Solfegio Forum
Dasar Rancangan Power Supply Untuk Audio Amplifier - Printable Version

+- Solfegio Forum (https://solfegio.com)
+-- Forum: Sound System (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=4)
+--- Forum: Power Amplifier (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=21)
+--- Thread: Dasar Rancangan Power Supply Untuk Audio Amplifier (/showthread.php?tid=3883)

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15


- Gea - 29-01-2011

TOP~@ link=topic=4299.msg45612#msg45612 date=1296301055 Wrote:Klo menurut saya GND INnya lebih baik diambil dari GND  PA saja, jangan ke GND dekat trafo. Terus klo ada tone controlnya GND tone control ke GND PA. jadi urut-urutan GND sbb:
SPEAKER--CT--PA--TC--IN


Jika grounding PSU tidak beres iya, bisa memunculkan ground loop. makanya ground in pada Blazer di seri dengan resistor 10 ohm, ini adalah contoh sederhana antisipasi grounloop. Jika ada yang resistor 10 ohm kebakaran pada Blazer bisa dipastikan grounding tidak beres, ada aliran arus pada grounding yang melebihi daya tahan resitor yang hanya 1 watt. dengan  +/- 70 VDC jika ada aliran arus hanya 0,02A pada grounding bisa menyebabkan resistor kebakar.


- Gea - 29-01-2011

Apa sebenarnya grounding?

Grounding adalah titik dasar pengukuran, beda potential 15 volt di PA dengan 15 volt di mixer apakah sama? bisa jadi tidak sama jika acuan ground tidak sama.

masing-masing punya grounding lokal, kalau ilmu pemetaan ada istilah 0 lokal (Mod Indra pasti ngerti nih  :)) )

Grounding universal adalah groundingnya PLN, supaya grounding-grounding lokal (masing-masing unit) bisa sama harus ada koreksi supaya tidak muncul aliran arus karena perbedaan referensi 0 volt bagi masing-masing unit. Jika PA groundingnya 0,1 V thd grounding PLN, Mixer -0,2 Volt terhadap 0 PLN  berarti ada beda potensial masing-masing grounding sehingga memunculkan aliran arus, ini yang disebut groundloop.

Kebanyakan teori nih, nanti komentarnya pasti sama "..selama ini saya tidak masalah dengan PA saya..", tapi disisi lain masih banyak yang bertanya, kenapa netrum? kenapa dengung? kenapa..bla..bla...  =)) =))


- Gea - 29-01-2011

Gea link=topic=4299.msg45619#msg45619 date=1296302422 Wrote:Apa sebenarnya grounding?

Grounding adalah titik dasar pengukuran, beda potential 15 volt di PA dengan 15 volt di mixer apakah sama? bisa jadi tidak sama jika acuan ground tidak sama.

masing-masing punya grounding lokal, kalau ilmu pemetaan ada istilah 0 lokal (Mod Indra pasti ngerti nih  :)) )

Grounding universal adalah groundingnya PLN (atau pembumian), supaya grounding-grounding lokal (masing-masing unit) bisa sama harus ada koreksi supaya tidak muncul aliran arus karena perbedaan referensi 0 volt bagi masing-masing unit. Jika PA groundingnya 0,1 V thd grounding PLN, Mixer -0,2 Volt terhadap 0 PLN  berarti ada beda potensial masing-masing grounding sehingga memunculkan aliran arus, ini yang disebut groundloop.

Kebanyakan teori nih, nanti komentarnya pasti sama "..selama ini saya tidak masalah dengan PA saya..", tapi disisi lain masih banyak yang bertanya, kenapa netrum? kenapa dengung? kenapa..bla..bla...  =)) =))


Waduh salah mengedit: maksudnya mengedit grounding PLN (Pembumian)


- Gea - 29-01-2011

Jika mau mencek apakah ground PA, TC atau Mixer sudah sama atau belum:

jangan ada contact body antar unit, dan jangan dulu disambungkan ground masing-masing unit dengan ground PLN

- ukur voltase antar ground (kumungkinan ukurannya akan kurang dari 1 volt jadi pakai skala kecil pada volt meter).


- Santo - 29-01-2011

Ikut nyimak juga,Pendatang baru.dan baru tahu,kalau groundnya trafo sekunder bisa dipotong dua.lanjutkan.seru!


- Gea - 29-01-2011

Santo link=topic=4299.msg45626#msg45626 date=1296304054 Wrote:Ikut nyimak juga,Pendatang baru.dan baru tahu,kalau groundnya trafo sekunder bisa dipotong dua.lanjutkan.seru!


Akan lebih seru kalau fotonya di update dulu dan masuk ke forum/thread perkenalan  :-bd


- im4m_okee - 29-01-2011

Beberapa kali ketemu kasus, jika ada tumpukan pa di rak, jika menyala salah satu saja, tidak terjadi hum dan kasus nyetrum. jika menyala lebih dari dua, maka terjadilah hum dan nyetrum dikit di bodi pa. Solusi yang di lakukan waktu itu, membuat ground pln. Setelah di pasangkan, kasus hum tetap saja terdengar. Di buat solusi di sekrupkan kabel type nyy ke masing masing bodi pa dan di hubungkan langsung ke gorund pln.  hasilnya cukup efektif.  Hal ini tidak terjadi jika yang di tumpuk pa bermerk.  Kira-kira masalhnya apa ya ...? :-??


- icm - 29-01-2011

Elevasi lokal ilmu geodetic, gps dan lidar mainannya. :D

Kalau geodesi bermain di BM atau bench mark atau titik acuan supaya tidak terjadi penyimpangan hasil bacaan lokasi pengukuran 3D sumbu X,Y dan Z ;))

lalu apa hubungan dengan grounding BU bisa bagus lalu ground power rakitan ngga sukses ???

Jawabannya ada di menu power BU (switch Lift or Ground), semua bisa diposisikan Lift saja dan menggunakan satu buah ground saja. Jadi acuannya hanya satu ;)) nah acuan yg cuma satu itulah yg ditancapkan ketanah ngga usah semuanya :)) nanti dikira mau kondangan kalau rame-rame...


- soerdjanto - 29-01-2011

Gea link=topic=4299.msg45623#msg45623 date=1296303602 Wrote:Jika mau mencek apakah ground PA, TC atau Mixer sudah sama atau belum:

jangan ada contact body antar unit, dan jangan dulu disambungkan ground masing-masing unit dengan ground PLN

- ukur voltase antar ground (kumungkinan ukurannya akan kurang dari 1 volt jadi pakai skala kecil pada volt meter).

mungkin bisa lebih kang. untuk awal pake yg skala yg agak besar aja. untuk jaga2 :D


- Gea - 29-01-2011

Dilanjut ... menentukan ukuran kapasitor resorvoir dan ukuran resistor "bleeder".

Untuk menentukan ukuran capasitor perlu beberapa data:
- berapa ripple voltage yang diinginkan? biasanya 10% dari VDC maksimum adalah cukup bisa diterima. Jadi jika  55VAC trafo --> 76,57 VDCmax maka ripple voltage sebesar 7,6 volt (bulatkan jadi 7 volt) cukup masuk akal.
- berapa frekuensi VAC -> kalau indonesia pakai 50 Hz
- Berapa beban kerja? anggap saja mau pakai 2 speaker 8ohm diseri --> jadi 4 ohm

Jadi datanya:
V[sub]ripple[/sub] = 7 Volt
Frekuensi 50 Hz --> untuk full bridge t = 1/2 * 1/f, kalau half bridge t = 1/f, kita pakai fullbridge seperti rangkaian di awal. jadi t = 0,01 second
V[sub]supply[/sub] = 76,57 volt
R[sub]load[/sub] = 4 ohm

Rumus dasar:
V[sub]ripple[/sub] = (V[sub]supply[/sub] * t)/(2 * R[sub]load[/sub] * C)
C = (V[sub]supply[/sub] * t)/(2 * V[sub]ripple[/sub] * R[sub]load[/sub])
C = 0,013673 F = 13673 uF (dibulatkan jadi 15000uF)

Bagaimana jika lebih besar? lebih baik karena mengurangi ripple voltage tapi isi dompet gak baik.

Bagaimana jika pakai 2 kapasitor di paralel (ex: 10.000 uF x 2)? bisa, pengaruhnya adalah ke ESR dan ESL (pembahasan berikutnya)


Selanjutnya resistor bleeder berapa ukurannya?
Berapa ukuran elco reservoar?
data yang diperlukan berapa lama waktu yang diinginkan untuk pengosongan capasitor pada saat PA dimatikan?

kalau mau dihitung waktunya, pembahasan cukup panjang karena harus menghitung energi yang tersimpan di capasitor. Standarnya 2k ohm adalah angka yang wajar/cukup waktu untuk mengosongkan capasitor. lalu berapa rating watt/daya?

jika voltase 76.57 VDC maka dissipasi daya resistor = V^2 / R = (76,57)^2 / 2000 = 2,9 watt ~ 5 watt cukup aman.