- wanto - 14-01-2011
pembahasan yang menarik ayo dihidupkan lagi \:D/ \:D/ kang gea gimana itung"annya sudah apa belum ditunggu hasilnya? [-O< [-O<
- Gea - 14-01-2011
- Kita coba bikin sendiri saja yang sederhana tapi safe, masa musti nyontek terus dari skema yang sudah ada :D
Biar lebih simpel, dibagi bagian perbagian dulu:
[list type=decimal]
- Penyearah tegangan AC 220 volt, ini sama saja dengan regulator pada umumnya, yang membedakan hanya tegangan yang lebih tinggi sehingga perlu memilih dioda/bridge yang sanggup bekerka pada tegangan tinggi. Listrik 220 volt p-p adalah 311 volt sehingga butuh diode dengan reverse voltage minimum 400 volt, lebih tinggi lebih baik mengantisipasi spike voltage dari induksi trafo. Elco juga dibutuhkan yang voltase tinggi, kapasitas menyesuaikan dengan output daya.
Penyearah/regulator ini biasanya terdiri dari 2 set, satu untuk penyearah yang akan diumpankan ke trafo (daya besar), dan satu lagi penyearah untuk unit pencacah/pulse generator.
- Pencacah/ pulse generator, banyak jenisnya mulai dari yang paling sederhana dari transistor/flip flop, IC dll. IC 555 merupakan salah satu cotoh yang paling murah tetapi terbatas pada tegangan operasional yang rendah. IC Opamp seperti LM741 juga bisa. Pada prinsipnya pulse generator kalau dibaratkan Power Amplifier adalah sinyal input yang nantinya akan dikuatkan oleh penguat akhir berdaya besar. Supply daya berasal dari penyearah tegangan yang pertama dibahas.
Kenapa perlu pulse generator? karena untuk meminimalkan ukuran trafo perlu frekuensi yang lebih tinggi yang masuk ke trafo, jadi bukan 50 Hz lagi seperti power supply konvensional, biasanya berkisar antara 20 - 100 KHz yang dihasilkan oleh pulse generator dan dikuatkan oleh penguat akhir sebelum masuk ke trafo.
- Penguat akhir, sama cara kerjanya dengan penguat akhir pada amplifier, hanya tegangan dan frekuensi lebih tinggi, Pada PA frekuensi kerja berada di 20 Hz - 20 KHz sedangkan SMPS 20 Khz - 100 Khz. Butuh transistor/FET yang tahan banting thd voltase :D dan respon terhadap perubahan voltase yang cepat. Penguat akhir sifatnya hanya menguatkan arus, jika kita menggunakan pulse generator tegangan tinggi maka kita tidak perlu menguatkan voltase sebelum masuk ke penguat akhir. Dari pulse generator langsung ke penguat akhir untuk di lipatgandakan arusnya ,Tapi jika kita menggunakan pulse generator pada voltase rendah maka perlu penguatan voltase sebelum masuk ke penguat akhir
- Trafo, ada smps yang tidak pakai trafo tapi demi keamanan lebih baik pakai trafo. trafo yang digunakan yaitu yang corenya bisa bekerja pada frekuensi tinggi umumnya ferrite.
Dari keluaran trafo yang voltase sudah diturunkan masuk lagi ke penyearah dan dibagian ini diode harus pakai yang fast recovery karena frekuensi tegangan AC nya kisaran puluhan kHz.
Hal-hal yang perlu menjadi perhatian adalah:
- Spike tegangan dan arus yang dihasilkan trafo pada frekuensi tinggi bisa melebihi daya tahan reverse voltage/current dari transistor/FET penguat akhir, solusinya adalah dengan memasang snubber.
- Perlu koreksi output tegangan, karena berbeda dengan PS konvensional, perubahan tegangan input sedikit saja bisa menghasilkan perubahan yang besar pada tegangan output karena trafo bekerja pada frekuensi tinggi.
Pengontrol tegangan keluaran dengan cara menaikkan atau menurunkan frekuensi operasional melalui auto adjustment di IC pulse generator. Prinsipnya sama dengan LDR di rangkaian awal ApexH900,di SMPS namanya bukan LDR tapi optocoupler (benar gak ya nulisnya :D ), optokopler punya 2 pasang kaki yang masing-masing terisolasi sehingga tegangan output yang rendah tidak tercampur dengan tegangan tinggi di pulse generator
itu dulu nanti disambung lagi, kalo ada salah mohon koreksi sesama rekan Solfers >:D<
[/list]
- Gea - 14-01-2011
Jadi pada intinya, jika paham cara kerja Power Amplifier maka saya yakin akan paham juga cara kerja SMPS.
Jika bisa merakit PA pasti bisa merakit SMPS, hanya butuh kehati-hatian extra tinggi.
- wanto - 14-01-2011
danzrose link=topic=3022.msg29095#msg29095 date=1291964661 Wrote:
![[Image: Upk8fwyhZ-60Wsmps.jpg]](http://www.decashare.com/images/Upk8fwyhZ-60Wsmps.jpg)
pada gambar ini kan sepertinya ngak ada yang namanya optocoupler, kemudian apakah feed back teg yang di gunakan adalah lilitan skunder extra (w1) atau bagaimana?
- Gea - 14-01-2011
Gak pakai kang, namanya juga offline. Jadi gak ada kontrol tegangan. Hanya mengandalkan lilitan yang tidak seakurat optokopler
In penerapan optocoupler paling sederhana
![[Image: 220v-power-line-interface-with-optocoupler.gif]](http://www.eleccircuit.com/wp-content/uploads/2009/12/220v-power-line-interface-with-optocoupler.gif)
Ini yang dipakai di smps sederhana
- Rohmadfauzi - 14-01-2011
Wah bongkar SMPS yg buat ngelas itu aj kang,kan bisa nyampek 100A malah ada yg lebih,tp kayknya osilator nya cma 20kHz wah perlu tanya mbah google nich,hehehehe :))
- wanto - 14-01-2011
oh begitu ya mulai ada setitik cahaya yang dapat saya lihat padahal kang gea menyorotkan lampu par 1000w pada saya :D :-??. ini saya juga sambil mengamati smp 200Hb bekas server, disini terlihat ic upc494c dan ada juga trafo step down kecil, apakah ic ini merupakan ic pulse generator? apakah bekerja di tegangan rendah sehingga nantinya memerlukan penguat tegangan sebelum di umpankan pada fet?
- Gea - 14-01-2011
Saya lihat datasheet, upc494c tegangan kerjanya rendah hanya di 41 Volt dan output 41 Volt, frekuensi yang dipakai 300kHz.
Perlu penguat tegangan untuk di supply ke penguat akhir. karena tegangan perasional 220 volt ( 311 Volt p-p)
Tambahan : Rata-rata IC pulse generator menggunakan pulsa square (kotak) untuk frekuensinya, yang menggunakan sine wave (pulsa sinus) sulit nyarinya dan rata-rata mahal.
Kelemahan square wave adalah spike arus yang tinggi, karena sinyalnya hanya hidup-mati-hidup-mati-...dst... kalau kita perhatikan pada saat kita mematikan PA, ada lonjakan arus sesaat yang bikin bunyi "duk", kalau square wave bisa lebih parah lagi...
Tapi bisa dikurangi dengan rangkaian "snubber" di input trafo
- Gea - 14-01-2011
Cara lain menaikkan voltase dari IC upc494c yang hanya 41 Volt menjadi mendekati 311 volt bisa menggunakan trafo kecil, tentunya dengan inti ferrite yang maksimal bekerja di frekuensi tinggi. Bagusnya core berupa toroidal ferrite.
- Rohmadfauzi - 14-01-2011
Pakek ic temer aj jg bsa kang, kayak ic 555 kalau mau detalil bgt pakek ic mikrocontroler kang
|