Solfegio Forum
Cara Merancang Amplifier - Printable Version

+- Solfegio Forum (https://solfegio.com)
+-- Forum: Sound System (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=4)
+--- Forum: Power Amplifier (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=21)
+--- Thread: Cara Merancang Amplifier (/showthread.php?tid=14381)



RE: Cara Merancang Amplifier - bimo_tok - 07-05-2014

(05-05-2014, 09:57 AM)gantex Wrote: jadi makin menarik pembahasannya..
dari semua pembahasan kang bimo dari awal sampai akhir saya pernah denger, tp karena males praktek y cuma bisa lewat teori dan ga tau bner ato tidak. dari point diatas, misal antara CFA dan VFA di aplikasikan jadi satu sehingga bisa didapat frek tinggi dan rendah yg bagus sepertinya bisa tidak?

Bisa. Pakai crossover aktif. VFA untuk subwoofer (100 Hz ke bawah), CFA untuk frekuensi tinggi 100 Hz ke atas. Keunggulan lain dari CFA menurut orang2 yang sudah bikin CFA adalah soundstage yang lebih luas.


RE: Cara Merancang Amplifier - ragilee - 07-05-2014

Lanjutt kang


RE: Cara Merancang Amplifier - bimo_tok - 08-05-2014

(07-05-2014, 10:31 AM)ragilee Wrote: Lanjutt kang

Lanjut apanya? Ngelanjutin bikin amplifier satu lagi saja belum sempat2.
Lalu ada temen saya yg minta dibikinin PCB AKSA 55 yang seperti di blog saya belum sempat.
Ada temen yang lain lagi, katanya mau bikin AKSA 55 tersebut sampai sekarang belum ada kabarnya.

Saya sendiri lagi sibuk bikin software untuk display pakai LED Matrix. Sekarang baru selesai. Sudah ada kerjaan lagi yg menunggu.

Yang sabar ya..., silakan yang sudah bisa memakai software simulasi dituangkan ide2nya bikin rancangan amplifier.


RE: Cara Merancang Amplifier - gantex - 08-05-2014

(07-05-2014, 02:25 AM)bimo_tok Wrote: Bisa. Pakai crossover aktif. VFA untuk subwoofer (100 Hz ke bawah), CFA untuk frekuensi tinggi 100 Hz ke atas. Keunggulan lain dari CFA menurut orang2 yang sudah bikin CFA adalah soundstage yang lebih luas.

memang harus pake crossover jg ya kang, kalo semisal tanpa crossover bs tidak?

oya kang, pada skema aksa pd bias ada c1 yg pd umumnya adalah np, dan ada juga yg dipasang kedua duanya , nah apa ada bedanya kang? dan ap ini sama seperti fungsi c14?


RE: Cara Merancang Amplifier - bimo_tok - 09-05-2014

(08-05-2014, 07:59 PM)gantex Wrote: memang harus pake crossover jg ya kang, kalo semisal tanpa crossover bs tidak?

oya kang, pada skema aksa pd bias ada c1 yg pd umumnya adalah np, dan ada juga yg dipasang kedua duanya , nah apa ada bedanya kang? dan ap ini sama seperti fungsi c14?

Kalau dijadikan satu ampli bisa. Seperti konsep ampli disain dari vzaichenko, tapi aku belum mensimulasikannya dan belum paham benar.

C1 pada AKSA gunanya untuk mem- bypass VBE multiplier Q4 secara AC. Jadi untuk sinyal AC, impedansi VBE multiplier mendekati nol. Tipenya tidak perlu non polar, nilai yang dipakai umumnya dari 100nF sampai 22uF. Kalau impedansi VBE multiplier ini terlalu besar THD akan naik. Driver Q5 dan Q6 bekerja seperti kelas A karena resistor emitornya tidak dihubungkan ke output. Pemilihan R11 harus tepat. Tidak boleh terlalu besar nilainya sehingga tidak terjadi bias kelas A, juga tidak boleh terlalu kecil nilainya karena jadi tidak efisien.

C14 fungsinya berbeda dari C1. C14 gunanya untuk mempercepat kondisi transistor final Q7 dan Q8 dari kondisi ON ke OFF. Q7 dan Q8 kerjanya gantian/push pull. Nilai C14 harus tepat, jika tidak efek mempercepat kondisi ON ke OFF jadi tidak efektif. Umumnya nilainya antara 100nF sampai 1uF. Ini juga akan menurunkan THD.


RE: Cara Merancang Amplifier - gantex - 09-05-2014

(09-05-2014, 08:11 AM)bimo_tok Wrote: Kalau dijadikan satu ampli bisa. Seperti konsep ampli disain dari vzaichenko, tapi aku belum mensimulasikannya dan belum paham benar.
nah itu yg saya maksud kang, kalo memang seperti itu, berarti rangkaian jadi tidak simpel lg ya kang ?

(09-05-2014, 08:11 AM)bimo_tok Wrote: C1 pada AKSA gunanya untuk mem- bypass VBE multiplier Q4 secara AC. Jadi untuk sinyal AC, impedansi VBE multiplier mendekati nol. Tipenya tidak perlu non polar, nilai yang dipakai umumnya dari 100nF sampai 22uF. Kalau impedansi VBE multiplier ini terlalu besar THD akan naik. Driver Q5 dan Q6 bekerja seperti kelas A karena resistor emitornya tidak dihubungkan ke output. Pemilihan R11 harus tepat. Tidak boleh terlalu besar nilainya sehingga tidak terjadi bias kelas A, juga tidak boleh terlalu kecil nilainya karena jadi tidak efisien.

THD berpengaruh di c byass ini juga ternyata, hhhi..
untuk r11 itu kan tidak dihubung ke output, menurut kang bimo bagusan mana antara tidak dihubungkan dan dihubungkan dengan output, terutama pada THDnya. dan apa ada perhitungan untuk r11 tersebut?

(09-05-2014, 08:11 AM)bimo_tok Wrote: C14 fungsinya berbeda dari C1. C14 gunanya untuk mempercepat kondisi transistor final Q7 dan Q8 dari kondisi ON ke OFF. Q7 dan Q8 kerjanya gantian/push pull. Nilai C14 harus tepat, jika tidak efek mempercepat kondisi ON ke OFF jadi tidak efektif. Umumnya nilainya antara 100nF sampai 1uF. Ini juga akan menurunkan THD.

nah untuk c itu sendiri, apa ada hitungannya kang, ato hanya lewat simulasi?


RE: Cara Merancang Amplifier - bimo_tok - 09-05-2014

(09-05-2014, 10:37 AM)gantex Wrote: nah itu yg saya maksud kang, kalo memang seperti itu, berarti rangkaian jadi tidak simpel lg ya kang ?


Iya.

(09-05-2014, 10:37 AM)gantex Wrote: THD berpengaruh di c byass ini juga ternyata, hhhi..
untuk r11 itu kan tidak dihubung ke output, menurut kang bimo bagusan mana antara tidak dihubungkan dan dihubungkan dengan output, terutama pada THDnya. dan apa ada perhitungan untuk r11 tersebut?


Ngga ada perhitungannya yg pasti. R11 itu untuk menjaga agar transistor driver tetap ON kedua2nya saat transistor2 finalnya ON/OFF. Nilai prakteknya antara 220 sampai 33. Kalau terlalu besar nilai R11 pada saat transistor final narik arus besar terus arusnya mengecil, arus kolektor transistor driver tidak bisa mengikuti/tertunda beberapa saat (latch-up). Ini dibuktikan oleh Keantoken pada simulasinya.
Kalau R11 terlalu kecil, disipasi daya transistor driver meningkat.

Menurut saya lebih baik ON terus dan kena pinalti naiknya disispasi daya transistor driver. Dengan ON terus tidak ada waktu yang terbuang untuk peralihan dari kondisi ON ke OFF dan sebaliknya (kerjanya lebih cepet).

Ada juga konfigurasi lain, yaitu resistor emitor transistor driver dihubungkan ke power supply + dan - (ada 2 resistor). Konfigurasi ini ngga perlu capacitor, tapi resistor emitornya perlu daya gede. Konfigurasi ini hampir ngga pernah dipakai karena lebih ekonomis pakai 1 resistor dan 1 capacitor.

(09-05-2014, 10:37 AM)gantex Wrote: nah untuk c itu sendiri, apa ada hitungannya kang, ato hanya lewat simulasi?


C yang terlalu besar mengakibatkan transistor final terjadi over bias di frekuensi tinggi. C terlalu kecil mengakibatkan kerjanya ngga efektif. Ngitungnya gimana belum tahu. Lihat optimumnya di simulasi.


RE: Cara Merancang Amplifier - gantex - 09-05-2014

(09-05-2014, 07:40 PM)bimo_tok Wrote: Iya.



Ngga ada perhitungannya yg pasti. R11 itu untuk menjaga agar transistor driver tetap ON kedua2nya saat transistor2 finalnya ON/OFF. Nilai prakteknya antara 220 sampai 33. Kalau terlalu besar nilai R11 pada saat transistor final narik arus besar terus arusnya mengecil, arus kolektor transistor driver tidak bisa mengikuti/tertunda beberapa saat (latch-up). Ini dibuktikan oleh Keantoken pada simulasinya.
Kalau R11 terlalu kecil, disipasi daya transistor driver meningkat.

Menurut saya lebih baik ON terus dan kena pinalti naiknya disispasi daya transistor driver. Dengan ON terus tidak ada waktu yang terbuang untuk peralihan dari kondisi ON ke OFF dan sebaliknya (kerjanya lebih cepet).

Ada juga konfigurasi lain, yaitu resistor emitor transistor driver dihubungkan ke power supply + dan - (ada 2 resistor). Konfigurasi ini ngga perlu capacitor, tapi resistor emitornya perlu daya gede. Konfigurasi ini hampir ngga pernah dipakai karena lebih ekonomis pakai 1 resistor dan 1 capacitor.



C yang terlalu besar mengakibatkan transistor final terjadi over bias di frekuensi tinggi. C terlalu kecil mengakibatkan kerjanya ngga efektif. Ngitungnya gimana belum tahu. Lihat optimumnya di simulasi.

trim kang buat penjabarannya.. memang ga semudah yg dibayangkan ya kang, apalagi dengan alat seadanya dan apalagi kwalitas komponen saat ini tidak sesuai dengan nilai yg tertera pada badannya sesuai pengalaman, seperti nilai R meski pada gelang warna tertera 1k tapi setelah diukur dengan multi digital meleset kadang kurang kadang lebih, dan ini juga yg membuat perancangan amplifier atau rangkaian elektronika tidak sesuai dg yg diharapkan. tidak lain halnya dengan c, hampir meleset semua dari nilai aslinya. dan untung pada multi digital saya ada fasilitas pengukuran c, jadi sedikit banyak bisa tahu mana yg pas. nah yg paling repot adalah penanganan pada tr terutama untuk hfe nya sangat sulit untuk mendapatkan nilai yg sama.

dan untuk tambahan, untuk hasil yg maksimal ukur semua komponen yg akan dipakai, mulai dari R, C, Tr . usahakan untuk R dan C sesuai atau paling tidak hampir sama dengan nilai yg tertera dan untuk TR usahakan sama atau mendekati hfe pada datasheet. pada contoh saja, mje340 yg digunakan sebagai tr bias beda hfe beda juga hasil pengukuran biasnya. dengan memperhatikan ini pasti didapat kualitas yg diharapkan.


Balasan: Cara Merancang Amplifier - mustofa - 10-05-2014

^Smile^ ^Smile^ ^Smile^ pye iki....??
@Dokter_Punjung , @tukangpatri


RE: Cara Merancang Amplifier - gantex - 10-05-2014

(10-05-2014, 10:08 AM)mustofa Wrote: ^Smile^ ^Smile^ ^Smile^ pye iki....??

Piye opone yo kang?