Solfegio Forum
Box khusus dangdut - Printable Version

+- Solfegio Forum (https://solfegio.com)
+-- Forum: Sound System (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=4)
+--- Forum: Loudspeaker (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=20)
+--- Thread: Box khusus dangdut (/showthread.php?tid=2266)



- fauzip - 10-12-2010

konsep yg seragam gimana kang icm..
apakah setuju dengan konsep ini: speaker yg bagus itu, gak peduli jenis musiknya apa, tetap enak didengarkan. karena tidak memberi pewarnaan / merubah apa yg masuk dari input konektor speaker. suara yg masuk = suara yg keluar, hanya dalam level yg jauh lebih besar
sederhananya: speaker SS yg bagus itu = studio monitor profesional untuk mastering tapi levelnya raksasa
bagaimana  :))
konsepnya muluk2 sekali bapak fauzip ini  =)) implementasinya? pasti berhubungan dgn punya duit berapa  :))



- fauzip - 10-12-2010

konsep yg seragam gimana kang icm..
apakah setuju dengan konsep ini: speaker yg bagus itu, gak peduli jenis musiknya apa, tetap enak didengarkan. karena tidak memberi pewarnaan / merubah apa yg masuk dari input konektor speaker. suara yg masuk = suara yg keluar, hanya dalam level yg jauh lebih besar
sederhananya: speaker SS yg bagus itu = studio monitor profesional untuk mastering tapi levelnya raksasa
bagaimana  :))
konsepnya muluk2 sekali bapak fauzip ini  =)) implementasinya? pasti berhubungan dgn punya duit berapa  :))



- bang_dewa - 10-12-2010

saya setuju dengan bang fauzip, box jenis horn flare atau congorus maximus akan terasa lebih kencang / lantang berteriak apalagi jika diberi speaker berukuran 12".
sampai sekarng saya jg masih enggak hbs pikir mengapa rekan² SS masih bertumpu kpd speaker 18" untuk jenis musik dangdut. setahu saya speaker 18" sangat optimal menghandle guitar bass dan kick, mungkin bisa ditambah flor tom. untuk kendang dut mungkin lebih optimal dihandle oleh 15" tersebut, jika saya mengamati para SE rental akan lebih mem-bosting freq 250Hz-100Hz krn mrk menggunakan spk 18" demi menghentak dada penonton. saya sendiri akan mencantumkan sub 15" ke dlm daftar raiders apabila saya menghandle event jenis dangdut. mungkin moderator bs menambah atau mengkritisi pendapat saya... monggo...  :D


- bang_dewa - 10-12-2010

saya setuju dengan bang fauzip, box jenis horn flare atau congorus maximus akan terasa lebih kencang / lantang berteriak apalagi jika diberi speaker berukuran 12".
sampai sekarng saya jg masih enggak hbs pikir mengapa rekan² SS masih bertumpu kpd speaker 18" untuk jenis musik dangdut. setahu saya speaker 18" sangat optimal menghandle guitar bass dan kick, mungkin bisa ditambah flor tom. untuk kendang dut mungkin lebih optimal dihandle oleh 15" tersebut, jika saya mengamati para SE rental akan lebih mem-bosting freq 250Hz-100Hz krn mrk menggunakan spk 18" demi menghentak dada penonton. saya sendiri akan mencantumkan sub 15" ke dlm daftar raiders apabila saya menghandle event jenis dangdut. mungkin moderator bs menambah atau mengkritisi pendapat saya... monggo...  :D


- bang_dewa - 10-12-2010

saya setuju dengan bang fauzip, box jenis horn flare atau congorus maximus akan terasa lebih kencang / lantang berteriak apalagi jika diberi speaker berukuran 12".
sampai sekarng saya jg masih enggak hbs pikir mengapa rekan² SS masih bertumpu kpd speaker 18" untuk jenis musik dangdut. setahu saya speaker 18" sangat optimal menghandle guitar bass dan kick, mungkin bisa ditambah flor tom. untuk kendang dut mungkin lebih optimal dihandle oleh 15" tersebut, jika saya mengamati para SE rental akan lebih mem-bosting freq 250Hz-100Hz krn mrk menggunakan spk 18" demi menghentak dada penonton. saya sendiri akan mencantumkan sub 15" ke dlm daftar raiders apabila saya menghandle event jenis dangdut. mungkin moderator bs menambah atau mengkritisi pendapat saya... monggo...  :D


- ihutm - 10-12-2010

Fauzi wrote  (pakai kutipan ,error servernya)
apakah setuju dengan konsep ini: speaker yg bagus itu, gak peduli jenis musiknya apa, tetap enak didengarkan. karena tidak memberi pewarnaan / merubah apa yg masuk dari input konektor speaker. suara yg masuk = suara yg keluar, hanya dalam level yg jauh lebih besar
sederhananya: speaker SS yg bagus itu = studio monitor profesional untuk mastering tapi levelnya raksasa


Nggak juga mas, studio monitor juga memberi kolorasi. Saat ini saya punya Genelec 8030, Yamaha HM5 dan Warfedale Crystal 8", tiga-tiga nya flat..tapi warna yg dibunyikan berbeda.....
Bahkan distudio besar, Coloring yg diberikan antara monitor speaker yg 6-8" akan berbeda dgn 12" (saya pernah pakai Genelec diameter ini hanya utk menguji beda diantara 2 sistem monitor).

Dilain sisi, menurut saya ada 'karakter' tertentu yg di'kandung' oleh type/merk speaker sehingga pemanfaatannya pun berbeda.
Kalau ada yg bilang "loh, akalu begitu, setiap aliran musik, atau alat musik harusnya speakernya beda dong?"... jawabannya..kalau mau sempurna, YA... masalahnya, kita hanya mencari pendekatan yg paling maksimum ke kesempurnaan itu dengan berbagai cara khan?? Ketidak sempurnaan itulah yg membuat manusia berakal.... 

:) :)


- ihutm - 10-12-2010

Fauzi wrote  (pakai kutipan ,error servernya)
apakah setuju dengan konsep ini: speaker yg bagus itu, gak peduli jenis musiknya apa, tetap enak didengarkan. karena tidak memberi pewarnaan / merubah apa yg masuk dari input konektor speaker. suara yg masuk = suara yg keluar, hanya dalam level yg jauh lebih besar
sederhananya: speaker SS yg bagus itu = studio monitor profesional untuk mastering tapi levelnya raksasa


Nggak juga mas, studio monitor juga memberi kolorasi. Saat ini saya punya Genelec 8030, Yamaha HM5 dan Warfedale Crystal 8", tiga-tiga nya flat..tapi warna yg dibunyikan berbeda.....
Bahkan distudio besar, Coloring yg diberikan antara monitor speaker yg 6-8" akan berbeda dgn 12" (saya pernah pakai Genelec diameter ini hanya utk menguji beda diantara 2 sistem monitor).

Dilain sisi, menurut saya ada 'karakter' tertentu yg di'kandung' oleh type/merk speaker sehingga pemanfaatannya pun berbeda.
Kalau ada yg bilang "loh, akalu begitu, setiap aliran musik, atau alat musik harusnya speakernya beda dong?"... jawabannya..kalau mau sempurna, YA... masalahnya, kita hanya mencari pendekatan yg paling maksimum ke kesempurnaan itu dengan berbagai cara khan?? Ketidak sempurnaan itulah yg membuat manusia berakal.... 

:) :)


- ihutm - 10-12-2010

Fauzi wrote  (pakai kutipan ,error servernya)
apakah setuju dengan konsep ini: speaker yg bagus itu, gak peduli jenis musiknya apa, tetap enak didengarkan. karena tidak memberi pewarnaan / merubah apa yg masuk dari input konektor speaker. suara yg masuk = suara yg keluar, hanya dalam level yg jauh lebih besar
sederhananya: speaker SS yg bagus itu = studio monitor profesional untuk mastering tapi levelnya raksasa


Nggak juga mas, studio monitor juga memberi kolorasi. Saat ini saya punya Genelec 8030, Yamaha HM5 dan Warfedale Crystal 8", tiga-tiga nya flat..tapi warna yg dibunyikan berbeda.....
Bahkan distudio besar, Coloring yg diberikan antara monitor speaker yg 6-8" akan berbeda dgn 12" (saya pernah pakai Genelec diameter ini hanya utk menguji beda diantara 2 sistem monitor).

Dilain sisi, menurut saya ada 'karakter' tertentu yg di'kandung' oleh type/merk speaker sehingga pemanfaatannya pun berbeda.
Kalau ada yg bilang "loh, akalu begitu, setiap aliran musik, atau alat musik harusnya speakernya beda dong?"... jawabannya..kalau mau sempurna, YA... masalahnya, kita hanya mencari pendekatan yg paling maksimum ke kesempurnaan itu dengan berbagai cara khan?? Ketidak sempurnaan itulah yg membuat manusia berakal.... 

:) :)


- bintang sound - 10-12-2010

ihutm link=topic=2585.msg28972#msg28972 date=1291947542 Wrote:Fauzi wrote  (pakai kutipan ,error servernya)
apakah setuju dengan konsep ini: speaker yg bagus itu, gak peduli jenis musiknya apa, tetap enak didengarkan. karena tidak memberi pewarnaan / merubah apa yg masuk dari input konektor speaker. suara yg masuk = suara yg keluar, hanya dalam level yg jauh lebih besar
sederhananya: speaker SS yg bagus itu = studio monitor profesional untuk mastering tapi levelnya raksasa


Nggak juga mas, studio monitor juga memberi kolorasi. Saat ini saya punya Genelec 8030, Yamaha HM5 dan Warfedale Crystal 8", tiga-tiga nya flat..tapi warna yg dibunyikan berbeda.....
Bahkan distudio besar, Coloring yg diberikan antara monitor speaker yg 6-8" akan berbeda dgn 12" (saya pernah pakai Genelec diameter ini hanya utk menguji beda diantara 2 sistem monitor).

Dilain sisi, menurut saya ada 'karakter' tertentu yg di'kandung' oleh type/merk speaker sehingga pemanfaatannya pun berbeda.
Kalau ada yg bilang "loh, akalu begitu, setiap aliran musik, atau alat musik harusnya speakernya beda dong?"... jawabannya..kalau mau sempurna, YA... masalahnya, kita hanya mencari pendekatan yg paling maksimum ke kesempurnaan itu dengan berbagai cara khan?? Ketidak sempurnaan itulah yg membuat manusia berakal.... 

:) :)
setuju ato itu yg jadi tangtangan para solfer hii hii hui


- bintang sound - 10-12-2010

ihutm link=topic=2585.msg28972#msg28972 date=1291947542 Wrote:Fauzi wrote  (pakai kutipan ,error servernya)
apakah setuju dengan konsep ini: speaker yg bagus itu, gak peduli jenis musiknya apa, tetap enak didengarkan. karena tidak memberi pewarnaan / merubah apa yg masuk dari input konektor speaker. suara yg masuk = suara yg keluar, hanya dalam level yg jauh lebih besar
sederhananya: speaker SS yg bagus itu = studio monitor profesional untuk mastering tapi levelnya raksasa


Nggak juga mas, studio monitor juga memberi kolorasi. Saat ini saya punya Genelec 8030, Yamaha HM5 dan Warfedale Crystal 8", tiga-tiga nya flat..tapi warna yg dibunyikan berbeda.....
Bahkan distudio besar, Coloring yg diberikan antara monitor speaker yg 6-8" akan berbeda dgn 12" (saya pernah pakai Genelec diameter ini hanya utk menguji beda diantara 2 sistem monitor).

Dilain sisi, menurut saya ada 'karakter' tertentu yg di'kandung' oleh type/merk speaker sehingga pemanfaatannya pun berbeda.
Kalau ada yg bilang "loh, akalu begitu, setiap aliran musik, atau alat musik harusnya speakernya beda dong?"... jawabannya..kalau mau sempurna, YA... masalahnya, kita hanya mencari pendekatan yg paling maksimum ke kesempurnaan itu dengan berbagai cara khan?? Ketidak sempurnaan itulah yg membuat manusia berakal.... 

:) :)
setuju ato itu yg jadi tangtangan para solfer hii hii hui