![]() |
|
Cara Merancang Amplifier - Printable Version +- Solfegio Forum (https://solfegio.com) +-- Forum: Sound System (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=4) +--- Forum: Power Amplifier (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=21) +--- Thread: Cara Merancang Amplifier (/showthread.php?tid=14381) |
RE: Cara Merancang Amplifier - bimo_tok - 26-06-2014 Hasil simulasi amplifier kelas G. Di internet sering dipertukarkan antara kelas G dan H. Tapi saya meyakini kelas G itu power supply nya (garis biru dan merah) mengikuti bentuk sinyal outputnya. Sedangkan kelas H, power supplynya ON/OFF (kotak). Masih ada noise switching di power supply terutama di frekuensi tingginya. Ini sekedar iseng, buat belajar saja. Balasan: Cara Merancang Amplifier - gantex - 27-06-2014 setahu saya juga gitu kang, selain itu untuk kelas G juga lebih boros final kang karena jumlah output ada 2 bagian antara tegangan rendah dan tinggi tidak seperti kelas H sehingga butuh pendingin yg sama dengan finalnya karena panas yg dihasilkan cukup tinggi. dan yg saya tahu juga kelaas H hasil dari kelas G :-) RE: Cara Merancang Amplifier - bimo_tok - 28-06-2014 Blameless 150 sudah final. Setelah melakukan simulasi berkali-kali, akhirnya ketemu komposisi yang menghasilkan THD 20 kHz paling rendah pada beban 8 Ohm. Lalu dicoba di rangkaian sebenarnya. Alhamdulillah, kualitas frekuensi tingginya hampir tidak bisa dibedakan dengan VSSA. Cocok untuk home audio atau sebagai pengganti OCL 150. Paling telat sebulan lagi, PCB nya tersedia untuk umum. RE: Cara Merancang Amplifier - mhsurs - 28-06-2014 next mas bim . kalou transistor di rangkai darlington atau dua ef bisa menaikkan sr RE: Cara Merancang Amplifier - bimo_tok - 28-06-2014 (28-06-2014, 11:02 PM)mhsurs Wrote: next mas bim . kalou transistor di rangkai darlington atau dua ef bisa menaikkan sr SR maksudnya slew rate? Slew rate tidak ditentukan oleh konfigurasi transistor output. Pada amplifier yang menggunakan voltage feedback seperti blameless 150, slew rate nya ditentukan salah satunya oleh besarnya arus yang mengisi kapasitor kompensasi. Maka sumber arus tetap pada LTP saya buat cukup tinggi yaitu sekitar 4mA. Resistor pada emitor transistor LTP juga meningkatkan slew rate. Intinya jika di jalur sinyal ada kapasitor, baik yang berbentuk fisik ataupun kapasitor internal dari transistor, kapasitor parasitik akibat rancangan jalur PCB, maka slew rate nya ditentukan oleh besarnya arus yang mengisi kapasitor tersebut. Balasan: Cara Merancang Amplifier - imronhabibi - 29-06-2014 kayaknya menarik beneran nih RE: Cara Merancang Amplifier - mhsurs - 29-06-2014 iy tu yg kmaksut . blameles 150 apakah sama mksutnya dg blameles 270 . r4 blameles 270 apakah itu tidak mnambah ccat jika di banding klo tidak dipakai mas ? RE: Cara Merancang Amplifier - bimo_tok - 29-06-2014 (29-06-2014, 05:39 AM)mhsurs Wrote: iy tu yg kmaksut . blameles 150 apakah sama mksutnya dg blameles 270 . r4 blameles 270 apakah itu tidak mnambah ccat jika di banding klo tidak dipakai mas ? Topologi Blameless 270 dan Blameless 150 sama, tapi dasar filosofi perancangannya berbeda. Blameless 270 dirancang untuk penggunaan public address sehingga ada proteksi untuk transistor outputnya, sedangkan blameless 150 tidak ada. Pada Blameless 150 memakai capacitance multiplier pada inputnya sedangkan Blameless 270 tidak. Capacitance multiplier meningkatkan PSRR tapi kena pinalti tegangan input berkurang sekitar 2V sehingga daya maksimalnya sedikit berkurang. R4 pada Blameless 270 hanya untuk mengurangi disipasi daya T3 pada versi final Blameless 150 saya menggunakannya juga. Ini tidak mempengaruhi kualitas suara. Yang meningkatkan slew rate bukannya R4 pada Blameless 270 tapi R1 dan R2 yang diparalel oleh R3. R4 adalah bagian dari rangkaian sumber arus tetap, sedangkan R1, R2, dan R3 mempengaruhi slew rate dan penguatan tegangan open loop. Saya yakin Blameless 270 bisa langsung berfungsi walaupun belum saya coba, seperti halnya Blameless 150 yang bisa berfungsi begitu pertama kali dicoba. Namun Blameless 270 ini belum saya optimasi, jadi silakan disimulasikan dan dimodif untuk mendapatkan spesifikasi yang lebih baik. Namun dengan adanya rangkaian proteksi pada bagian output akan menambah THD. Tapi itulah engineering, kita selalu mengkompromikan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain. RE: Cara Merancang Amplifier - bimo_tok - 30-06-2014 Ternyata banyak rancangan KIT amplifier yang ngawur. Frekuensi suara yang bisa didengar manusia adalah dari 20 Hz sampai 20kHz. Jadi frekuensi respon amplifier pada sinyal keluaran sebelum terjadi clipping harus minimal 20 Hz sampai 20kHz. Ini ada yang cuman 4kHz ada yang 5kHz :xx Untuk cacat harmoniknya atau THD harus kurang dari 0,1%. Untuk rancangan tahun 1970-an, THD 0,1% sudah termasuk bagus. Namun untuk jaman sekarang sudah umum THD nya 0,01% bahkan lebih dari 10 tahun yang lalu saya merancang amplifier dan mengukur THD-nya sebesar 0,006%. Jadi masih banyak orang yang tidak mengerti suara yang baik itu seperti apa, jadi banyak yang membeli KIT amplifier yang dirancang oleh orang yang tidak mengerti elektronik. Balasan: Cara Merancang Amplifier - zia - 30-06-2014 Ya mas bimo, karena sebenarnya yang bikin kit/skema dipasaran itu bukanlah desainer. Biasanya mereka meniru skema jadul terus dimodifikasi. Karena keterbatasan/ketiadaan pengetahuan yang cukup, modifikasi berdasarkan otak atik gatuk saja. Jadi bisa bunyi dengan kualitas biasa pun, itu sebenarnya sudah bagus. Jika mas bimo membuat desain PA dengan dasar , kalkulasi, simulasi dan implementasi yang benar, saya rasa telah membuat perubahan yang revolutif untuk dunia per-kit-an PA di indo... |