Solfegio Forum
TDA 2050 - Printable Version

+- Solfegio Forum (https://solfegio.com)
+-- Forum: Sound System (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=4)
+--- Forum: Home Audio (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=23)
+--- Thread: TDA 2050 (/showthread.php?tid=66)

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13


- terry - 26-01-2011

inu link=topic=68.msg44078#msg44078 date=1296001676 Wrote:Coba pake LM1875 buat cring2annya..atau di tambah high pass filter pada input awal TDA2050..kalu mau nyontek high pass filter yang gampang


barangkali pake ini
http://www.decashare.com/?id=1FCbXYSdV


- Cayus - 26-01-2011

ow, berarti tiap komponen khususnya IC menyesuaikan Iklim suatu negara. kalau iklim tropis cocok dengan bass dem2 dan treble ces2  :D


- terry - 26-01-2011

bukan iklim kang tapi kuping  :D


- Cayus - 26-01-2011

kalau misal beda kuping kang. jadi banyak IC yg dikeluarkan oelh pembuatnya. karena tiap manusia itu kan beda kupingnya  %-(  :D. iklim yg mempengaruhi pendengaran manusia. sekarang misal aja kang kita dengarkan  musik di daerah Surabaya sama Malang/ pegunungan itu aja da beda kang hehehehehe


- Tommykwitang - 26-01-2011

Ya memang beda kupingnya. Tapi perbedaannya gak jauh kalau masih satu benua. Pengalaman saya ngoperate dihotel ****, orang korea, cina, philipine, Indonesia bilang bagus. Mereka terlihat begitu semangat mengikuti acara pertunjukan itu. Tiba2 datang orang Jerman dan Inggris protes, kata si pak le eh bule maksudnya: "Musiknya terlalu keras dan berisik terlalu banyak trebel". Waktu itu acara musiknya Arumba Bamboo Band, acara paling banyak penggemarnya, terutama bagi tamu2 dari Asia.


- Cayus - 26-01-2011

iya memang selera tiap manusia berbeda2 pak Tom. berarti IC yg cocok untuk orang indonesia itu apa? istilah gainclone itu asalnya dari mana? perbedaan gaincone dengan tda itu apa? kok katanya lebih bagus gainclone. dari segi apanya?


- fauzip - 26-01-2011

kalu jepun malah suka treble yg kasar pak tom sesuai semangat heiho


- Cayus - 26-01-2011

ow iya setelah saya tahu isi dari Simbada ternyata ICnya pkai TDA. apakah beda TDA simbada dengan TDA pasaran (kok harganya tidak sesuai dengan ic tda di pasaran)? atau mungkin yg jadi beda dari segi speaker dan ton controlnya. kalau ada yg punya skema simbada atau tone controlnya monggo diupload.


- terry - 26-01-2011

Cayus link=topic=68.msg44319#msg44319 date=1296025694 Wrote:kalau misal beda kuping kang. jadi banyak IC yg dikeluarkan oelh pembuatnya. karena tiap manusia itu kan beda kupingnya  %-(  :D. iklim yg mempengaruhi pendengaran manusia. sekarang misal aja kang kita dengarkan  musik di daerah Surabaya sama Malang/ pegunungan itu aja da beda kang hehehehehe


he...he...nggak gitu kang...nanti bakal ada IC yang dibuat berdasarkan data penduduk per RT dong.... :D Jawaban pak Tommy saya rasa cukup jelas tuh... :)
gampang aja kalo ngomong selera-seleraan....disini komponen lainnya ikut menyumbang coba aja Cf di gainclone ganti MKP pasti berubah karakternya kang Cayus  ;))


- inu - 26-01-2011

Cayus link=topic=68.msg44348#msg44348 date=1296028728 Wrote:ow iya setelah saya tahu isi dari Simbada ternyata ICnya pkai TDA. apakah beda TDA simbada dengan TDA pasaran (kok harganya tidak sesuai dengan ic tda di pasaran)? atau mungkin yg jadi beda dari segi speaker dan ton controlnya. kalau ada yg punya skema simbada atau tone controlnya monggo diupload.


katanya simbada buatan tangerang??betul kah itu???

saya pernah bongkar yang seri simbada berapa gitu..kalu gak salah pake TEA2025 dan CD2025 dan saya buat kloning simbada pake TDA7268 (hehehee segala simbada di kloning  :D  :D soalnya bikin sendiri harga dibawah jauh sama tuh speaker). tone nya rata2 pasif, tapi gak tau juga buat yang lain...yang pernah d liat standar aja..