Solfegio Forum
gagal modif power amplifier - Printable Version

+- Solfegio Forum (https://solfegio.com)
+-- Forum: Sound System (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=4)
+--- Forum: Power Amplifier (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=21)
+--- Thread: gagal modif power amplifier (/showthread.php?tid=15083)

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8


Balasan: gagal modif power amplifier - dewadewi - 01-07-2014

ijin nyimak


Balasan: gagal modif power amplifier - zia - 02-07-2014

keren mas, dapet thd segitu untuk skema simple.
btw, untuk nilai R2 = R3 (simetris), Jika diturunkan ke 470 atau dinaikkan ke 1K, apa pengaruhnya ya?
Dalam beberapa artikel ada pendapat untuk minimisasi tegangan offset dc. jadi salah satu R diganti memakai VR.
Konon cara lain dengan memasang R pada emitor tr differential, katanya bisa juga untuk minimisasi dc offset, dengan pengaturan nilai R tsb ?
Fungsi R5 sebagai apa ya? dalam beberapa skema, R5 ada 2 biji, yang konek ke output. (masing2 emitor driver terhubung ke output melalui R5).


RE: gagal modif power amplifier - bimo_tok - 02-07-2014

(02-07-2014, 12:00 PM)zia Wrote: keren mas, dapet thd segitu untuk skema simple.
btw, untuk nilai R2 = R3 (simetris), Jika diturunkan ke 470 atau dinaikkan ke 1K, apa pengaruhnya ya?
Dalam beberapa artikel ada pendapat untuk minimisasi tegangan offset dc. jadi salah satu R diganti memakai VR.
Konon cara lain dengan memasang R pada emitor tr differential, katanya bisa juga untuk minimisasi dc offset, dengan pengaturan nilai R tsb ?
Fungsi R5 sebagai apa ya? dalam beberapa skema, R5 ada 2 biji, yang konek ke output. (masing2 emitor driver terhubung ke output melalui R5).

R3 sebenarnya tidak perlu dipasang karena ngga ngaruh apa2. Nilai R2 dicari agar arus kolektor saat tidak ada sinyal menjadi sama atau mendekati. Semakin mendekati arus kolektor Q1 dan Q2 semakin kecil THD nya. Nilai R2 agar arus kolektor Q1 dan Q2 sama, besarnya tergantung dari besarnya sumber arus tetap yang ditentukan oleh R1. Makin kecil nilai R1, nilai R2 juga akan makin kecil.

Resistor emittor pada penguatan diferensial atau LTP kegunaan utamanya adalah meningkatkan slew rate. Namun juga bisa membuat DC offset menjadi kecil jika kedua resistor emittor tersebut nilainya berbeda (bisa pakai trimpot). Ini disebabkan VBE dan hFE yang tidak sama persis dari Q1 dan Q2. Jika sama persis, teorinya, jika R15 dan R14 nilainya sama, maka outputnya harusnya 0V (ujung R14) karena ujung R15 di ground kan.

Fungsi R5 agar transistor driver Q4 dan Q5 arus kolektornya tidak nol dalam kondisi apapun, sehingga dinamakan driver kelas A. Jika resistor emitor Q4 dan Q5 dihubungkan ke output maka transistor driver menjadi kelas B, karena ada kondisi dimana arus kolektor Q4 dan Q5 menjadi nol. Nilai R5 ditentukan agar Q4 dan Q5 tidak nol. Makin rendah impedansi output, makin kecil nilai R5. Jika arus Q4 dan Q5 sampai menjadi nol, maka transistor driver akan kehilangkan kontrol terhadap transistor final sehingga THD nya naik. Biasanya R5 diparalel dengan capacitor untuk mempercepat transistor final menjadi OFF dari keadaan ON di frekuensi tinggi.


RE: gagal modif power amplifier - gantex - 02-07-2014

(02-07-2014, 03:37 PM)bimo_tok Wrote: Biasanya R5 diparalel dengan capacitor untuk mempercepat transistor final menjadi OFF dari keadaan ON di frekuensi tinggi.

itulah alasannya kenapa ada cacat pada nada tinggi dan terkadang tidak clean di nada tinggi maupun menengah :-)


Balasan: gagal modif power amplifier - zia - 02-07-2014

Thanks atas pencerahannya mas.
Salam,


RE: gagal modif power amplifier - muchmano - 02-07-2014

(01-07-2014, 01:53 AM)bimo_tok Wrote: Ini modifikasi untuk power supply +-65V sekaligus meningkatkan performanya menjadi setara dengan OCL 150. Saya berusaha tidak memodifikasi terlalu banyak :-D
Transistor LTP diganti dengan 2N5551 yang VCE maksimumnya 160V. BD139 dan BD140 diganti dengan MJE340 dan MJE350 yang VCE maksimumnya 300V.
Sumber arus LTP ditentukan oleh R1 menjadi 2,3mA. R2 dan R3 dipilih nilainya agar arus kolektor Q1 dan Q2 sama atau mendekati sama. Ini agar THD nya minimal. Lalu sumber arus Q10 tegangan referensinya diganti dengan Led Merah (Led warna lain tegangan majunya berbeda), sehingga arus kolektornya menjadi 10mA. Karena tegangan bias transistor output memakai dioda, maka arus biasnya harus kecil agar transistor final tidak terjadi thermal runaway. Konsekuensinya cacat crossover tinggi. Atur R11 agar arus kolektor Q6, Q7, Q8, dan Q9 sekitar 10-15mA.
MJE340 dan MJE350 perlu memakai pendingin.
Hasil simulasi:
Phase Margin = 74, Gain Margin = 17
THD pada 198W/8Ohm, 1kHz -> 0.024307%
THD pada 198W/8Ohm, 20kHz -> 0.216913%
Slew Rate = 8.5V/uS
Untuk speaker 4 Ohm, transistor final perlu ditambah sepasang lagi.

Tentu saja rangkaian ini masih bisa ditingkatkan performanya, namun tidak menjadi sederhana lagi dan tidak bisa menggunakan komponen yang "umum". Misalnya transistor MJE340 dan MJE350 perlu diganti yang memiliki low Cob. Lalu mengkombinasikan kompensasi Miller dan "lead compensation" agar slew rate lebih tinggi, dan sebagainya.

Sayang saya nggak bisa lihat skemanya kang


Balasan: gagal modif power amplifier - gantex - 02-07-2014

panggil kang @bimo_tok aja kang tinggal sediain gula teh hhi.. :bd


RE: gagal modif power amplifier - muchmano - 03-07-2014

(01-07-2014, 01:53 AM)bimo_tok Wrote: Ini modifikasi untuk power supply +-65V sekaligus meningkatkan performanya menjadi setara dengan OCL 150. Saya berusaha tidak memodifikasi terlalu banyak :-D
Transistor LTP diganti dengan 2N5551 yang VCE maksimumnya 160V. BD139 dan BD140 diganti dengan MJE340 dan MJE350 yang VCE maksimumnya 300V.
Sumber arus LTP ditentukan oleh R1 menjadi 2,3mA. R2 dan R3 dipilih nilainya agar arus kolektor Q1 dan Q2 sama atau mendekati sama. Ini agar THD nya minimal. Lalu sumber arus Q10 tegangan referensinya diganti dengan Led Merah (Led warna lain tegangan majunya berbeda), sehingga arus kolektornya menjadi 10mA. Karena tegangan bias transistor output memakai dioda, maka arus biasnya harus kecil agar transistor final tidak terjadi thermal runaway. Konsekuensinya cacat crossover tinggi. Atur R11 agar arus kolektor Q6, Q7, Q8, dan Q9 sekitar 10-15mA.
MJE340 dan MJE350 perlu memakai pendingin.
Hasil simulasi:
Phase Margin = 74, Gain Margin = 17
THD pada 198W/8Ohm, 1kHz -> 0.024307%
THD pada 198W/8Ohm, 20kHz -> 0.216913%
Slew Rate = 8.5V/uS
Untuk speaker 4 Ohm, transistor final perlu ditambah sepasang lagi.

Tentu saja rangkaian ini masih bisa ditingkatkan performanya, namun tidak menjadi sederhana lagi dan tidak bisa menggunakan komponen yang "umum". Misalnya transistor MJE340 dan MJE350 perlu diganti yang memiliki low Cob. Lalu mengkombinasikan kompensasi Miller dan "lead compensation" agar slew rate lebih tinggi, dan sebagainya.

Maaf kang sebelumnya,skema yg sampeyan kasih kesaya menurut saya itu sudah terlalu banyak perubahan komponen kang,maksut saya tanpa merubah komponen supaya r330 tidak panas saat volume diputar maximal kira-kira komponen mana yg perlu dirubah nilainya?bukan komponennya,karna jika r330 panas saat volume max power lansung mati,tanpa ada komponen yang rusak.saya harap sampeyan masih mau bantu saya.


Balasan: gagal modif power amplifier - yansen - 03-07-2014

coba saja r 330 diganti dengan nilai yang lebih besar misalnya 560 atau yang lebih besar lagi,,,, itu kalo ngga mau merobah skema atau trnya,,, kan cuma mau hilangkan panasnya,,


Balasan: gagal modif power amplifier - gantex - 03-07-2014

:-D saya jadi bingung sendiri , kalo menurut saya R panas bukan penyebab power lansung mati, yaa coba aja dulu seperti yg kang yansen saranin barangkali penyakitnya sembuh :-D