Solfegio Forum
perkiraan Harga sewa - Printable Version

+- Solfegio Forum (https://solfegio.com)
+-- Forum: Sound System (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=4)
+--- Forum: SS Lain-Lain (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=24)
+--- Thread: perkiraan Harga sewa (/showthread.php?tid=1185)



- yoesam - 04-10-2010

Memang seperti itu kondisinya pak tommy....permasalahan mendasar mungkin karena pengusaha rental Sound system tidak punya lembaga profesi atopun asosiasi semacam IDI , HAKI, dll yg mengatur standarisasi dan pernik-pernik lainnya. Jadi lebih terkesan kurang menghargai profesinya sendiri, sehingga krn kurang/tidak kompak sesama pengusaha rental SS yg terjadi adalah perang harga.


- Tommykwitang - 04-10-2010

Menyedihkan...... :((


- aan 2008 - 04-10-2010

Saya juga salah satu yang mundur dari kejamnya dunia perSSan,,, walapun untuk sekelas RT,,,,
Karena kalah di alat dan modal...... ( yang lain menggunakan audax, JBL... dan power builtup, sedangkan saya masih berkutat dengan Canon, ACR dan power rakitan....)
Akhirnya memilih untuk mencari pekerjaan lain, untuk bertahan hidup.....
Walaupun masih panasaran dengan DUNIA PER_SS_an.....
Dan ingin menjalankan kembali usaha tersebut,,,,
xixiixixixi,,,,,


- ihutm - 04-10-2010

Hahahhahah  =)) =)) =)) =)) =)) =))

Dari dulu udah beberapa kali uapaya ini aku lakukan, apalagi SS ku cuma dikota kecil.... kota kecamatan berpenduduk 4.000 KK, dgn sound system rental ada 13 .
Kita udah sepakat,bahwa sewa terendah utk 1 x event adalah Rp.1,3 juta, shg pemilik masih bisa ngantongin Rp.500.000 sekali main (walaupun menurut aku, utk investasiku gak akan BEP sd 4 tahun)...... nggak sampai 2 bulan kesepakatan hancur, karena pemilik SS yg lain punya ribuan alasan.....
1. Nggak tega cuma dipakai wiritan, akhirnya di charge 700.000
2. Job makin sepi, susah utk ngasapin dapur, akhirnya kembali ke 900.000.
3. Pelanggan membandingkan dgn kota terdekat juga cuma 1 juta....
4. Dan berbagai alasan lain.........

Dan akhirnya, aku sendirian sekarang dgn harga nmahal.... dan kupikir juga...OK lah... Silahkan lanjut...tapi tidak akan ku"gadai"kan alatku yg hampir Built Up semua (kecuali kabel) dengan harga 900.000 sekali main.

Bahkan seandainya modalku cuma 50 juta -pun, nggak akan aku main dgn bayaran 800.000 ....... 


- Menying - 04-10-2010

salut lae ihut..tu mirip log zhelebour..beliau punya rig nexo 5 M, cuma buat maen artis2 logiss records...
cari makan dari sumber lain jadi SSnya tetap terjaga rate-nya. payu ra payu ra pathek-en  :D

bung tommy layak jadi kandidat ketua PSSI persatuan SS indonesia. yeahhh


- dar_mon - 04-10-2010

kloengsoer link=topic=1459.msg8673#msg8673 date=1285921884 Wrote:harga per paket (1 event) 750 Kotor

pengeluaran :

jatah bensin (angkutan) 150
jatah solar ( diesel) 150
jatah crew 100
jatah Tenda 150
jatah Kursi 100
penyusutan 50

jumlah = 700


~X( pemilik cuma dapat jatah 50  :xx :xx :xx :xx :xx :xx
permisalan SSnya di paketnya dengan OT (organ tunggal) atau kesenian lainya gimana??....mungkin akan lebih di hargai.....tenda dan segala macem di paketkan tersendiri :) monggo di lanjut


- Tommykwitang - 04-10-2010

Tahun 2000 dari survey saya di wilayah Bekasi, menggunakan hitungan tarif/KW. Jadi semakin besar perangkat yg disewa semakin tinggi harga sewanya. Nampaknya hitungan harga berdasarkan daya dan fasilitas extra yg diminta seperti wireless mic, personal monitor, dll dicharge biaya tambahan cukup adil.

Faktor lain yang sangat diharuskan adalah kemampuan Soundman dalam melakukan seting perangkat sound dan balancing pada mixer. Kemampuan crew dalam menata, kerapihan dan estetika sangat penting meskipun alatnya bukan kelas atas, karena banyak sekali orang2 yg takut listrik, jadi kabel yang berantakan sangat menurunkan simpati penyewa, mereka khawatir kalau sampai ada anak2 yg mati tersengat listrik atau jatuh tersandung kabel, pesta meriah berakhir dikantor polisi.

Di Bekasi kebanyakan rental mulai dari sound rakitan. Dari profesionalisme kerja itu telah mengangkat mereka dari rental ss kelas bawah menjadi kelas cafee/mall, yg ordernya bisa bersambung terus. Sebagian besar kegiatan yg menggunakan sound system kelas bawah dan menengah di Jakarta dikuasai oleh rental2 Bekasi. Jadi dari pengamatan saya yang  dapat mengangkat kelas rental ss adalah kemampuan sm dan crew dilapangan, bukan alatnya. Kalau rentalnya banyak order dengan tarif yg bagus, maka dengan sendirinya peningkatan peralatan mudah dilakukan. Itulah sebabnya penting sekali memperhatikan kwalitas dan kesejahteraan sm dan crew, agar mereka mudah meningkatkan kemampuan bila pelatihan dan kesejahteraannya memadai. Biasanya tarif akan naik sendiri bila kita telah meraih minat masyarakat, dan uang tip untuk crew jadi lebih mudah keluar bila pelanggan puas. Karena pelanggan ingin bila suatu saat butuh lagi, akan mendapat prioritas dalam antrian pemesan, maka mereka berusaha untuk menjadi pelanggan yang diperhitungkan dengan cara berani membayar lebih.

Saya juga mengamati bahwa banyak artis penyanyi dan musisi tidak bisa meningkat kelasnya karena tidak didukung soundman yg baik, sehingga kemampuan para seniman itu tidak terekspose dengan baik (kita pernah mendengar nama Ikhsan anak seorang tukang becak dari Medan, tiba2 jadi penyanyi terkenal, karena didukung sound system yang ditangani oleh SE profesional berkelas yg honornya 5jt sekali manggung).  Artis adalah pembuka jalan untuk masuknya order bagi rental ss. Soundman yg baik adalah seorang musisi yang bukan pegang gitar, bukan keyboard, bukan drum, tapi memainkan alat musik "audio mixer" dan alat2 bantunya. Orang berani mengeluarkan dana lebih untuk mendatangkan artis yg mereka puja, keluarga besar pemilik hajat akan turun tangan untuk ikut membiayai acara yang akan membuat mereka puas. Jangan lupa, orang Indonesia didaerah punya kebiasaan gotong-royong saat hajat, asalkan ada alasan yg kuat agar seluruh keluarga besar bersedia mendukung dana yg lebih besar.

Nah, kalau kita sudah mampu mewujudkan hal2 penting ini, barulah kita membuat hitungan, berapa tarif yg pantas agar investasi kita bisa balik modal dalam 2 tahun. Sehingga bila hitungannya meleset minimal 4 tahun sudah balik modal. Bila kita tidak mampu menarik minat masyarakat untuk menggunakan jasa kita, sebaiknya kita hitung berapa total harga alat2 kita kalau dijual semuanya, persiapan kalau bangkrut.

@mas Menying: Terimakasih, tapi sebaiknya kalau terwujud dipilih orang yg masih muda yg masih gesit. Saya cukup sebagai pemain belakang layar, jadi kalau saya mati duluan, tidak jadi musibah bagi anggota.

@dar_mon: Memang salah satu trik terbukti banyak yg sudah berhasil seperti yg anda sampaikan.


- pak de - 04-10-2010

betul pak Tomy, tapi kalau pengalaman saya memang sulit jadi sound engineer walau hanya sekelas OT. lanjut


- ihutm - 04-10-2010

=)) =))
Pengen tahu juga Ikhsan yg mana tuh ..... atau Fery kali ya yg di Indosiar, yg sudah tenggelam juga..... :)) :))

@Tommy : hal itu bisa berlaku di daerah yg sudah mampu menyerap dgn harga baik seperti Jakarta ... kalau teori itu anda mainkan di daerah seperti saya, nggak jalan pak....
Disini, persoalan utama adalah harga... (tidak ada SS yg paket dg tenda disini, jadi paketnya hanya SS, OT,penyanyi, additional player (gendang dan suling)).

Dulu dalam pikiran idealis saya, saya bangun SS yg "agak" berkelas di kampung saya di Parapat (saya sendiri domisili di Medan) adalah 'agar di kampung saya ada SS yg rada berkwalitas, mana tahu ada yg butuh, dan secara teori yg saya pahami (latar belakang sy sekolah bisnis n marketing ... maaf bukan sok-sok an, tapi biar ada pemahaman, kl sy bukan asal ngocol) "saatnya pasar akan mencari kualitas".
Ternyata mimpi hanya mimpi .... sudah 4 tahun alat2 ini (sekitar 12 KW), jarang sekali dapat apresiasi yg cukup.

Alasannya adalah : Harga saya terlalu mahal dibanding yg lain.Rata2 mereka pasang dibawah 1 juta dgn  3-sd 4 org player, termasuk 1 penyanyi, plus Gondang Batak yg 6 biji itu). dan rata2 Speaker rakitan lokal,2 power rakitan.
Yg penting...hebooohhh....
Mau pakai pendekatan SE disini? Jauh...mas..(kebetulan pengalaman saya di SS belum lama, mulai tahun 1985,sekitar 90-an sy sempat berhenti 6-7 tahun karena bekerja , baru 2000-an start lagi). Paling tidak peralatan saya sudah mendekati standard utk show lah....

Terus terang, saya hampir kapok.... memang peralatan saya nanggung utk main di kota besar dan... terlalu besar utk main rutin di pesta kelas kecamatan. (Harga 1,3 juta yg sy patok, hanya utk 3KW).




- Tommykwitang - 04-10-2010

Lae ihutm: Maaf, memang hasil pengamatan disuatu tempat belum tentu bisa diterapkan ditempat lain. Kalau saya ditantang dengan situasi seperti itu, saya akan gunakan sound systen sederhana. Bose 802 sepasang, dengan 1 power amply Blazere 2x 400Watt untuk FOH dan DBX Drive Rack PA sudah cukup. Selanjutnya mixer, monitor, dll tergantung even apa yg dilayani.

Di Jakarta sering saya lihat mall besar menggunakan 1 set Bose 802 untuk FOH, Bose asli atau yg serupa made by Ricky Suteja sama saja.  Bose 302 tidak selalu digunakan. Dengan perangkat sederhana itu sudah cukup untuk ditonton dari setiap lantai, dan tidak pernah dicemooh orang.

Saya menggunakan 4 buah Bose 802 dan 2 buah Bose 302 tahun 1990 di hotel Horison Ancol setiap malam Minggu untuk acara Barbeque dengan hiburan Arumba Bamboo Band (paduan musik angklung, kolintang campur alat band modern) dan musik Hawaiian (saya lupa namanya) penyanyinya Sonya Sumanti dan Tigor  Nainggolan (merangkap MC). Tamu yang telat booking terpaksa menonton dari loby (teras Nelayan Bar), karena tempat sudah habis. Maklum luas halaman Angin Mamiri (menghadap kepantai) tidak terlalu luas. Jadi tidak bisa ditambah lagi mejanya.

Saya baca diatas, lae punya ss nexo yg harganya ...... krn saya dulu kerja didistributornya. Mengapa tidak membangun tempat seperti pantai carnival di Ancol, sehingga stasiun TV yg mau mengadakan acara live outdoor bisa menyewa tempat itu berikut sound systemnya, supaya Medan juga bisa jadi tempat pertunjukan, bosan rasanya melihat pantai Carnival terus ber- ulang2 di TV.

Padahal Batak punya potensi alam yg sangat indah, danau Toba yg mengagumkan dengan berbagai kerajinan tangan tradisional di pulau Tomok mulai tak terlihat pengunjungnya, jalan yg berliku penuh bukit dan pemndangan hijau alami, Brastagi yg segar udaranya, Tarutung dan Salib Kasih dengan alam pegunungan yang indah nan sejuk dll. Seandainya bisa bekerja-sama dengan para pemain di stasiun TV swasta untuk acara live outdoor, tentu akan saling menguntungkan. TV punya variasi yg bagus dan kemudahan tanpa harus gotong2 ss dari JKT, dan ss lae bisa bermanfaat sesuai nilainya, untuk SUMUT memberi peluang lokasi wisata subur kembali karena akan sering terexpose di TV. Matinya wisata disana krn dulu dekat lokasi rawan, tapi sekarang sudah aman, seharusnya kembali ramai kalau kita mengingatkan wisatawan bahwa di Batak banyak tempat yg indah melalui acara TV kita yg banyak ditonton oleh penduduk Asia Tenggara. Saya pernah keliling Batak tahun 2000 dengan 2 pasang Bose 802 meskipun suaranya bukan tergolong selera saya, tetapi ternyata bisa diterima oleh masyarakat kita.

Waduh jadi OOT enggak yah?!