Create an Account
x

Log in

Username:

Password:
 

or Register

  Lupa Password/Reset Password?






orang mengakses topik ini: 1 Tamu
Bagikan ke: Facebook Twitter
Komentari 
sejarah GAMELAN Jawa
mada pratama
Solfree

Postingan: 208
Terdaftar: Sep 2010
Gamelan adalah seperangkat alat musik dengan nada pentatonis, yang terdiri dari : Kendang, Bonang, Bonang Penerus, Demung, Saron, Peking (Gamelan), Kenong & Kethuk, Slenthem, Gender, Gong, Gambang, Rebab,, Siter, Suling.

Komponen utama alat musik gamelan adalah : bambu, logam, dan kayu. Masing-masing alat memiliki fungsi tersendiri dalam pagelaran musik gamelan

Kata Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa “gamel” yang berarti memukul / menabuh, diikuti akhiran “an” yang menjadikannya sebagai kata benda.  Sedangkan istilah gamelan mempunyai arti sebagai satu kesatuan alat musik yang dimainkan bersama.

Tidak ada kejelasan tentang sejarah terciptanya alat musik ini. Tetapi, gamelan diperkirakan lahir pada saat budaya luar dari Hindu – Budha  mendominasi Indonesia. Walaupun pada perkembangannya ada perbedaan dengan musik India, tetap ada beberapa ciri yang tidak hilang, salah satunya adalah cara “menyanyikan” lagunya. Penyanyi pria biasa disebut sebagai wiraswara dan penyanyi wanita disebut waranggana.

Menurut mitologi Jawa, gamelan diciptakan oleh Sang Hyang Guru pada Era Saka. Beliau adalah dewa yang menguasai seluruh tanah Jawa, dengan istana yang berada di gunung Mahendra di daerah Medangkamulan (sekarang Gunung Lawu).

Alat musik gamelan yang pertama kali diciptakan adalah “gong”, yang digunakan untuk memanggil para dewa. Setelah itu, untuk menyampaikan pesan khusus, Sang Hyang Guru kembali menciptakan beberapa peralatan lain seperti dua gong, sampai akhirnya terbentuklah seperangkat gamelan.

Pada jaman Majapahit, alat musik gamelan mengalami perkembangan yang sangat baik hingga mencapai bentuk seperti sekarang ini dan tersebar di beberapa daerah seperti Bali, dan Sunda (Jawa Barat).

Bukti otentik pertama tentang keberadaan gamelan ditemukan di Candi Borobudur, Magelang Jawa Tengah yang berdiri sejak abad ke-8. Pada relief-nya terlihat beberapa peralatan seperti suling bambu, lonceng, kendhang dalam berbagai ukuran, kecapi, alat musik berdawai yang digesek dan dipetik, termasuk sedikit gambaran tentang elemen alat musik logam. Perkembangan selanjutnya, gamelan dipakai untuk mengiringi pagelaran wayang dan tarian. Sampai akhirnya berdiri sebagai musik sendiri dan dilengkapi dengan suara para sinden.

Gamelan yang berkembang di Jawa Tengah, sedikit berbeda dengan Gamelan Bali ataupun Gamelan Sunda. Gamelan Jawa memiliki nada yang lebih lembut apabila dibandingkan dengan Gamelan Bali yang rancak serta Gamelan Sunda yang mendayu-dayu dan didominasi suara seruling. Menurut beberapa penelitian, perbedaan itu adalah akibat dari pengungkapan terhadap pandangan hidup “orang jawa” pada umumnya.

Pandangan yang dimaksud adalah : sebagai orang jawa harus selalu “memelihara keselarasan kehidupan jasmani dan rohani, serta keselarasan dalam berbicara dan bertindak”. Oleh sebab itu, “orang jawa” selalu menghindari ekspresi yang meledak-ledak serta selalu berusaha mewujudkan toleransi antar sesama. Wujud paling nyata dalam musik gamelan adalah tarikan tali rebab yang sedang, paduan seimbang bunyi kenong, saron kendang dan gambang serta suara gong pada setiap penutup irama.

Penalaan dan pembuatan orkes gamelan adalah suatu proses yang sangat kompleks. Gamelan menggunakan empat cara penalaan, yaitu “sléndro”,  “pélog”,  ”Degung” (khusus daerah Sunda, atau Jawa Barat), dan “madenda” (juga dikenal sebagai diatonis), sama seperti skala minor asli yang banyak dipakai di Eropa.

    * Slendro memiliki 5 nada per oktaf, yaitu :  1 2 3 5 6 [C- D E+ G A] dengan perbedaan interval kecil.

    * Pelog memiliki 7 nada per oktaf, yaitu :  1 2 3 4 5 6 7 [C+ D E- F# G# A B] dengan perbedaan interval yang besar.

Komposisi musik gamelan diciptakan dengan beberapa aturan, yang terdiri dari beberapa putaran dan pathet, dibatasi oleh satu gongan serta melodinya diciptakan dalam unit yang terdiri dari 4 nada.


Sumber :

    * wikipedia.org
    * yogyes.com
    * supriantoeko.ngeblogs.com
    * photobucket.com
    * ngeteh.files.wordpress.com
    * wacananusantara.org



Baca Juga Topik Yang Mirip di bawah ini:
CARA NYETEL/NGLARAS GAMELAN AGAR SAMA PERSIS DGN PIAN0,DIATONIS
bagaiman cara bermain lagu langgam jawa
Gamelan
Sejarah Pop Minang Periode Awal

GUNAKAN BAHASA INDONESIA | UPDATE PROFIL ANDA | UPGRADE LEVEL MEMBER ANDA
Premieum exp: unregistered
Donatur exp: unregistered

postingan pada: 14-09-2010
Quote this message in a reply
Ant On Baruna
Patroler

Postingan: 929
Terdaftar: Aug 2010
Pembahasan gamelan juga ada di sini... [url="http://www.SOLFEGIO.com/topic/735-gamelan/"]Gamelan[/url]
Maap topik tersebut baru dipindahkan dari rumah lama...

Maaf lama gak aktif
Premieum exp: Unlimited
Donatur exp: Unlimited

postingan pada: 14-09-2010
Quote this message in a reply
arie abimanyu
Solfree

Postingan: 72
Terdaftar: Aug 2010
mada pratama Menuliskan:* Slendro memiliki 5 nada per oktaf, yaitu :  1 2 3 5 6 [C- D E+ G A] dengan perbedaan interval kecil.

    * Pelog memiliki 7 nada per oktaf, yaitu :  1 2 3 4 5 6 7 [C+ D E- F# G# A B] dengan perbedaan interval yang besar.


Apa tidak salah itu........ :D
Saya rasa itu bukan nada pentatonis pelog dan slendro tetapi nada diatonis yang hampir mirip dengan nada pelog dan slendro. Coba anda dengarkan nada-nada slendro dan pelog gamelan jawa dengan nada-nada pada keyboard.
Premieum exp: unregistered
Donatur exp: unregistered

postingan pada: 14-09-2010
Quote this message in a reply
mada pratama
Solfree

Postingan: 208
Terdaftar: Sep 2010
maksud saya itu kira-kira sound nadanya kalau dimainkan lewat keyboard.sekedar contoh aja.trims koreksinya.
Premieum exp: unregistered
Donatur exp: unregistered

postingan pada: 15-09-2010
Quote this message in a reply
arie abimanyu
Solfree

Postingan: 72
Terdaftar: Aug 2010
Sampai detik ini saya kira belum ada sistem nada-nada pelog slendro yang dapat diaplikasikan pada keyboard kecuali sampai pada diciptakannya oleh para elektronika jawa sistem pelarasan pelog dan slendro di keyboard. :-?

:-/Jangan sampai kita mencontohkan yang keliru. Mungkin maksud anda nada-nada itu hanya mirip, menurut saya pun juga demikian. Tetapi tentu kita tidak bisa mengatakan bahwa itu sama dengan keyboard hanya karena ada sebagian yang mirip.

Kebanyakan memang memahaminya seperti itu semenjak campursari tercipta........... [-O< :D
Premieum exp: unregistered
Donatur exp: unregistered

postingan pada: 16-09-2010
Quote this message in a reply
mada pratama
Solfree

Postingan: 208
Terdaftar: Sep 2010
ya betul maksud saya hanya mirip,ini sekedar contoh saja bagi yang benar2 awam tentang tangga nada slendro/pelog.klw pengen yg asli ya jelas dari sound gamelan asli to. :)
Premieum exp: unregistered
Donatur exp: unregistered

postingan pada: 16-09-2010
Quote this message in a reply
NINOrash
Solfree

Postingan: 4
Terdaftar: Nov 2010
Sebenarnya sudah ada orang yg mencoba nada nada dari gamelan dimasukan ke keyboard tapi hasilnya jadi gak natural jadi gak diteruskan.
Ini dilakukan Manthous bersama CSGK Majulancar. Yg pada akhirnya malah menggabungkan musik pentatonis dengan diatonis yang diberi nama CAMPURSARI. ini dilakukan untuk mempertahankan budaya dan tradisi jawa,  :-bd :-bd
Premieum exp: unregistered
Donatur exp: unregistered

postingan pada: 29-12-2010
Quote this message in a reply
fauzip
Solfers

Postingan: 808
Terdaftar: Oct 2010
Premieum exp: unlimited
Donatur exp: unregistered

postingan pada: 29-12-2010
Quote this message in a reply
mashandono
Solfree

Postingan: 93
Terdaftar: Apr 2011
wah kok malah bingung ya sama nada gamelan..
padahal wong jowo tulen je  ;))
Premieum exp: unregistered
Donatur exp: unregistered

postingan pada: 09-04-2011
Quote this message in a reply
ningnong techno
Solfree

Postingan: 62
Terdaftar: Oct 2010
Kalau yang pengin laras pelog /slendronya sama persis sama gamelan, salah satu solusinya dengan mengedit tuning ditiap2 tuts kybod ( kl yamaha psr di menu scale tune )
Biasanya untuk membuat laras slendronya, karena menurut saya untuk larasan pelog anggap saja sudah mirip sama nada2 diatonis pada kyboard...
Premieum exp: unregistered
Donatur exp: unregistered

postingan pada: 03-06-2011
Quote this message in a reply
ibe1023
Solfree

Postingan: 11
Terdaftar: Apr 2011
kalo gamelan jawa gaya yogyakarta / solo tonikanya mendekati Bb.
pengalaman main kolaborasi pelog selendro dengan instrumen barat, memang sedikit menguras pikiran dengan beberapa teori musik yg agak berat (untuk saya pribadi) yang harus berkulik dengan kontrapung :D
untuk campursari biasanya kami pakai gamelan (saron/demung) dengan jumlah bilah yg berbeda disesuaikan dengan tuning keyboard. ( biasanya gamelan di tuning A dengan jumlah bilah sampai 12 bahkan lebih )
makasih om :D
Premieum exp: unregistered
Donatur exp: unregistered

postingan pada: 01-08-2014
Quote this message in a reply
Komentari 





Antoni Pasaribu | Solfegio Forum Lama

DMCA.com Protection Status
Statistik
Yang mengakses SF saat ini sebanyak 115 orang.
» 0 Anggota SF | 115 Tamu


» Jumlah Anggota: 48.804
» Jumlah Topik: 13.542
» Jumlah Postingan: 239.693
» Anggota Baru: LukasEddie
Statistik Lengkap

News

Latest Threads
tortor embas
Last Post: rezkyunitaa_
Ogung &amp; Elek-elek
Last Post: rezkyunitaa_
YEP style Batak
Last Post: rezkyunitaa_
Solfegio YEP v.1
Last Post: rezkyunitaa_
Software Simulasi Skema (...
Last Post: Marthin
Test ......ketik posting....
Last Post: Marthin
Perkenalan
Last Post: Marthin
OCL 150 TEF
Last Post: Begelz
Salam kenal
Last Post: Begelz
Teori Ground Brigde Pada ...
Last Post: keyla
CLASS TD
Last Post: mintu
Tentang steper h900 tef
Last Post: Abraham
Cara Merancang Amplifier
Last Post: Abraham
PERKENALAN
Last Post: Abraham
Sampling SULING / Serulin...
Last Post: rezkyunitaa_
GONDANG BATAK + STRINGS
Last Post: rezkyunitaa_
Belajar Buat Style
Last Post: rezkyunitaa_
Style Goyang Dumang
Last Post: rezkyunitaa_
style patam
Last Post: rezkyunitaa_
Elek-Elek
Last Post: rezkyunitaa_