![]() |
|
Mutu Album Cd-Audio Indonesia - Printable Version +- Solfegio Forum (https://solfegio.com) +-- Forum: Sound System (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=4) +--- Forum: Home Audio (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=23) +--- Thread: Mutu Album Cd-Audio Indonesia (/showthread.php?tid=9196) |
- didiek - 09-01-2012 yap, betul sekali kang MOMOD tapi.... seharusnya hal itu harus selaras, sementara pihak HAKI gencar menggalakkan anti pembajakan, anti...anti.., dan pengrebekan sana sini seharusnya pihak produsen album rekaman juga serius menggarap albumnya, sewajarnya dan BIJAKSANA sehingga tidak mengorbankan konsumen di era global ini orang dengan mudah membandingkan album buatan kita dengan buatan luar, tentunya dengan harga yang sama yang menjadi pertanyaan : "KENAPA NEGARA LAIN BISA, KOK NEGARA KITA TIDAK BISA ?" sangat ironi memang, salah satu contohnya, saya punya dua Album rock NIRV*** buatan kita seharga 70rb dan buatan Singapura seharga USD6.9 (diimpor di indonesia jadi 140rb) tapi suara dijamin beda mas dan yang produksi Indonesia sedikit ngawur, karena tidak ada ended, karena track terakhir lagu sudah berakhir tapi track jalan terus sampai 15 menit. jadi apabila di repeat, kita harus nunggu 15 menit, dan saya masih punya contoh lainnya dari kenakalan produsen kita tapi... ini hanya pendapat saya aja..... - agig - 09-01-2012 Setelah dengar penjelasan pak ihut kayaknya keinginan untuk beli lagu dari band indonesia dilabeli audiophile jadi kian surut, ha3... - ghozy - 09-01-2012 Kira-kira kalau album Indonesia yang dilabeli "Audiophile" itu produksi mana ya?, atau lae ihutm barangkali pernah merasakan hasil CD Indonesia yang dilabeli Audiophile? - didiek - 09-01-2012 ghozy timestamp='1326106685' post='128480 Wrote:Kira-kira kalau album Indonesia yang dilabeli "Audiophile" itu produksi mana ya?, atau lae ihutm barangkali pernah merasakan hasil CD Indonesia yang dilabeli Audiophile?CDnya produksi Indonesia, tapi studio rekamannya dari luar salah satu contoh CD Audiophile Indonesia adalah James Chu dengan Javanova-nya, kualitasnya bagus dia orang Indonesia, tapi sekarang di Hongkong, karena sangking cintanya dia dengan tembang Jawa dia merilis album Javanova dengan kualitas Audiophile. sekarang saya balik bertanya : "apakah dia punya uang milyaran untuk merilis album tersebut ?" bisa bangkrut dia, karena mingkin albumnya hanya dirilis 1000 biji dan apakah artis sekelas Audiophile orang kaya ? saya kira tidak, mereka mungkin hanya orang biasa yang tidak terkenal tapi punya suara bagus. saya kira itu tergantung niat penyanyinya dan lainnya ingin pamer suara atau ingin cepat kaya - ghozy - 10-01-2012 Ya mungkin menurut saya "Faktor Dana" juga berbicara disini, tetapi faktor "kurang menjaga kualitas" nampaknya juga "ada". Sedikit curhat saya dengan Audio CD yang saya beli di Pasaran dan Original (Dibeli di Toko Resmi, bersegel dan ada stiker pajak) ada sebagian CD Audio yang kualitas suaranya Noise dan dan tidak jernih. Dan maaf menurut saya beberapa file MP3 "Karya Solfer" yang saya download dari forum ini kualitas suaranya lebih bersih dari noise dan lebih jernih jernih (tentunya belum sebagus CD Audio berkualitas bagus). IMHO - ihutm - 10-01-2012 Hmmm.... sudut pandang yg berbeda yg dikemukakan pak Didiek... Saya mencoba melihatnya dari sisi industri dan pak Didiek menghadapkan dengan idealisme pemusik... Kalau dari sisi idealisme pemusik, Indonesia juga kaya'nya mampu menghasilkan yg sama...tapi dalam skala terbatas dan tidak bercerita soal uang mas... Indra Lesmana pernah melakukan hal yg sama dan tidak mencantumkan label Audiophile dialbumnya, Indra Q dengan BIP nya tahun yg lalu juga melakukan hal yg sama dijalur indie dgn jumlah terbatas dan qualitas yg bagus... Itu satu persatu , personil per personil...yg sya jabarkan diatas adalah skala industri dari sudut pandang produsen. Bisakah kita memproduksi sendiri album Audiophile ? Jawabnya BISA!! Gunakan saja studio yg standard utk take, pakai peralatan yg standard utk capture (dari Mic dan SoundCard) yg misalnya sudah support 192 Khz, lakukan direct take , minimal mixing dan light mastering ... kalau anda seorang platinum class musician dengan ilmu komputer sedang sedang dan pengetahuan tentang process recording yang baik, ini bukan pekerjaan sulit (dan ke-3 syarat itu ada di Indra Q dan Indra Lesmana). Luncurkan album audiophile...masalah laku atau tidak, itu urusan lain..yg penting secara batiniah anada sudah membuktikan bahwa anda mampu memproduksi album audiophile... tapi itu dari sisi 'memproduksi' dari sudut musisi, bukan berbicara industri... Soal beda antara copy CD ex singapura dan indonesia... saya sih ada beberapa pengalaman secara teknis bgmn produksi di singapura dan indonesia dalam melakukan produkasi CD...tapi nanti ada yg semakin 'gak kepingin' membeli CD Indonesia, kasihan industri per CD-an di Indonesia?? hehehehehe... - unforgeten - 10-01-2012 kalau muncul tulisan track berarti itu di sadur dr mp3 ke audio cd [di kompressi]ok tks maaf kalau salah - ghozy - 11-01-2012 tidak selalu mas, dulu pernah beberapa kali muter CD Audio klasik punya kakak, Original dari luar negeri pula. keluarnya juga track 1, track 2 dst. Selama produsen tidak memasukkan data ID lagu ke file ya munculnya selalu Track 1, track 2 dst - palermo - 11-01-2012 ga diteruskan saja ceritanya om MOMOD? kita pengen tau yang sebenarnya, meski bukan hak konsumen tau sampe sedetil itu. tapi mestinya trik macam "yg ga bisa diomongkan" itu tak terjadi. bakal selamanya terus seperti itu. - didiek - 11-01-2012 ghozy timestamp='1326239763' post='128695 Wrote:tidak selalu mas, dulu pernah beberapa kali muter CD Audio klasik punya kakak, Original dari luar negeri pula. keluarnya juga track 1, track 2 dst. Selama produsen tidak memasukkan data ID lagu ke file ya munculnya selalu Track 1, track 2 dstbukan track-nya mas ghozy, tapi "My CD" ==> It's NERO BURNING ROM |