Solfegio Forum
Pre amp mic + tone control berderet - Printable Version

+- Solfegio Forum (https://solfegio.com)
+-- Forum: Sound System (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=4)
+--- Forum: Audio Equipments (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=22)
+--- Thread: Pre amp mic + tone control berderet (/showthread.php?tid=188)

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38


- kloengsoer - 16-01-2011

wah milik saya kebalik tone control diakhir, eq di awal biar fader nya banyak  :-??


meski beda pada pada nilai kapasitor tapis tapi skema eq mirip, maaf buram


[Image: eq3h.th.jpg]

Uploaded with ImageShack.us


- Tommykwitang - 16-01-2011

Mas Kloeng: EQ diawal juga bagus untuk mendapat warna/karakter musik/vokal sesuai selera. Tapi GEQ sebelum Power Amply lebih mengarah kepada penghalusan suara (flat) secara general agar tdk terlalu gampang feedback.

Mas Cayus: Ketika menyanyi pakai echo enak, tapi saat bicara echo terasa jadi mengganggu. Dengan hubungan seperti itu kita bisa menurunkan level echo sekaligus untuk semua mic saat untu bicara pada jeda antar lagu.

Melaui tone control untuk equalisasi echo, kalau suara dari echo bassnya terlalu kuat akan bikin pusing kepala, krn suara bass jadi terasa menggulung. Menaikkan nada treble pada output echo akan mebhasilkan suara desah yg disukai banyak orang Indonesia. Echo yg terpasang didalam VCD terasa sangat tidak enak krn tdk ada equalisasi sama sekali untuk menghemat biaya, spy bisa dijual murah.


- Cayus - 17-01-2011

Melaui tone control untuk equalisasi echo, kalau suara dari echo bassnya terlalu kuat akan bikin pusing kepala, krn suara bass jadi terasa menggulung. Menaikkan nada treble pada output echo akan mebhasilkan suara desah yg disukai banyak orang Indonesia

>>>nah ini dia yg saya maksud dari dulu pengen saya buat tapi takut salah jalur. tapi setelah dapat pencerahan dari pak Tom saya sudah lega dan sudah terjawab permasalahan saya dalam merakit mixer sederhana tapi Hi-fi hehehe

sebenarnya saya sudah punya 4 kit tone kontrol mono yang sudah saya rakit tapi (cuma bass treble saja) dan itu saya buat mixer tapi tidak pakai pre amp dan master. dari keempat tone control tersebut langsung menuju echo trus ke amplifier. dan hasilnya tidak memuaskan.

setelah saya melihat di SF ini pak Tom upload skema mixer sederhana tapi Hi-fi. Saya akan coba mau merakit dari PCB kosong. saya mau coba yg memakai bass, middle dan treble.

Pertanyaan:
1. master mixer itu sanggup sampai berapa channel pak Tom? biar suaranya tetap stabil (keras) gak kayak mixer di pasaran kalau di pasang chanel banyak suara jadi lemah.
2. kalau misalnya saya tidak memakai equaliser seperti di diagram blok pak Tom, misal out dari master main langsung ke >>>> parametrik>>>power amplifier. hasilnya bagaimana?
3. kalau misalnya saya memakai equaliser (diagram blok)>>>parametrik>>>Power amplifier hasilnya bagaimana?
4. hasilnya bagusan mana antara pertanyaan nomor 2 dengan nomor 3?

sementara sekian dulu pertanyaannya pak Tom sebelum saya mau merakitnya. Terima Kasih banyak pak Tom


- Yassud - 17-01-2011

Tommykwitang link=topic=196.msg41084#msg41084 date=1295195984 Wrote:Mas Cayus: Ketika menyanyi pakai echo enak, tapi saat bicara echo terasa jadi mengganggu. Dengan hubungan seperti itu kita bisa menurunkan level echo sekaligus untuk semua mic saat untu bicara pada jeda antar lagu.


Mas Tomy, karena belum punya BU saya udah kebeli Kit merk : "DIGITAL REVERBERATION HALL/PLATE" PAKAI 5bh IC PT2399 dan penguatan preamp opamp 4558D Volt +/- 12,CT  ini adalh product audio rakitan Malang. Kira2 kalau dirakit gimana nyambungnya ke mixer BU ya? apa bisa ke aux send/return juga. khawatir malah bisa ngerusak mixer.thx 


- Tommykwitang - 17-01-2011

1. master mixer itu sanggup sampai berapa channel ? biar suaranya tetap stabil (keras) gak kayak mixer di pasaran kalau di pasang chanel banyak suara jadi lemah.

Saya coba dengan output maksmumnya lebih dari cukup sekitar 2Vrms, level standar yg tertinggi utk ss pro cuma 1,4Vrms. Kemudian saya simulasikan dgn resistor 33K sebanyak 12 buah (=12kanal) dihubung ke ground, penurunan pada level output relatip kecil. Kesimpulannya digunakan untuk 12 kanal masih bagus.

Pertanyaan ke2 dan ke3 saya tidak bisa jawab bagusan mana, krn pemasangan parametrik setelah master kurang umum untuk penggunaan karaoke, tapi untuk discotique sangat membantu untuk mendapatkan karakter suara sub yg menonjok dada, suara mid ditahan agar pengunjung tetap bisa ngobrol ditengah hiruk-pikuk musik yg keras. Parametrik akan sangat bagus untuk mempercantik suara musik atau karakter vocal yg pas2an. Jadi digunakan sebagai tone control setelah mic pre-amp. Itu yang banyak digunakan pada mixer2 mahal. Dari pengalaman saya ngamen pake mixer yg menggunakan paramertik sebagai tone control menjadikan orang yg suaranya pas2an jadi ketagihan nyanyi, krn selalu mendapat tepuk tangan meriah. Efek PEQ jauh lebih bagus daripada menggunakan echo.

Sedangkan penggunaan GEQ sebelum mixer untuk CDP/VCD/Tape Deck sangat membantu untuk mendapatkan karakter musik yg lebih pas. Untuk memperbaiki suara yg kurang bagus saat proses mixing diperusahaan rekaman. Kita sering mendengar hasil rekaman lagu daerah tidak sebaik rekaman lagu nasional atau lagu Barat, GEQ bisa membantu memperbaikinya.


Mas Yassud, IC PT2399 itu saat ini memang banyak digunakan untuk effect sebagai pengganti MN300X atau MN320X yg mahal, Ramsa juga pernah menggunakan MN series. IC PT2399 dengan bantuan 4558D bila tak ada kerusakan dipastikan output DCnya akan berada di 0V, jadi aman untuk mixer BU. Kalau kita hubungkan ke input mic meskipun terjadi kebocoran DC pada effect, mixernya tidak akan apa2, krn input mic dirancang untuk mampu menahan tegangan phantom 48VDC. Semua OP-Amp yg digunakan pada mixer BU juga tahan terhadap tegangan input DC +/- 15VDC.

Yang penting saat memasukkan Jack ke Mixer usahakan Gain dlm keadaan minimal, kalau ada mute switch sebaiknya difungsikan, agar bila ada tegangan dc yg bocor tdk membuat suara ledakan dispeaker. Aturan menutup gain dan fader atau mengaktipkan Mute switch berlaku untuk segala jack, krn kebanyakan kerusakan ss disebabkan kelalaian prosedur tsb.




- Cayus - 17-01-2011

Tommykwitang link=topic=196.msg41131#msg41131 date=1295207605 Wrote:Efek PEQ jauh lebih bagus daripada menggunakan echo.


-Maksudnya apa pak? maap saya kurang tahu tentang PEQ dan GEQ. perbedaannya apa? Apakah PEQ itu sejenis echo?

-kalau misalnya untuk efek/echonya tidak saya pasang didalam rangkaian mixer biar bisa gonta-ganti efek bagaimana pak? apakah kalau efeknya di blok saya copot berarti master dari aux tidak bekerja, apakah tidak timbul bengung kalau misal tone control dari aux lupa volumenya dibuka

-untuk mixer 12 chanel karya pak Tom itu PSUnya berapa amper pak trafonya pilih yg CT atau non CT?




- Tommykwitang - 17-01-2011

Cayus link=topic=196.msg41224#msg41224 date=1295242099 Wrote:-Maksudnya apa pak? maap saya kurang tahu tentang PEQ dan GEQ. perbedaannya apa? Apakah PEQ itu sejenis echo?

-kalau misalnya untuk efek/echonya tidak saya pasang didalam rangkaian mixer biar bisa gonta-ganti efek bagaimana pak? apakah kalau efeknya di blok saya copot berarti master dari aux tidak bekerja, apakah tidak timbul bengung kalau misal tone control dari aux lupa volumenya dibuka

-untuk mixer 12 chanel karya pak Tom itu PSUnya berapa amper pak trafonya pilih yg CT atau non CT?


PEQ = Parametric EQualizer yang sedang kita bicarakan diatas. Suara yg mendem bisa dibikin jernih dan mendesah, suara yg cempreng bisa dibikin agak ngebas dan lebih halus.

GEQ = Graphic EQualizer yg fadernya berbaris kaya tentara.

- Memang bagusnya echo dibuat case sendiri tapi itu artinya ada tambahan biaya untuk case terpisah. Makanya blok diagramnya saya buat begitu supaya Master Aux diberi Jack output untuk ke echo, lalu output echo dicolok ke input effect return. Bisa juga Echo dipasang internal tapi tambah switch DPDT untuk mengubah hubungan, apakah akan pakai echo internal atau echo eksternal. Cara ini agar bisa menggunakan 1 echo untuk rame2 dgn level sesuai kebutuhan masing2 pengguna microphone.

Untuk menghindar dengung saat echo dilepas, jack akai (phone plug body) biasanya dilengkapi untuk penghubung ke ground, jadi saat tak ada connector yg masuk, maka jalur hot audio pd jack terhubung ke gnd dgn sendirinya. Gunakan itu jangan di sia2kan.

- Dengan sangat menyesal, setelah saya ukur konsumsi arus per kanal ternyata kurang dari 10mA, jadi kalau 12 kanal tidak lebih dari 120mA (0,12A), itu sudah termasuk masternya. Tapi sebaiknya pakai trafo 15V/1A, krn kwalitas trafo dibawah 1A biasanya asal jadi. Boleh menggunakan trafo CT untuk jaga2, siapa tahu kita perlu menambah rangkaian op-amp dikemudian hari. Output DCnya pasti diatas 15V, maka stabilkan saja dengan IC regulator 7812.








- Yassud - 18-01-2011

Tommykwitang link=topic=196.msg41335#msg41335 date=1295269209 Wrote:PEQ = Parametric EQualizer yang sedang kita bicarakan diatas. Suara yg mendem bisa dibikin jernih dan mendesah, suara yg cempreng bisa dibikin agak ngebas dan lebih halus.
GEQ = Graphic EQualizer yg fadernya berbaris kaya tentara.


--Terimakasih penjelasan mas Tommy buat KIT effect sebelum ini.
--Untuk diatas, Jika  setelah preamp mic berarti PEQ hanya bisa dipasang pada Mixer rakitan aja ya mas? agar Vocal  aja yang di EQ sebab jika di pasang di BU tentu semua ter EQ juga termasuk music. Barangkali apa PEQ bisa juga dikonek di I/O aux send/return mirip memasang echo ya?. Thx


- Tommykwitang - 18-01-2011

Yassud link=topic=196.msg41416#msg41416 date=1295286023 Wrote:--Terimakasih penjelasan mas Tommy buat KIT effect sebelum ini.
--Untuk diatas, Jika  setelah preamp mic berarti PEQ hanya bisa dipasang pada Mixer rakitan aja ya mas? agar Vocal  aja yang di EQ sebab jika di pasang di BU tentu semua ter EQ juga termasuk music. Barangkali apa PEQ bisa juga dikonek di I/O aux send/return mirip memasang echo ya?. Thx


Terimakasih kembali mas Yassud,

Bisa mas, kalau mixer BU biasanya ada jack insertnya di input setiap kanal, ada juga yg punya insert dibagian Master Out atau Aux Out. Jadi gunanya insert untuk menyisipkan audio processor secara seri. Kebanyakan penyanyi bule menggunakan insert di kanal penyanyinya, disitu dia hubungkan ke PEQ outnya ke effect khusus vocal buat penyanyi sendiri, lalu outnya ke compresor > limiter > penguat tabung untuk melembutkan suara, dll, kemudian output akhirnya kembali ke mixer untuk diteruskan kebagian tone control. Jadi jangan heran kalau penyanyi bule suaranya hebat2, itu alat bantu effect suaranya setumpuk kueh donat dan bolu kuuuukuuuuuuus..... Aaaaaaiiiiiiiddddd! Jadi nyasar ke iklan obat nyamuk di tahun 1970an, hehehe....

Dibawah ini ada contoh dari mixer S'craft LX7ii yg punya insert pada Kanal Input, Master Output, Group Output tapi tdk ada pada Aux Outputnya.

[Image: Sqj8UGCtV-Insert.GIF]


- Cayus - 18-01-2011

Tommykwitang link=topic=196.msg41335#msg41335 date=1295269209 Wrote:
- Dengan sangat menyesal, setelah saya ukur konsumsi arus per kanal ternyata kurang dari 10mA, jadi kalau 12 kanal tidak lebih dari 120mA (0,12A), itu sudah termasuk masternya. Tapi sebaiknya pakai trafo 15V/1A, krn kwalitas trafo dibawah 1A biasanya asal jadi. Boleh menggunakan trafo CT untuk jaga2, siapa tahu kita perlu menambah rangkaian op-amp dikemudian hari. Output DCnya pasti diatas 15V, maka stabilkan saja dengan IC regulator 7812.


-menyesal bagaimana pak? apakah kurang memuaskan hasilnya? (pokonya suara ke 12 mic stabil tetap keras tanpa serak dan tidak noise itu sudah sip pak)

-com=pada skema itu sama dengan ground (-) ya pak?