![]() |
|
Bad design di fill in yamaha - Printable Version +- Solfegio Forum (https://solfegio.com) +-- Forum: Instrument Musik (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=5) +--- Forum: Keyboard (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=25) +---- Forum: Yamaha (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=51) +---- Thread: Bad design di fill in yamaha (/showthread.php?tid=238) |
- ihutm - 13-12-2010 Kalau pelari estafet ada 4 orang, 3 orang masing masing 10 detik, 1 orang 13 detik ,maka waktu tempuh total adalah 43 detik. Kalau yg 3 orang diperbaiki masing2 1 jadi 9 detik, yg 1 orang tetap 13 detik, maka waktu tempuh jadi 39 detik. Kenapa yg 1 orang tiddak dihganti? Karena HARUS... dia anak yg sponsor (sama dgn , sudah kadung ada YAMAHA, masya dibuang atau diganti?)... Siapa bilang tidak bisa memperbaiki waktu tempuh (kualitas??) dgn memperbaiki mata rantai yg lain? :) :) :) :) - l_ravale - 18-12-2010 Sedikit menanggapi Pak Chandra: Setelah mempelajari trid ini, juga mempelajari salah satu video Bapak di "Apple vs Apple" yang Bapak posting di rumah yang lama Sejauh yang saya dapat tangkap, beberapa point2 penting dari bad design yang Bapak maksud (yang bisa saya tanggapi), begini: Pertama, soal drum yang kesannya datar tidak ada hentakan, saya sedikit setuju dengan Bapak. Ada baiknya kita review hasil dari internal speaker keyboard itu sendiri, ga main mixing2an. Menurut saya di sini yang menjadi persoalan adalah karakter suara drum kit nya. Tapi mungkin bisa kita siasati dengan melakukan edit ulang, baik jenis drumnya maupun velocitynya. (Ada yang mau share soal ini?). Lagipula, kita sering lupa, dalam satu lagu Pop kan tidak seluruhnya dari awal sampai akhir full hentakan, itu sama saja Rock namanya. Tentu ada yang soft dan ada yang garang. Jadi menurut saya, ketimbang meributkan karakter drum kit, ada baiknya kita lebih berfokus kepada kreativitas dengan velocity. Kedua, soal intro dan ending, juga lagi2 ini soal trick. Untuk aransemen yang "sepi" di Main A, kalau kita sudah tahu pada dasarnya Intro dan Ending 3 di Yamaha memang "rame", ngapain cari gara2 dengan memakai Intro dan Ending tersebut? Wong Yamaha tidak pernah mewajibkan Intro ini khusus untuk Main ini, Ending itu khusus untuk Main itu. Kan kita bisa main manual saja untuk itu. (Saya sendiri juga tidak terlalu sering kok memakai intro dan ending bawaan Yamaha, entar orang lain juga bilang "Mana ekspresinyaaaa?" hehehe). Jadi no offense ni Pak, walaupun saya sangat awam, saya punya prinsip tidak mau manja dengan gear saya. Saya yang kendalikan dia, bukan sebaliknya. Memang, tidak seperti di Rolland, Intro dan Ending tidak di-attach pada masing2 Main/ Variation ABCD (fitur ini termasuk yang saya sukai dari Roland). Tapi kalau saya tidak salah, seingat saya waktu kita bikin style di Yamaha ada loh Intro dan Ending 4, hanya saja saya belum pernah coba soalnya tidak tahu dimana tombolnya entar buat mengaktifkannya. (mohon koreksinya buat para solfers). Dan di Clavinova yang biasa saya pakai di gereja (liad foto profil) fitur ini juga ada. Terlepas dari siapa yang mencontek siapa, sudahlah. Ketiga, yaitu dalam hal loncatan aransemen. Yang Bapak temukan di Yamaha, saat kita bermain di Main A dan hendak berpindah ke Main D, maka fill in yang bunyi adalah fill D, sementara menurut Bapak (sebagaimana yang Bapak tunjukkan di Roland) lebih cocok yang bunyi tu Fill A sebelum masuk ke Main D. Begitu ya Pak? (mohon dikoreksi) :) Naah, cara saya ngakalinya sejauh ini begini: Saat dari Main A hendak pindah ke Main B, saya mainkan saja fill A, kemudian dengan timing yang pas saya tekan lagi D, maka Main D yang akan bunyi, bukan fill nya. Sehingga tidak akan terjadi double fill (ini butuh latihan memang). Kalau ternyata ga pas timingnya, dan terjadi doulbe fill, tekan main D tersebut. Atau secara singkatnya, pakai teknik double click di Main yang dimaksud. Kalaupun takut ambil resiko (wah udah kaya gamble nih ceritanya, hehe...), takut double fill terjadi, tenang. Masih ada cara lain, yakni dengan mematikan auto fill tepat setelah kita memainkan fill A, dengan ini maka double fill bisa dihindari. Saya meminjam istilah yang saya suka dari Bapak dan juga Bang Ihut, "Jika mampu menguasai isi perut suatu gear, maka di tangan yang tepat gear itu akan memberi output yang luar biasa". Tapi by the way, ngomong2 nih Pak yah.. Dari beberapa video yang Bapak aplod sebagai bahan koreksi maupun komparasi (terlebih saat Bapak memainkan keyboard merk lain), saya perhatikan koq rata2 stylenya convert dari Yamaha ya Pak ya? - VW music - 07-01-2011 ihutm link=topic=249.msg29978#msg29978 date=1292211480 Wrote:Kalau pelari estafet ada 4 orang, 3 orang masing masing 10 detik, 1 orang 13 detik ,maka waktu tempuh total adalah 43 detik. Kalau yg 3 orang diperbaiki masing2 1 jadi 9 detik, yg 1 orang tetap 13 detik, maka waktu tempuh jadi 39 detik. Kalau kita sdh tahu siapa pelari yg 'seharusnya' diganti karena menghambat kemampuan tim, tapi tdk bs diganti karena ada unsur NON TEKNIS maka bersiap2 saja tim estafet tsb utk tdk bs menjadi juara karena tdk optimal. Tim yg tdk optimal ini akan bs menang HANYA dgn syarat kalau kemampuan tim kompetitornya justru jauh lbh jelek lagi.. Andai si tim mau pro, memang mau maju, tdk mau gagal terus dlm setiap pertandingan yah mau tdk mau, suka tdk suka, jalan satu2nya hanya meng 'kudeta' si pelari 13 detik tsb dan mengggantinya dgn pelari yg lbh mampu. Kalau si pelari 13 detik tsb tahu diri dan tahu ada yg lbh mampu dr dirinya maka seharusnya si pelari 13 detik tsb 'bersedia 'lengser'...Tinggal ada kemauan atau tdk nya saja. Pembuktian yg mudah seperti yg saya tulis sebelumnya deh.... VW music Wrote:Begini deh, kita record permainan drum dgn sampling standard CD yakni 44.1khz 16 bit, setelah itu hasil record tsb kita buat copynya tapi dgn sampling yg kita turunkan misal cuma 22khz dan 8 bit. Nah ke 2 hasil rekaman tsb kita out ke sound system yg berbeda tapi dgn peralatan yg sama persis, silahkan cari sound man yg jago utk membuat suara rekaman yg sdh di downgrade supaya bs menyamai suara rekaman dgn standar CD maka hasil outpout dari rekaman yg sdh di downgrade tsb tdk akan bisa menyamai kualitas suara output dari rekaman yg menggunakan standart CD. Saya angkat topi kalau sumber suara yg sdh di downgrade tsb bs di set oleh si soundman sehingga bs berbunyi setara dgn sumber suara aslinya yg 44.1khz 16 bit. :) - VW music - 07-01-2011 @ l_ravale Utk poin pertama -------------------- Hanya mengandalkan edit ulang style bukanlah pekerjaan mudah pak. Apalagi seperti yg saya katakan sebelumnya, konsumen dilapangan sana tahunya kalau style pop si yamaha enak buat main pop, nah pendapat yg begini khan sdh mengisyaratkan bahwa konsumen yg mengatakan tsb tdk tahu soal pembuatan atau pengeditan style, jd tdk mungkin disuruh mengedit ulang style2nya.. Kalau si konsumen tahu cara membuat atau mengedit style, saya rasa dia tdk akan mengatakan pendapat kalau utk pop si yamaha paling ok. Ini sdh saya tunjukkan di bbrp video yg saya upload baik dirumah lama maupun rumah baru. Mengenai pendapat bpk l_ravale Wrote:Lagipula, kita sering lupa, dalam satu lagu Pop kan tidak seluruhnya dari awal sampai akhir full hentakan, itu sama saja Rock namanya. Tentu ada yang soft dan ada yang garang. Jadi menurut saya, ketimbang meributkan karakter drum kit, ada baiknya kita lebih berfokus kepada kreativitas dengan velocity. Kalau ada kesempatan, coba bpk jam bareng dgn teman atau siapalah dan main dlm satu tim band, cukup terdiri dr 4 org, 1 pemain drum, 1 pemain bass, 1 pemain gitar dan 1 pemain keyb. Bermain lah dgn suara drum tanpa masuk sound system (utk mengeliminasi semua faktor termasuk tangan2 soundman) sedang yg lainnya gunakan saja cube supaya baik suara drum maupun suara yg lainya bs balance. Coba bermain dgn lagu pop lalu ganti dgn lagu rock dan simak suara drumnya maka baik main pop ataupun main rock, tetap saja akan terdengar suara hentakkan drum nya sangat dinamik baik utk hentakkan bas drum, snare, tom2 dll nya punya dinamika yg baik, tdk datar utk main pop lalu penuh hentakkan utk main rock. Begitu si yamaha masuk sound maka seperti video di awal topik lanjutan ini dan di tulisan saya sebelumnya, yg dominan justru suara gitar bassnya (bukan bas dlm arti kata frek rendah yah...) sehingga hentakkan bas drum seakan menghilang. Nah kalau karakter outputnya begini, bukan hanya track drum yg hrs di edit tapi jg track bass nya dgn mengecilkan mixing track gitar basnya. Utk poin kedua --------------- Saya tdk mempermasalahkannya pak baik di topik ini ataupun di topik lainnya walaupun sebenarnnya di ending A nya punya sedikit masalah tapi it's ok lah...tdk terllau mengganggu Utk poin ketiga --------------- l_ravale Wrote:Ketiga, yaitu dalam hal loncatan aransemen. Benar apa yg ingin saya sampaikan Kenapa terjadi lonjakkan, yah itu penyebabnya, saat pindah sehrsnya si yamaha menjalankan dulu Filin A baru pindah ke main D. Ingat aransemen yg paling dekat dgn main A nya yah Filin A nya sendiri dan aransemen yg paling dekat dgn main D nya yah Filin D nya. Memang workaround nya bs seperti yg bpk uraikan, tapi prakteknya sangat sulit pak karena setelah menekan Filin A dulu (hrs ketukkan pertama yah supaya benar2 Filin A yg dijalankan) lalu menekan main D nya hrs benar2 diujung bar dr Filin A tsb. Utk bermain dgn style balad yg punya tempo 70 sih mungkin masih ok lah, kalau sdh memainkan style dgn tempo 130, sdh ribet deh... Itu satu hal, hal lainnya adalah seperti yg barusan saya mentiond, Fillin hrs ditekan di ketukkan pertama, kalau kita menekan Filin bukan di ketukkan pertama maka aransemen Filin asliya tdk dijalankan, Filin hanya menjalankan aransemen Filin drum asli si Filin dan sisa track lainnya (utk track2 bas, chord, phase dll) yg dijalankan adalah aransemen main dimana lampu led nya menyala . Coba deh perhatikan di video yg saya upload di rumah lama saat topik br benar2 dimulai, saat saya memainkan style2 dangdut dimana Filin style dangdut tsb Filinnya jd punya aransemen yg aneh kalau kita tdk menekan Filin di ketukkan pertama. Kasusnya sangat kompleks.... :)>- Jg silahkan bpk keliling dan perhatikan setiap org yg bermain live dgn yamaha, kenyataannya adalah mereka tdk melakukan workaround karena tdk menyadari masalah tsb. Pengguna yamaha memang dimanjakan dgn begitu banyaknya style gratisan tapi kenyatannya hampir semua style gratisan si yamaha itu cacat di chord 7 nya tapi user yamaha jg tdk ada yg merasakannya. :)>- :)>- Utk pernyataan l_ravale Wrote:Saya meminjam istilah yang saya suka dari Bapak dan juga Bang Ihut, "Jika mampu menguasai isi perut suatu gear, maka di tangan yang tepat gear itu akan memberi output yang luar biasa". Hrs ada catatan tambahan yah yakni bahwa gear tsb memang tdk punya masalah serius yg bs mengakibatkan fungsi atau tujuan dr gear tsb jd kurang optimal. Penjelasannya begini: Sedikit OOT dulu, semua pasti tahu kalau di dunia handphone maka di negara kita ini jg konsumen kita rada2 fanatik terhadap merk tertentu yakni merk Nxxxa, ini termasuk saya hehehe... :) Saat membeli handphone baru, saya sebenarnya jg sdh survey, kayaknya dgn budget saya maka dr pilihan merk dan tipe yg ada, pilihan saya jatuh ke merk Nxxxa dan tipe XYZ tsb, pokoknya spec nya paling ok deh dibanding kompetitornya dgn perbandingan apel vs apel. Singkat cerita jd lah saya membeli handphone tsb. Apa daya, tujuan org beli handphone khan bs melakukan panggilan keluar dan menerima panggilan masuk dgn baik, nah kasus dgn handphone merk dan tipe yg saya beli tsb ialah nada dering saat ada panggilan masuknya sangat amat sangat kecil sekali walaupun di settingan ringingnya sdh di MAX dan saya jg sdh sengaja membuat nada dering dlm file mp3 yg sengaja di set over +6db dr clipping, tetap saja saat suasana sekeliling ramai misal lg jalan di mall maka suara nada dering masuknya tdk terdengar jelas... Ini bukan karena handphone yg saya beli bermasalah tapi semua tipe XYZ dr merk yg saya beli tsb memang punya masalah tsb, sdh saya cros cek di forum2 handphone. Workaroundnya cuma selalu mengaktifkan nada getarnya cuma yah itu, nada getarnya jg semakin lama semakin tahun semakin kurang kuat... Nah itu yg saya katakan dgn catatan gear nya memang tdk punya masalah serius... Kembali ke topik, hal ini sama dgn keyb yamaha, sebagai keyb arranger, justru si yamaha bermasalah di aransemennya. :)>- :)>- Utk tulisan bpk l_ravale Wrote:Tapi by the way, ngomong2 nih Pak yah.. Tujuannya yah itu, utk membuktikan bahwa mitos kalau mau main pop enakkan pakai merk tertentu adalah SALAH BESAR.. :)>- Maaf kalau tulisannya kepanjangan.... - l_ravale - 16-01-2011 VW music link=topic=249.msg38250#msg38250 date=1294403971 Wrote:Hanya mengandalkan edit ulang style bukanlah pekerjaan mudah pak. Apalagi seperti yg saya katakan sebelumnya, konsumen dilapangan sana tahunya kalau style pop si yamaha enak buat main pop, nah pendapat yg begini khan sdh mengisyaratkan bahwa konsumen yg mengatakan tsb tdk tahu soal pembuatan atau pengeditan style, jd tdk mungkin disuruh mengedit ulang style2nya.. Kalau si konsumen tahu cara membuat atau mengedit style, saya rasa dia tdk akan mengatakan pendapat kalau utk pop si yamaha paling ok. Ini sdh saya tunjukkan di bbrp video yg saya upload baik dirumah lama maupun rumah baru. Memang tidak ada yang mudah koq, Pak, apalagi mengenai masalah bad design ini. Masalahnya setelah mengungkap penyakit Yamaha ini, lantas apa yang diharapkan? Agar pengguna Yamaha mengakui dosa2nya dan bertobat dengan berbondong2 menjual keyboardnya dan membeli Roland E60? Tidak toh? Bukankah daripada hanya mengungkap penyakit Yamaha ini, ada baiknya kita juga coba mencari obatnya? Apalagi tidak semua orang bisa seberuntung Bapak dapat mengutak-atik keyboard kapan saja. VW music link=topic=249.msg38250#msg38250 date=1294403971 Wrote:Kalau ada kesempatan, coba bpk jam bareng dgn teman atau siapalah dan main dlm satu tim band, cukup terdiri dr 4 org, 1 pemain drum, 1 pemain bass, 1 pemain gitar dan 1 pemain keyb. Bermain lah dgn suara drum tanpa masuk sound system (utk mengeliminasi semua faktor termasuk tangan2 soundman) sedang yg lainnya gunakan saja cube supaya baik suara drum maupun suara yg lainya bs balance. Coba bermain dgn lagu pop lalu ganti dgn lagu rock dan simak suara drumnya maka baik main pop ataupun main rock, tetap saja akan terdengar suara hentakkan drum nya sangat dinamik baik utk hentakkan bas drum, snare, tom2 dll nya punya dinamika yg baik, tdk datar utk main pop lalu penuh hentakan utk main rock. Kembali ke masalah bad design, saya bisa mengerti yang bapak tekankan soal dynamic khususnya pada drum, di mana kita mengharapkan suara drum yang begitu asli dan hidup. Tetapi kalau yang dimaksud adalah hentakan dalam arti tenaga dan speed dari tangan si drummer saat memukul drumnya sama saja antara musik pop/ ballad ataupun rock, maka bagi saya ada yang ga beres nih dengan drummernya. Masa iya sih genre antara pop/ ballad dan rock sama feelnya? Nah, jika begitu berharapnya saya dengan hentakan seperti itu, saya ganti saja suara drum di style saya dengan electric kit sekalian, kan lebih cadas tuh. \m/ Dan lagi, saya jadi bingung, sejak kapan hentakan menjadi semacam peraturan wajib? Just my humble opinion ya Pak? VW music link=topic=249.msg38250#msg38250 date=1294403971 Wrote:Begitu si Yamaha masuk sound maka seperti video di awal topik lanjutan ini dan di tulisan saya sebelumnya, yg dominan justru suara gitar bassnya (bukan bas dlm arti kata frek rendah yah...) sehingga hentakkan bas drum seakan menghilang. Nah kalau karakter outputnya begini, bukan hanya track drum yg hrs di edit tapi jg track bass nya dgn mengecilkan mixing track gitar basnya. Nah itu dia, kalau ini masalahnya paling tidak ada 3 yang dapat kita lakukan untuk mengatasinya: a. Cara singkat dan darurat (untuk konsumen pada umumnya), yakni seperti yang Bapak katakan, setelah masuk sound system, bereksperimenlah di mixing. Naikin volume drumnya, kecilin Bass nya, lalu save di registration memory. b. Cara panjang dan menyeluruh (khususnya untuk solfers pengguna Yamaha yang mengikutin tread ini), yakni mencoba jenis drum kit lain (saya biasa pakai power kit, kalau di S910) serta mengedit velocity (alias hentakan jari kita) saat membuat style, untuk masing2 not. Karena bagi saya, velocity lah yang menentukan dan mengekspresikan feel (bukan fill yah?) seorang drummer dari setiap genre, khususnya yang dua ini, pop sama rock. c. Cara professional (soal ini pengetahuan saya sama sekali minus Pak) mungkin bisa dengan memanfaatkan sound sampling bagi keyboard yang sudah available untuk itu, demi mendapatkan suara drum yang lebih realistis. Saya mungkin belum ngerti, juga belum punya keyboard, tapi saya akan punya dan mempelajarinya suatu hari. Itu pasti, ya, dan amin (loh koq jadi khotbah yak? Heheheā¦:P ) Saya pikir 3 itu cukup untuk membantu saya mengatasi problem ini, sisanya saya percayakan kepada kehandalan soundman (mungkin saja suatu saat sudah ada soundman yang mengenal dan memanfaatkan multiprocessor seperti kata Bang Ihut. Bang, bisa bikin tread khusus mbahas ini? Saya pengen belajar juga :) ) Sekedar share pengalaman (ni share ya Pak, bukan perbandingan jam terbang, secara jam terbang saya masih sangat jauh dibanding solfers lainnya terlebih Bapak, hehe.. :D ) Saya penasaran dengan yang namanya mengconvert style (Untuk ini saya pengen belajar dari Bapak soal konversi style, Bapak bersedia bikin tread buat mbahasnya?). Lalu saya ambil style dari Yamaha, kali ini Piano Ballad, lalu convert ke keyboard lain, saya mix volumenya supaya seperti style aslinya di Yamaha tsb. Tapi hasilnya koq lebih tak enak yah? Cek volume, dah bener, cek panning, udah sama persis, tapi tetap rasanya beda. Sekalipun saya cek drumnya datar2 saja seperti yang Bapak katakan, ternyata yang rata itu ada di velocity, juga drum kitnya kurang hidup. Saya juga pernah bandingkan style pop/ ballad milik seorang pemain organ tunggal dengan style preset pada keybordnya (bukan Yamaha), ternyata yang Bapak katakan tadi justru ada di situ: suara Bass drum tertelan dengan suara gitar Bass-nya, padahal ini belum masuk sound loh. Sementara ketika saya coba buatan si keybordis tadi, lebih powerful dan menghentak. Kalau keyboard ini dipakai sembarang orang tanpa mengutak-atik volume di keyboardnya, ini tak jarang bikin terkejut soundman. VW music link=topic=249.msg38250#msg38250 date=1294403971 Wrote:Memang workaround nya bs seperti yg bpk uraikan, tapi prakteknya sangat sulit pak karena setelah menekan Filin A dulu (hrs ketukkan pertama yah supaya benar2 Filin A yg dijalankan) lalu menekan main D nya hrs benar2 diujung bar dr Filin A tsb. Utk bermain dgn style balad yg punya tempo 70 sih mungkin masih ok lah, kalau sdh memainkan style dgn tempo 130, sdh ribet deh... Menurut saya tidak juga Pak, modal kebiasaan saja. Lagipula Fill keyboard lain yang pernah saya coba itu juga ada masalah yang menurut saya justru jauh lebih fatal, di mana jika kita coba2 menekan di ketukan keempat, maka pada bar berikutnya fill akan terjadi lagi. Kemudian, sepanjang yang saya gunakan, 4 Variasi style khususnya dalam Preset Style di Yamaha biasanya digunakan dalam 4 situasi: Main A saat singer sedang puisi di tengah lagu, Main B untuk mulai bernyanyi, Main C untuk Refrein, dan Main D untuk Refrein klimaksnya. Saya jarang bertemu perpindahan aransemen dari Main A ke D maupun sebaliknya. Tetapi kalaupun ada, misalnya dari Main D ke Main A, saya gunakan cara yang saya sebutkan sebelumnya. Sementara dari Main A ke main D (biasanya untuk klimaks lagu), saya gunakan fill in bertingkat: Ketukan pertama di B, ketukan kedua di C, dan ketukan ketiga di D, yang mana mengantarkan saya kedalam klimaks lagu yang dimaksud. Terlepas dari itu, IMHO, kebiasaan menekan fill bukan pada ketukan pertama justru merupakan penyakit keyboardis yang harus diselesaikan (sama seperti penyakit ketergantungan saya pada transpose, hehe). Kalau di tempo 70 pun dah g bisa, bagaimanapula di tempo yang lebih tinggi? VW music link=topic=249.msg38250#msg38250 date=1294403971 Wrote:Pengguna Yamaha memang dimanjakan dgn begitu banyaknya style gratisan tapi kenyatannya hampir semua style gratisan si yamaha itu cacat di chord 7 nya tapi user yamaha jg tdk ada yg merasakannya. Kalau itu mbok ya Bapak bisa kasih pencerahan gimana cara memperbaikinya toh, pada setiap customer yang ingin share ke Bapak? Di forum kita ini kan ada yang mbahas itu? Jadi, secara keseluruhan, preset style keyboard mana sih yang tidak butuh penyempurnaan di sana sini? Saya pikir setiap keyboard yang memungkinkan penggunanya membuat style punya satu tujuan yang sama: memungkinkan user bebas berkreasi membuat style sendiri dengan memanfaatkan sound dan segala fitur yang dimiliki keyboard itu. Pengen bikin yang baru, boleh. Atau mau ambil bahan dari preset style yang ada, silahkan. Kalau ada yang kurang hidup di karakteristik soundnya, coba ganti dengan sound lain. Kalau ada yang cacat di Chord M7nya (ini biasanya karena para pembuat style sudah biasa bikin style di keyboard lain dengan memakai Chord C, seperti yang pernah Bapak bilang, masalah perbedaan desain), coba diperbaiki, atau kalau malesnya kumat, cover dengan tangan kanan (mainkan melody yang memberi kesan Chord Mayor7). Kalau 1 track ketutup ama yang lain, bermainlah di mixing, lalu save biar ga repot nantinya, dan seterusnya. Lagipula: VW music link=topic=249.msg13316#msg13316 date=1287481017 Wrote:BTW, pernah kejadian, ada user beli keyb yamaha di tempat saya, dia bawa dan mainkan style 'tak gendong', saya tanya dari mana style tsb, saya pikir itu style buatan dia, dia bilang dari internet, lalu saya bilang style tsb tdk punya dynamic range pak, kayak kaset aja.... datar2.... lalu saya demokan style yg sama buatan saya yg memang terdengar gubrak2.. tapi dia bilang, style begini sih bakal buat sound system jebol.... Artinya apa? Bapak bikin style sendiri toh? Dengan demikian saya pikir semuanya kembali ke pribadi user masing2. Banyak pembuat style yang puas dengan apa yang sudah mereka bikin. Padahal, kita sebagai orang yang - katakanlah punya pandangan dan perhatian lebih soal ini - melalui sharing di forum kita ini, tentu bisa dan harusnya merasa perlu mencerahkan mereka bahwa mereka sebenarnya bisa berbuat lebih. Ada yang puas dengan style yang datar2 saja, silahkan. Ada yang suka dengan hentakan di sana sini, welcome. Tetapi ada yang sudah merasakan pentingnya perbaikan itu, apa kita harus diam saja? saya yakin Bapak bakal akan menjawab tidak :) VW music link=topic=249.msg38250#msg38250 date=1294403971 Wrote:Tujuannya yah itu, utk membuktikan bahwa mitos kalau mau main pop enakkan pakai merk tertentu adalah SALAH BESAR.. Bagus itu pak, soal tujuan Bapak, saya sangat setuju. Namun menurut saya, tanpa menggunakan style convertan pun Bapak sangat baik telah menunjukkan masalah ini, dan dengan sangat detail pula. Kenapa saya sangat concern dengan yang satu ini? Karena dari sini ada 2 kesan/ kecurigaan yang mungkin timbul: a. Bapak secara tidak langsung dan tidak sadar mengatakan bahwa Preset Style Yamaha cocok di Pop dibandingkan dengan preset style keyboard lain. Kesan ini jelas terlihat dalam thread Bapak "Keyboard KN tidak bisa main pop?", judul yang gimanaaaa gitu (temen2 saya yang mbaca sih nyebutnya provokatif, tapi saya lebih suka bilang kontroversial), yang mana sudah terdengar sangat baik bahkan terlihat memorynya lengkap 3 style. b. Bapak sangat membenci Yamaha, segitu bencinya sampai - mengikuti kebiasaan Bapak beranalogi - menganggap Yamaha seolah2 sebagai PSK yang menghabiskan berjuta2 uang pelanggan hanya demi mengganti baju baru tiap tahun, sementara servis-nya gitu2 saja. Lalu hadirlah Bapak, menelanjangi Yamaha, mengenakannya pada gadis (keyboard) kesayangan Bapak, dan mengatakan kalau gadis itu lebih cocok memakainya ketimbang si Yamaha sendiri. Akhirnya cita2 Bapak soal komparasi Apple to Apple malah jadi kurang fair Pak. Andai Bapak juga membandingkan masing2 preset style di keyboard masing2, saya pikir kedua kesan di atas tentu ga perlu muncul. Maaf ya Pak, ini tentu sangat tidak enak didengar, tapi jujur inilah yang saya rasakan :( Semuanya just my humble opinion - Bimo Saputro - 21-01-2011 untuk memperadem suasana ,hehehe,semua keyb ada plus minusnya gak ada yg sempurna ,semua merek tergantung kita juga sebenarnya,feel di mana,nyaman di mana ???,tapi sampai sekarang org msh menganalogikan bagus pake ymh,nah ini misi yg harus diluruskan sebnarnya,keyb lain bs ngepop,klo sy jarang bikin style casio maupun korg dr convert gtu,biasany murni,sy takut kena maslah copyright dari ymh yg notabane big corp, perusahaan besar,sy juga sering kritik yamaha karena jrg melakukan inovasi gitu pak,kyk s710-s910 tdk ada "perombakan besar" dari kritik dan saran user,sy perhatikan casio ctk 5000 - 7000 ada perombakan besar baik feature drumkit,dan internal style yg lebih ber dinamik dan semuanya,sy bukan mengadu head vs head ymh dan casio,tpi mereka hrs belajar juga bahwa "inovasi" keseluruhan itu penting,dan yamaha dari sisi gitar bass itu gk melakukan "innovasi" sama sekali,maaf IMHO,klo user suka yamaha kgk masalah,malah sy bantu,jika ada masalah,hehhehe,piss - l_ravale - 22-01-2011 Memperadem suasana, hehehehe... memangnya terasa panas ya mas ya :D? Mematahkan mitos bahwa keyboard ini cocok untuk musik ini, keyboard itu cocok untuk musik itu, tentu menjadi tugas kita para solfers. Dan kalau soal Yamaha jarang berinovasi kita g menampik koq mas, saya pun membenarkan itu. Namun kembali dengan topik ini, saya rasa 'kan ga baik kalo kita (apalagi yang tergolong sesepuh toh? hehehe :D ) hanya mengungkap kekuarangan suatu produk, kalau bisa sedapat mungkin mari kita mencari cara mengatasinya. Kemudian, soal karakter suara Yamaha yang soft dibanding keyboard lain yang lebih lantang juga saya ga bisa pikir jauh2. Apakah kalau di produk berikutnya Yamaha punya karakter yang Lantang, ntar dituduh melanggar hak cipta, kita juga ga ngerti soal begituan. Kritik ke Yamaha sebagai Big Corp yang terkesan tidak mau belajar, tentu patut kita perjuangkan. Namun ada hal lain yang juga sangat penting yang jangan kita lupakan, yaitu bagaimana pengguna keyboard (baik Yamaha, Casio, Roland, Technics, apa saja) semakin mengenal isi perut gearnya dan memaksimalkannya, itu saja. - Bimo Saputro - 22-01-2011 kira2 yamaha keluar berapa lagi ya ???,udh 1 thun lagi tuh,kan 3 thun sekali katany keluar produk ???,klo casio ngak nunggu 6 bulan-2 tahun ada baru lagi baru lagi,hehehehe,piss,oktober si casio lg rilis ctk 8000,ini namanya "inovasi",itu,maaf oot,jadi klo sy tergantung orangny srek yg mana,lebih bijak lagi beli keyb sesuai budjet,feel kita dan karakter kesukaan yg mana?,terprnting dukungan yg bikin style hehehehe,imho,piss,maaf maaf...... - l_ravale - 22-01-2011 Bimo Saputro link=topic=249.msg43047#msg43047 date=1295679390 Wrote:kira2 yamaha keluar berapa lagi ya ???,udh 1 thun lagi tuh,kan 3 thun sekali katany keluar produk ???,klo casio ngak nunggu 6 bulan-2 tahun ada baru lagi baru lagi,hehehehe,piss, oktober si casio lg rilis ctk 8000,ini namanya "inovasi",itu,maaf oot, jadi klo sy tergantung orangny srek yg mana, lebih bijak lagi beli keyb sesuai budjet, feel kita dan karakter kesukaan yg mana?, terpenting dukungan yg bikin style hehehehe,imho,piss,maaf maaf...... Mas Bimo kebanyakan mnta maap nih, jadi ingat Bajaj Bajuri, hehehe. Saya sangat setuju mas sama yg ini. Kembali kepada user masing-masing. Note: L Ravale loh mas bukan I, hahaa... - Bimo Saputro - 23-01-2011 Ok mas maaf sy jadi ngak enak maaf bukannya sy bermaksud tpi maaf krn salah tulis nama (ngikutin bajaj bajuri,bercanda lagi),hehehe,sy sering nulis kata2 maaf dan terima kasih,krn jrg ada orang yg mengucapkan kata2 itu,hehehehe... |