Solfegio Forum
Menggulung Ulang Trafo Toroid - Printable Version

+- Solfegio Forum (https://solfegio.com)
+-- Forum: Sound System (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=4)
+--- Forum: SS Lain-Lain (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=24)
+--- Thread: Menggulung Ulang Trafo Toroid (/showthread.php?tid=1338)



- gwendy - 26-10-2010

sama dengan trafo biasa, itu yg saya pake dan aman dari panas . :)


- endik - 26-10-2010

ok Mod Terima kasih infonya nanti saya akan saya coba setelah beli kawat tembaganya


- Gea - 26-10-2010

Mungkin pertanyaannya adalah berapa flux density magnet maksimal yang bisa di capai oleh masing-masing bahan core pada frekuensi 50 Hz, sehingga bisa dihitung berapa gulungan yang dibutuhkan.

Mungkin di angka 500 gauss cukup aman, sehingga bisa dimasukkan kerumus:
Bmax = (E x 100)/(4.44 x Ae x N x f)

Bmax = flux maximum
Ae = Luas pemanpang core
N = Jumlah gulungan
f = frekuensi

Mohon koreksi jika salah


- gwendy - 26-10-2010

klu yg ini gimana , ini rumus untuk switching ( square pulse ) ,
E = (4.4 x 10^-8) * F * N * B * A

Where

E is the peak voltage
F is the frequency
N is the number of turns in the winding
B is the core flux density
A is the cross section of the core

klu untuk sinus 50Hz saya blm nemu rumusnya jadi pake rumus untuk roti tawar aja. :)


- dicky_ahmad - 26-10-2010

Gea link=topic=1630.msg10468#msg10468 date=1286536671 Wrote:Sebelum lebaran beli trafo toroid 15A di glodok cuma saking percayanya ga dites dulu, karena kesibukan baru abis lebaran di otak-atik, woalaah..setelah nyambung ke 220V, ga ada tanda-tanda pergerakan jarum voltmeter di sekunder. Usut punya usut ternyata gulungan primer putus, mau dikembalikan ke glodok ga enak karena kesalahan sendiri waktu beli ga di tes dulu.

Akhirnya diputuskan untuk bongkar gulungan sekunder;

[Image: img0552id.jpg]
Penampakan setelah gulungan sekunder dibongkar

[Image: img0551gj.jpg]
Bagian yang putus

[Image: img0554v.jpg]
Gulungan setengah jadi

[Image: img0571y.jpg]
Hasil akhir

Total menghabiskan waktu sekitar 6 jam mulai dari bongkar dan menggulung lagi
[size=18pt]Diameter kawat primer 0.36 mm sekunder 0.9 mm[/size]
turns ratio 2.8

Ternyata menggulung ulang trafo toroid tidaklah begitu sulit.

Pertanyaan yang muncul selama dan setelah pengerjaan:
1. Efek kerapihan gulungan
2. Bagaimana jika gulungan sekunder dimulai dari CT dan langsung menggulung dengan 2 kawat dan gulungannya searah, perbedaan hasil dengan gulungan normal bagaimana?
3, Kira-kira untuk power transformer toroid untuk audio core nya jenis apa dan berapa Inductance Index (AL) nya?
4. Dimana yang jual toroid core dan kira-kira berapa harganya?
5. Kira-kira sekarang kawat enamel berapa perkilonya?

Jika ada rekan-rekan solfer yang mau sharing..saya mengucapkan terimakasih

untuk yg q kasih warna kuning q masih belum ngerti :xx... tak cari digogle untuk 15A sekitar 2mm.. ini cuma 0.9 ???

ada yg bisa jelaskan g???  :)


- Gea - 27-10-2010

Mas Dicky,

dimeter 2mm atau mungkin AWG 12 maksimum arus 12 A adalah untuk kabel jaringan artinya jika dipakai untuk di bentang (power transmission) dengan asumsi memperhitungkan ketahanan pada saat memuai karena panas.

Sedangkan jika pada chasis atau gulungan, kabel ini mampu dengan aman di lewati sampai 41 A.

Saya rasa demikian, kadang produk dalam negeri masih terjadi penipuan publik. Sekunder karena letaknya dibagian luar dan jumlah gulungannya sedikit di kasih kawat tembaga dengan diameter besar supaya pembeli percaya bahwa trafo mampu meloloskan arus yang besar sedangkan gulungan primer kawat tembaganya kecil karena butuh jumlah gulungan yang lebih banyak, arus yang besar melewati gulungan sekunder kan harus didukung oleh kemampuan gulungan primer dilewati arus dan kemampuan maksimal core untuk menghasilkan fluks magnetik yang seimbang juga.

Logikanya jika 20A 48 V yang melewati gulungan sekunder maka dengan memperhitungkan efisiensi 75% arus yang akan melewati gulungan primer 5.8A, butuh diameter kawat primer 0.6mm.

Kalau untuk toroid karena efisiensi lebih besar mungkin bisa pakai kawat yang lebih kecil untuk primer.

Belum lagi ukuran besi kern-nya untuk mendapatkan luas pempang berbanding GPV yang seimbang, kalau yang ini rada ribet, sayapun ga terlalu paham


- gwendy - 27-10-2010

Quote:Sedangkan jika pada chasis atau gulungan, kabel ini mampu dengan aman di lewati sampai 41 A.

saya butuh nih tabelnya mas , ini pernah saya bahas lupa dimana, diameter email untuk toroid lebih kecil dari trafo rotitawar pada Arus yang sama. ^:)^


- Gea - 27-10-2010

gwendy link=topic=1630.msg15608#msg15608 date=1288096821 Wrote:klu yg ini gimana , ini rumus untuk switching ( square pulse ) ,
E = (4.4 x 10^-8) * F * N * B * A

Where

E is the peak voltage
F is the frequency
N is the number of turns in the winding
B is the core flux density
A is the cross section of the core

klu untuk sinus 50Hz saya blm nemu rumusnya jadi pake rumus untuk roti tawar aja. :)


Kalo roti tawar mungkin bisa pakai rumus cepatnya aja Mas Gwen karena jenis besi kernnya bisa dibilang hampir sama semua

GPV = f/A

GPV = gulungan pervolt
f = frekuensi yang digunakan
A = luas penampang kern dalam cm2

darimana asal rumusnya saya juga gak ngerti, saya dikasih tahu penggulung trafo


- Gea - 27-10-2010

gwendy link=topic=1630.msg15707#msg15707 date=1288132522 Wrote:saya butuh nih tabelnya mas , ini pernah saya bahas lupa dimana, diameter email untuk toroid lebih kecil dari trafo rotitawar pada Arus yang sama. ^:)^


Bisa lihat disini Mas..

Yang bisa lebih kecil kawat primer, kalo sekuder sama saja diameter kawat tembaganya


- gwendy - 27-10-2010

wah bisa panas dong klu primer gak seimbang sama sekunder ( VAnya )
ok thanks linknya.