Solfegio Forum
BBm trus naik, saatnya kreatif untuk membuat kendaraan irit - Printable Version

+- Solfegio Forum (https://solfegio.com)
+-- Forum: Diskusi Bebas (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=9)
+--- Forum: Terserah (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=48)
+--- Thread: BBm trus naik, saatnya kreatif untuk membuat kendaraan irit (/showthread.php?tid=2447)

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10


- ndondozz - 16-12-2010

Sableng@ link=topic=2845.msg31256#msg31256 date=1292503924 Wrote: kalo 4tak saya boros ké bengkelnya mas 2bulan 1x bongkar mesin pernah 2pakè 4tak 3x ganti stangrod 6x bubut blum lain2

custom modification
kemungkinan,
cam atau noken dah dibubut atau udah waktunya pensiun
sistem overzisenya kurang mumpuni ( tingkat pemuaian piston dan cylinder liner gak sama dikarenakan satu baru satunya dah lama, hehehehe )
ganti conectingrod karena knocking timing yang tidak tepat diakibatkan dari
pengapian cdi dan pulser
overheat bahan bakar terbakar sebelum waktunya jadi ada umpan balik ke conectingrod



- Sableng@ - 16-12-2010

Yah gtu deh kalo lg masa muda dulu mas sering maen gg presnelen kalo lari seh ga bgtu mas paling2 gas mentok aja :D


- hanz - 17-12-2010

ndondozz link=topic=2845.msg31267#msg31267 date=1292505325 Wrote:dengan meningkatnya nilai oktan kalau tidak diimbangi dengan perbandingan kompresi yang tepat maka akan menimbulkan detonasi or knocking, alhasil dengan hal tersebut usia dari piston, ring piston, needle bearing, conectingrod, valve, dan yang laen laen akan semakin dipaksa untuk pensiun lebih awal, dari efek kedua  akan timbul overheat karena sudut dwell yang gak seirama dengan timing pembakaran combustion chamber, al hasil jarak jauhnya joongkooook.
itu sedikit ilmu yang saya ketahui, hidro fuel  :-bd :-bd :-bd :-bd, jika diimbangi dengan modifikasi mesin yang sesuai, ramah lingkungan lagi :)>- :)>- :)>- :)>- :)>- mas hanz, namanya sama e kayak nama panggilanku waktu di jogja


detonasi atau knocking terjadi karena pembakaran yang terlalu awal, dalam setengah langkah kompresi,campuran bahan bakar sudah tebakar duluan, bisa karena jadwal penyalaan busi yang terlalu awal bisa juga kerena campuran bahan bakar nyala karena panasnya kompresi dan kwalitas oktan yang tak tahan tekanan tinggi. Dalam hal ini hidro beroktan 130 dan hanya sebagai suplemen, justru akan mengurangi bahkan menghilangkan detonasi nyang mungkin ada.....jadi tidak perlu ubah sana sini engine standart,motor/ mobil standart, pasang, stel karbu ulang, dah selesai.motorku dan punyae adec, sudah 2 tahun terpasang dan oke2 aja, tanpa kendala....cuma saja jarang mampir SPBU \:D/ \:D/ \:D/ \:D/ \:D/ \:D/ \:D/ \:D/

Untuk engine injeksi jangan asal pasang HCS or HHO.....bukan malah irit tapi malah BOROS, dikarenakan sistem injeksi suplai BBM tergantung laporan dari sensor yang terpasang di ex.....jika sensor laporan ke ECU, banyak oksigen, ECU menambah debit premium, jika sensor melapor banyak carbon,ECU mengurangi debit premium. Dalam keadaan standart,jika injeksi dipasang HCS or HHO, sensor akan menangkap banyak oksigen yang keluar,bahkan oksigen yang berikatan kembali dengan hydrogen menjadi H2O alias air.....yang padahal tu menandakan terjadinya pembakaran yang sempurna....jika tanpa set ulang ECU,pemasangan HCS or HO di engine injeksi justru akan mengacaukan sistem pembakaran...set paling mudah cukup menahan aliran listrik yang ke sensor.(pembahasan lebih lanjut)


- ndondozz - 17-12-2010

hanz link=topic=2845.msg31466#msg31466 date=1292565923 Wrote:detonasi atau knocking terjadi karena pembakaran yang terlalu awal, dalam setengah langkah kompresi,campuran bahan bakar sudah tebakar duluan, bisa karena jadwal penyalaan busi yang terlalu awal bisa juga kerena campuran bahan bakar nyala karena panasnya kompresi dan kwalitas oktan yang tak tahan tekanan tinggi. Dalam hal ini hidro beroktan 130 dan hanya sebagai suplemen, justru akan mengurangi bahkan menghilangkan detonasi nyang mungkin ada.....jadi tidak perlu ubah sana sini engine standart,motor/ mobil standart, pasang, stel karbu ulang, dah selesai.motorku dan punyae adec, sudah 2 tahun terpasang dan oke2 aja, tanpa kendala....cuma saja jarang mampir SPBU \:D/ \:D/ \:D/ \:D/ \:D/ \:D/ \:D/ \:D/

Untuk engine injeksi jangan asal pasang HCS or HHO.....bukan malah irit tapi malah BOROS, dikarenakan sistem injeksi suplai BBM tergantung laporan dari sensor yang terpasang di ex.....jika sensor laporan ke ECU, banyak oksigen, ECU menambah debit premium, jika sensor melapor banyak carbon,ECU mengurangi debit premium. Dalam keadaan standart,jika injeksi dipasang HCS or HHO, sensor akan menangkap banyak oksigen yang keluar,bahkan oksigen yang berikatan kembali dengan hydrogen menjadi H2O alias air.....yang padahal tu menandakan terjadinya pembakaran yang sempurna....jika tanpa set ulang ECU,pemasangan HCS or HO di engine injeksi justru akan mengacaukan sistem pembakaran...set paling mudah cukup menahan aliran listrik yang ke sensor.(pembahasan lebih lanjut)

memang detonasi terjadi di awal, kenapa detonasi bisa terjadi di motor standart
ruang bakar sudah berkerak sehingga menimbulkan panas berlebih, dengan pemakaian bahan bakar oktar rendah akan memicu detonasi
ruang bakar bersih pemakaian bahan bakar nilai oktan tinggi, dengan tingginya oktan dengan tekanan kompresi yang masih standart dengan timing standart bahan bakar akan terbakar di akhir timing ignition sehingga membuat campuran bahan bakar tidak terbakar sempurna, yang akan keluar dan diumpan balik oleh sistem pembuangan dari pipa knalpot yang dari pabriknya memang sudah di desain demikian sehingga bisa menghemat bahan bakar, dengan kembalinya sisa gas pembakaran yang tidak sempurna tersebut maka akan memanaskan kembali gas baru yang masuk ke combustion chamber, alhasil nilai oktan yang seharusnya tinggi menjadi rendah karena sudah di preheat oleh sisa gas yang tidak habis terbakar.
kenapa timing ignition dibuat 8 atau 10 derajat sebelum TMA, untuk menyempurnakan pembakaran di puncak kompresi, dengan nilai oktan standart rekomendasi pabrik, dengan itu saja jika mekanik salah dalam penyetelan masih menimbulkan sisa pembakaran yang tidak sempurna dengan tanda masih ada bau premiumnya, kenapa satria FU direkom memakai pertamax oleh pabrik, karena nilai perbandingan kompresi satria FU sudah melebih angka 10 sedang motor standart lain kecuali injection masih dipatok antara 9 sampai 9.8 : 1, mengapa demikian karena satria FU ditujukan untuk para penghobi roda dua dengan kantong tebal yang bisa minum pertamax, dan pertamax plus yang bernilai 92 dan 95, jika sampai 130 berapa perbandingan kompresi yang harus kita buat untuk meledakkan bahan bakar tersebut dan berapa ribu volt yang harus dikuarkan oleh spark plug  untuk membakar bahan bakar, sengakan perbandingan  kompresi rendah, oktan tinggi, memang dengan pembakaran yang jatuh di akhir bisa memperpanjang usia motor dan memang betul dengan semakin tinggi nilai oktan itu baik buat mesin tapi menurut ilmu yang pernah saya pelajari itu diimbangi oleh perbandingan kompresi yang tepat dan timing ignition yang tepat pula serta kualitas dari pengapian bagus
:)>- :)>- :)>- :)>- :)>- :)>-
tukar ilmu tukar wawasan jadinya bisa pinter semua
majulah indonesia


- ndondozz - 18-12-2010

wakakakakakaak  =)) =)) =)) =)) :)) :)) :)) :)) :)) :)) :))
sory mas hanz ternyata salah baca, hilang sebaris bacanya kemaren, ternyata yang mas masksud jadi oktan 130 itu laen, :xx :xx :xx :xx :xx :xx :xx :xx
sip dah kalau begitu setuju, la aku terlanjur fokus oktan 130 tak kira punyae hydrogen sich ya sory kalau begitu  ^:)^ ^:)^ ^:)^
kalau masih pakai premium standart n nilai oktan tidak berubah  :-bd :-bd :-bd :-bd :-bd :-bd alias setuju


- hanz - 18-12-2010

nah,makanya nyantai aja baca postnya, jangan kaya di kejar maling =)) =)) =)) =)) =)) =)) =)) =)) =)) =))
sekali lagi hidrigen disini HANYA sebagai  suplemen, meski beroktan tinggi melebih avtur bahan bakarnya jet, tapi oktan 130 sudah berbentuk GAS,beda kalao oktan tinggo masih berwujud cair.....butuh kompresi juga penyalaan yang lebih.....bahan bakar kalao da berbentuk gas, hanya perlu penyalaan sedikit aja sudah meledak....
Uji ledak lainnya....
1.gas hidrogen (ambil dari HHO/ air, aku tampung dalam plastik ukuran 1 kg
2.kantong plastik lainnya aku isi dengan uap bensin( tenpa di crack) jadi uap masih berupa hidrocarbon.

meledakan kantong pertama yang berisi hidogen rich, hanya butuh bara api( aku sundut pakai rokok) langsung DUAAAAAAAARRRR
%-( %-( %-( %-( %-( %-( %-( %-( %-( %-(

meledakan kantong ke dua berisi uap bensin, di sundut pakai rokok, gak terjadi ledakan, tekanan uap keluar mak BUUUUUUUUSSSS,perlu nyala api, itu pun ledakan juga gak seberapa dan menimbulkan api, kalau hidro, ledakan api nyaris gak ada( mungkin saking kuat/ panasnya, api sampai gak kelihat)

uji coba ini. bahwa hidro rich yang berwujud gas,tidak perlu kompresi tinggi, penyalaan yang extra, engine standart lebih senang jika di suplai Hidro, kerak / karbon kian bersih dari ruang bakar karena selalu terjadi pembakaran yang sempurna. sekian



- hanz - 18-12-2010

engine standart pabrik yang mesti pakai pertamak,macam ep yu, fine2 aja pakai premium...........pertamax hanya beli seliter buat di crack hidrocarbonnya, seliter dah cukup buat sebulan....
sistem ini hanya butuh kurang lebih 5% dari bahan bakar utama yang di gunakan...pertamax/ premium yang di crack voolumenya hanya akan berkurang sedikit, hanya saja setelah pemakaian berapa lama pertamak/ premium yang dalam wadah tersendiri warnanya berubah( menjadi mentah), kalau waktu penggantian ternyata premium/ pertyamax masih ada, jangan di buang , masukkan ke tangki utama, trus ganti pertamax/ premium yang baru ang fresh...


- cimon_nita - 18-12-2010

. mana skrang mobiL uda g boLeh pke premium
hrz pertamax
hadah2
kasian papah saya
pengeLuaranx bertambah
:(( :(( :(( :((


- hanz - 18-12-2010

cimon_nita link=topic=2845.msg31676#msg31676 date=1292657330 Wrote:. mana skrang mobiL uda g boLeh pke premium
hrz pertamax
hadah2
kasian papah saya
pengeLuaranx bertambah
:(( :(( :(( :((


premium ato pertamax atau solar atau BBM lainnya, jika bisa di tekan pemakaiannya dengan meng efisensikan kinerja engine , tetep lah penghematan yang terjadi..........


- gotri - 18-12-2010

untung aku hanya punya motor butut . Bola Bali Mundakga masalh banget  :-P