Solfegio Forum
cara mengetahui watt pada power ampli - Printable Version

+- Solfegio Forum (https://solfegio.com)
+-- Forum: Sound System (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=4)
+--- Forum: Power Amplifier (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=21)
+--- Thread: cara mengetahui watt pada power ampli (/showthread.php?tid=12884)

Pages: 1 2 3 4 5 6


RE: cara mengetahui watt pada power ampli - roy umam - 12-09-2013

(08-06-2013, 12:45 PM)gwendy Wrote: Daya Out power amp ( asumsi Daya PSU Memadai )
P = Vout kuadrat /R
Daya PSU = V X I ( untuk trafo CT misalnya CT 40 5A ) = 200 watt . --> dihitung sebelah saja bukan 80V .
efisiensi Class AB 60 s/d 70 % sisanya 140 W , klu dipakai 2 ch stereo sisa 70w per ch , silahkan dilanjutkan .

kalau efisiensi Class lainnya berapa bang MOMOD? Class D misalnya. :bd


RE: cara mengetahui watt pada power ampli - nafiri - 12-09-2013

(12-09-2013, 08:15 AM)roy umam Wrote: kalau efisiensi Class lainnya berapa bang MOMOD? Class D misalnya. :bd

cara paling simple
semakin dingin PA... semakin effisien.


RE: cara mengetahui watt pada power ampli - didiet78 - 12-09-2013

Klas A max 25%
Klas B max 75%
Klas C max 90%
Klas D max 98%
Klas AB tergantung sedang di posisi klas apa.

Didiet


RE: cara mengetahui watt pada power ampli - kang indra - 12-09-2013

nyimak saja di pojok depan,biar ngerti hitung - hitung yg tepat


RE: cara mengetahui watt pada power ampli - samsi - 13-09-2013

nyimak n sambil Belajar berhitung.......


RE: cara mengetahui watt pada power ampli - bimo_tok - 17-09-2013

(29-05-2013, 08:54 PM)ragilee Wrote: ok mas naf ...

mnurut hitunganku ya mas 45x45/2ohm = 1012, 5watt peak. sedangkan arus listrik yg d btuhkan ialah 45v/2ohm= 22. 5 amper ... sedangkan travo masih 15amp abal2 . maaf klo salah . msh belajar elektro

Cara menghitung daya amplifier.
Jika amplifier disainnya benar untuk class A, B, AB, G, dan H maka dayanya ditentukan oleh tegangan powersupplynya.
Misalnya: Pakai trafo 42V CT maka daya ampli adalah sbb:
Tegangan DC tanpa beban: (42V x akar dua) - 2x tegangan dioda = sekitar 57VDC (plus dan minus).
Tegangan DC dengan beban penuh akan turun tergantung efisiensi trafo dan besarnya capasitor penyerah. Untuk praktisnya asumsinya penurunan sekitar 4V. Jadi tegangan DC jadi 53V.
Jika beban amplifier 8 Ohm maka tegangan puncak di speaker adalah: tegangan DC - tegangan saturasi transistor ouput, asumsikan sekitar 1V. Jadi tegangan peak di speaker 52V.
Daya amplifier pada beban 8 Ohm = (tegangan rms) dikuadratkan / 8 Ohm = (52 / akar dua) kuadrat / 8 = 169 Wat rms.
Untuk beban 4 Ohm, penurunan tegangan DC lebih besar lagi jadi dayanya tidak 169 x 2, tapi lebih kecil lagi.
Umumnya daya amplifier diukur dengan distorsi sinyal sinus antara 1% sampai 10% mendekati clipping.
Kit power amplifier yang dijual di Indonesia umumnya mencantumkan daya yang salah karena mungkin yang bikin tidak bisa mengukur daya amplifier atau tidak mengerti cara menghitungnya.
Semoga bermanfaat.


RE: cara mengetahui watt pada power ampli - joko samudro - 17-09-2013

kalau trafo 10amper 45volt untk 2chanel,tiap chanelnya 2pasang sanken,,berapa watt tiap chanelnya kang,,,:-)


RE: cara mengetahui watt pada power ampli - didiet78 - 17-09-2013

(17-09-2013, 07:49 AM)joko samudro Wrote: kalau trafo 10amper 45volt untk 2chanel,tiap chanelnya 2pasang sanken,,berapa watt tiap chanelnya kang,,,:-)

Beban berapa ohm ?
Di ukur pakai power meter


RE: cara mengetahui watt pada power ampli - roy umam - 17-09-2013

(17-09-2013, 06:12 AM)bimo_tok Wrote: Cara menghitung daya amplifier.
Jika amplifier disainnya benar untuk class A, B, AB, G, dan H maka dayanya ditentukan oleh tegangan powersupplynya.
Misalnya: Pakai trafo 42V CT maka daya ampli adalah sbb:
Tegangan DC tanpa beban: (42V x akar dua) - 2x tegangan dioda = sekitar 57VDC (plus dan minus).
Tegangan DC dengan beban penuh akan turun tergantung efisiensi trafo dan besarnya capasitor penyerah. Untuk praktisnya asumsinya penurunan sekitar 4V. Jadi tegangan DC jadi 53V.
Jika beban amplifier 8 Ohm maka tegangan puncak di speaker adalah: tegangan DC - tegangan saturasi transistor ouput, asumsikan sekitar 1V. Jadi tegangan peak di speaker 52V.
Daya amplifier pada beban 8 Ohm = (tegangan rms) dikuadratkan / 8 Ohm = (52 / akar dua) kuadrat / 8 = 169 Wat rms.
Untuk beban 4 Ohm, penurunan tegangan DC lebih besar lagi jadi dayanya tidak 169 x 2, tapi lebih kecil lagi.
Umumnya daya amplifier diukur dengan distorsi sinyal sinus antara 1% sampai 10% mendekati clipping.
Kit power amplifier yang dijual di Indonesia umumnya mencantumkan daya yang salah karena mungkin yang bikin tidak bisa mengukur daya amplifier atau tidak mengerti cara menghitungnya.
Semoga bermanfaat.

Kalau class D bagaimana kang @bimo_tok?

(12-09-2013, 09:56 AM)nafiri Wrote: cara paling simple
semakin dingin PA... semakin effisien.

@nafiri : semakin dingin, bararti ga usah pake heatsink yg gede (bisa ngirit heatsink dan tempat)..... :bd

(12-09-2013, 10:31 AM)didiet78 Wrote: Klas A max 25%
Klas B max 75%
Klas C max 90%
Klas D max 98%
Klas AB tergantung sedang di posisi klas apa.

Didiet

Berarti class D lebih efisien. Ohya, kalau class G dan H? kira2 berapa ya kang @didiet78?


RE: cara mengetahui watt pada power ampli - bimo_tok - 20-09-2013

(17-09-2013, 12:12 PM)roy umam Wrote: Kalau class D bagaimana kang @bimo_tok?

Kalau class D yang bukan bridge, coba ukur tegangan PWM sebelum filter di outputnya. Misalnya yang terukur tegangan kotaknya +- 40V (split power supply), maka tegangan peaknya 40V. Misalnya rugi2 filter kita abaikan maka tegangan rms = tegangan peak / akar dua = 28V.
Selanjutnya ngitung daya amplinya sama dengan yang lain yaitu kuadrat tegangan rms / load resistance.
Selain PWM (Pulse Width Modulation), class D juga memakai PDM (Pulse Density Modulation). Keduanya inputnya dari sinyal analog. Untuk input digital digunakan PCM (Pulse Code Modulation).
Untuk lebih jelasnya silakan baca buku "Designing Audio Power Amplifiers" dari Bob Cordell.

Untuk cara pengukurannya semua amplifier sama. Drive amplifier sampai mendekati clipping dengan sinyal sinus. Biasanya pakai sinyal sinus 1kHz. Distorsi pada output dari 1% sampai 10% (harus disebutkan pada hasil pengukuran). Beban amplifier resistor 8 Ohm atau 4 Ohm. Ukur tegangan peak to peak dengan osiloscope.