Solfegio Forum
matrix 1.4 - Printable Version

+- Solfegio Forum (https://solfegio.com)
+-- Forum: Sound System (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=4)
+--- Forum: Power Amplifier (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=21)
+--- Thread: matrix 1.4 (/showthread.php?tid=1218)



RE: matrix 1.4 - bimo_tok - 28-02-2014

Saya simulasikan schematic Matrix yang saya download dari websitenya.
Cacatnya cukup besar, jauh lebih besar dari amplifier transistor pada umumnya. Ini disebabkan karena penguatannya terlalu besar. Saya tidak mengerti kenapa penguatannya sebesarnya ini, padahal output standard audio pro / PA adalah 1.736 Vp. Sedangkan level input 29mVp sudah bikin ampli ini clip. Ampli dengan cacat paling besar yg pernah saya simulasikan.
Lalu current mirror tidak pakai resistor di emitornya. Kalau VBE transistor current mirror ngga di "match", current mirror ngga akan kerja, mendingan pakai resistor.
Lalu tegangan referensi buat cascode di LTP pakai banyak dioda. Buat apa? Mending pakai satu dioda zener. Dan masih banyak lagi disain yang menurut saya aneh. Terus terang saya tidak mengerti pertimbangan disainernya dalam membuat ampli ini.


RE: matrix 1.4 - didiet78 - 28-02-2014

Karena referensi atau selera orang berbeda-beda. Yang bagus menurut mas @bimo_tok belum tentu bagus menurut orang lain.
Cacat besar tapi kalau suaranya sesuai selera, apa salahnya. Semua orang menyukai distorsi, hanya cacat yang bagaimana yang disukai yang berbeda.

Pada dasarnya PA outdoor berbeda dengan PA untuk home audio.


Didiet


RE: matrix 1.4 - nafiri - 28-02-2014

Melu nyimak ...
Mungkin yg dimaksud input sensitivity standar 1.7 vpp... mohon dikoreksi


RE: matrix 1.4 - danzrose - 28-02-2014

mas @bimo_tok, sudah simulasi yg baru, katanya gain sudah atidak ulktra lagi, tapi feminin...


RE: matrix 1.4 - didiet78 - 28-02-2014

Bukan 2vpp? Dac ku nggak standar berarti.


RE: matrix 1.4 - nafiri - 28-02-2014

Podo mas didiet kata .. dvd playerku 2vpp juga


RE: matrix 1.4 - bimo_tok - 28-02-2014

(28-02-2014, 03:11 PM)danzrose Wrote: mas @bimo_tok, sudah simulasi yg baru, katanya gain sudah atidak ulktra lagi, tapi feminin...

Namanya juga ingin belajar, jadi ya aku simulasiin, biar tahu cara kerjanya.
Tentang distorsi, pandangan tiap-tiap orang beda. Dan sensitivitas telinga orang juga berbeda. Aktu tidak mengatakan kalau cacatnya tinggi jelek, karena ada juga orang yang suka. Misalnya amplifier tabung dibuat kliping di ampli gitar.
Tapi umumnya kalau amplifier solid state cacat segitu ngga enak.
Jadi komentarku sebelumnya hanya bersifat teknis. Sekarang baru diminta komentar yang bersifat opini.
Aku sendiri dalam disain ampli juga tidak mengejar cacat serendah-rendahnya. Aku akan mengutamakan slew rate dibandingkan cacat. Tapi aku punya target maksimum cacat pada simulasi yaitu kurang dari 0,01%. Pada saat implementasi pasti cacat akan meningkat karena ketidakakuratan model, ketidak sempurnaan layout dan pattern pada PCB.
Aku pikir kita bisa bebas mendiskusikan kenapa seorang disainer ampli memilih ini dan itu. Apa alasan teknisnya. Sehingga kita bisa belajar juga.

Untuk standard line level bisa di search di google, berapa level tegangan untuk audio pro dan home. Di buku buku Douglas Self juga ada.


RE: matrix 1.4 - didiet78 - 28-02-2014

Jadi standar line level bukan standar sensitivitas input Amplifier ?

Didiet


RE: matrix 1.4 - samsi - 01-03-2014

ikut menyimak....


RE: matrix 1.4 - bimo_tok - 01-03-2014

(28-02-2014, 09:51 PM)didiet78 Wrote: Jadi standar line level bukan standar sensitivitas input Amplifier ?

Didiet

Sensitivitas input amplifier ngga ada standard nya. Terserah sama yang bikin amplifier. Karena alat-alat audio/video untuk rumah ada standard level outputnya, demikian juga untuk audio pro, maka seringkali diperlukan pre-amp untuk menjembatanya perbedaan level ini. Pre-amp bisa melemahkan atau menguatkan tegangan dari line level agar levelnya bisa sepadan dengan sensitivitas input amplifier.

Kenapa banyak orang Indonesia sulit diajak berdiskusi ya? Padahal berbeda pendapat adalah hal yang lumrah. Apalagi ini mendiskusikan soal yang teknis. Pasti bisa diperdebatkan secara logis. Kalau hal yang subyektif tidak bisa diperdebatkan. Aku suka warna coklat, pasti tidak mungkin minta aku untuk membencinya :-)

Kalau ada orang berargumen dengan argumen yang teknis atau logis, tolong didebat juga dengan argumen yang teknis atau logis. Tidak perlu berkomentar "sok pintar" atau menuduh "menjelek-jelekkan". Namanya manusia bisa saja salah, maka perlu saling mengingatkan. Dengan sering berdiskusi tentang hal yang teknis maka kita bisa saling belajar.