Solfegio Forum
Perlukah DLMS di suplay Equalizer ? - Printable Version

+- Solfegio Forum (https://solfegio.com)
+-- Forum: Sound System (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=4)
+--- Forum: Audio Equipments (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=22)
+--- Thread: Perlukah DLMS di suplay Equalizer ? (/showthread.php?tid=5832)

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14


- hans_musik - 14-04-2011

icm link=topic=6255.msg74399#msg74399 date=1302756783 Wrote:yg punya toko dateng hii.....
kalau mampir ke condet orangnya ada ngga nih, apalagi sibuk ;)) ?


Boleh sekali mas Indra. Tapi telp. / sms dulu kalau mau datang. Takutnya lagi nggak ada di tempat. :-bd


- bintang sound - 14-04-2011

trims kang hans :-bd


- adhi elc - 14-04-2011

icm link=topic=6255.msg74394#msg74394 date=1302756343 Wrote:di dlms tidak ada filter ya mas adhi ?
mungkin ada bang mod.. tapi apakah filter sangat efisien ? Sependapat dengan mas hanz kalau eq kualitasnya harus lebih bagus dari Geq dlms . :)

saya ada pertanyaan equalizer yg di boost ketebalan frekuensi atau tinggi rendahnya frekuensi ? :-?


- icm - 14-04-2011

masih dijalan olah raga ? waduh out of topic :D pakai PM saja...


- adhi elc - 14-04-2011

hihi..sbenarnya niat saya mengupas fungsi dan kelebihan eq yang tidak ada di dlms..



Ampun.. Monggo dilanjut ;-)


- gwendy - 14-04-2011

Quote:sekarang pertanyaan saya kang gwendy

karena sekarang ini dlms udah menjamur untuk pengguna OT bahkan ada pernah sharing ke saya ,beliau memakai mixer yamaha mg124 cx dan dlms dbxdriverack pa ,tp tidak optimal hasilnya setelah saya suruh coba pakai tambah eq dbx2231 sebelum dlms hasilnya jadi bagus menurut dia

yang jadi pertanyaan saya adalah apakah sinyal yang diberikan si mixer ini tidak sebagus sinyal yang diberikan si eq ?

masalahnya hanya setting saja, didalam DLMS pada bagian crossover ada pengaturan gain tipa range , klu ini gak di ataur sedemikian atau tetap 0dB maka dengan si MG hasilnya pasti loyo .

Quote:equalizer yg di boost ketebalan frekuensi atau tinggi rendahnya frekuensi ?

yg jelas levelnya , pada graphic EQ band frequensi sdh fix yg diatur levelnya saja.

Quote:Sekedar untuk mendetailkan cut frekuensi yg mungkin kurang detail .

Fitur DLMS lebih akurat dari EQ biasa




- bang_dewa - 14-04-2011

hans_musik link=topic=6255.msg74407#msg74407 date=1302757312 Wrote:Oh iya. Kenapa orang memakai EQ tambahan sebelum DLMS ? Karena kalau memakai EQ tambahan, pada saat kita mau mensetting EQ nya, menjadi lebih mudah. tinggal memboost / men cut frekuensi yang kita inginkan.

Sedangkan kalau mensetting EQ melalui DLMS agak ribet. Harus masuk ke menu dulu, kemudian memboost / men cut satu - persatu dengan menggunakan Scroll. 

Memang kalau kita menggunakan Graphic EQ tambahan, pasti hasilnya lebih bagus ( dengan syarat Graphic EQ tersebut paling tidak setara / melebihi kualitasnya dari Graphic EQ yang ada di DLMS tersebut ).

Akan tetapi kembali harus kita pertimbangkan segi Efisiensi dan Keuangan. hehehe  :D
saya setuju sama yang punya toko ini :-bd
daripada harus melotot ke layar DLMS bikin jidat berkerut, enak tangannya langsung colok ke EQ analog trus ambil snack lagi deh :D


- yoesam - 14-04-2011

bjO link=topic=6255.msg74052#msg74052 date=1302691648 Wrote:wahhh asik nih... saya termasuk yg bilang ga perlu Eq lagi.  (nb: buat out mixer)
mulai dibahas darimana nih,, untuk peruntukannya dulu??

Sebagai pemilik saya juga akan memilih itu mas bejo, berhubungan dg investasi. Kenapa gak dioptimalkan fungsi yg ada?

bang_dewa link=topic=6255.msg74643#msg74643 date=1302786804 Wrote:saya setuju sama yang punya toko ini :-bd
daripada harus melotot ke layar DLMS bikin jidat berkerut, enak tangannya langsung colok ke EQ analog trus ambil snack lagi deh :D

Sebagai operator akan memilih kemudahan dalam setting alat, shg ada waktu luang untuk chat/sms dg istri muda  :))

hans_musik link=topic=6255.msg74407#msg74407 date=1302757312 Wrote:Oh iya. Kenapa orang memakai EQ tambahan sebelum DLMS ? Karena kalau memakai EQ tambahan, pada saat kita mau mensetting EQ nya, menjadi lebih mudah. tinggal memboost / men cut frekuensi yang kita inginkan.

Sedangkan kalau mensetting EQ melalui DLMS agak ribet. Harus masuk ke menu dulu, kemudian memboost / men cut satu - persatu dengan menggunakan Scroll. 

Memang kalau kita menggunakan Graphic EQ tambahan, pasti hasilnya lebih bagus ( dengan syarat Graphic EQ tersebut paling tidak setara / melebihi kualitasnya dari Graphic EQ yang ada di DLMS tersebut ).

Akan tetapi kembali harus kita pertimbangkan segi Efisiensi dan Keuangan. hehehe  :D


Contoh pedagang yg tidak asal barang dagangannya laris terjual  :-bd



- fauzip - 15-04-2011

ada 2 jenis EQ dalam SS:

1) monitor EQ sudah familiar semua, untuk cut feedback.
2) house EQ, umumunya bertipe graphic [karena lebih mudah dioperasikan, walau lebih presisi parametric] ini untuk:
1) memoles speaker FOH / mains / utama. ini bergantung selera sang radja yg mengoperate FOH. tidak harus flat, karena sesuai selera, bisa scoop [mid amblas tinggal bledug ngecesss], atau smooth rolled off [respons mid ke high menurun landai] atau boost area vokal, apapun sesuai selera radja.
2) mengatasi sedikit kendala akustik, misalnya cut 200 hz untuk mengatasi room modes yg dominan dang dung.
House EQ bisa dilakukan via lms yg dilengkapi GEQ, tapi umumnya rental besar menggunakan EQ terpisah karena:
1) belum tentu band engineer / guest engineer familiar dengan menu2 lms yg merknya bejibun. untuk akses GEQ saja harus buka buku manual maleslah.
2) lms biasanya dilock oleh system engineer, karena untuk menjaga jangan sampai diutak-utik setting optimasi speaker [crossover, delay, PEQ, comp/limiter] ini untuk keamanan dan performance sistem.



- jhonycharl - 15-04-2011

fauzip link=topic=6255.msg74889#msg74889 date=1302832972 Wrote:ada 2 jenis EQ dalam SS:

1) monitor EQ sudah familiar semua, untuk cut feedback.
2) house EQ, umumunya bertipe graphic [karena lebih mudah dioperasikan, walau lebih presisi parametric] ini untuk:
1) memoles speaker FOH / mains / utama. ini bergantung selera sang radja yg mengoperate FOH. tidak harus flat, karena sesuai selera, bisa scoop [mid amblas tinggal bledug ngecesss], atau smooth rolled off [respons mid ke high menurun landai] atau boost area vokal, apapun sesuai selera radja.
2) mengatasi sedikit kendala akustik, misalnya cut 200 hz untuk mengatasi room modes yg dominan dang dung.
House EQ bisa dilakukan via lms yg dilengkapi GEQ, tapi umumnya rental besar menggunakan EQ terpisah karena:
1) belum tentu band engineer / guest engineer familiar dengan menu2 lms yg merknya bejibun. untuk akses GEQ saja harus buka buku manual maleslah.
2) lms biasanya dilock oleh system engineer, karena untuk menjaga jangan sampai diutak-utik setting optimasi speaker [crossover, delay, PEQ, comp/limiter] ini untuk keamanan dan performance sistem.


trus kira2 perlu gak kang lms ini di suplay equalizer ?