preamp, saran om Bagaimana, jadi saya saat ini tidak menggunakan Insert namun seperti di bawah ini

Mic-->Ultra GAin-->MDX--->FBQ--->Line in MIxer (Bukan Via Pre amp)

maTUR NUWUN

30-09-2010
02:20 PM
kutip |
gwendy
Momod


Postingan: 3.899
Terdaftar: Aug 2010

Solfers: Unlimited
Donatur: Unlimited

Postingan: #23
 
cara tersebut boleh saja tergantung bagaimana kita mendapatkan sound yang diinginkan, tentunya dengan memperhatikan banyaknya fase dari signal yang tergeser akibat penggunaan filter yang banyak dan penambahan noise karena banyaknya equipment yang terpasang.
30-09-2010
02:52 PM
kutip |
bejo
Solfree


Postingan: 16
Terdaftar: Sep 2010

Solfers: unregistered
Donatur: unregistered

Postingan: #24
 
Nah ... ini yang saya ingin lebih ketahui dengan kata "Banyak Fase dari Signal yang Tergeserakibat penggunaan filter yang banyak dan penambahan noise karena banyaknya equipment yang terpasang"

jadi apakah dengan statement tersebut diatas , arahannya adalah menggunakan Minimalisasi Equipment maupun Accesories ya Om ...

lalau bagaimana kita agar dapat mendapatkan audio yang baik...

kalau Om ... menggunakan routingnya seperti apa ya Om mohon Share nya...

matur nuwun
30-09-2010
03:00 PM
kutip |
gwendy
Momod


Postingan: 3.899
Terdaftar: Aug 2010

Solfers: Unlimited
Donatur: Unlimited

Postingan: #25
 
sebelum menambahkan seabrek equipment pemoles optimalkan dulu sourcenya .
yang paling banyak menggeser fase adalah EQ.

saya pake mic- mixer with insert compressor - DLMS - Power _ speaker.
30-09-2010
03:02 PM
kutip |