![]() |
|
Menggulung Ulang Trafo Toroid - Printable Version +- Solfegio Forum (https://solfegio.com) +-- Forum: Sound System (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=4) +--- Forum: SS Lain-Lain (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=24) +--- Thread: Menggulung Ulang Trafo Toroid (/showthread.php?tid=1338) |
RE: Menggulung Ulang Trafo Toroid - wiyunk - 29-04-2013 (29-04-2013, 07:47 PM)imronhabibi Wrote: kalo bekas stavol 500va bisa kluar brpa amper ya, punya stavol rusak rencara mau rubah jadi psu aja habis dari ruang bedah trafo.. katanya rugi waktu n biaya kang lok gulung core 500n.. va nya kecil.. :-D RE: Menggulung Ulang Trafo Toroid - imronhabibi - 29-04-2013 wah batal kalo gitu kang yunk,,,#-o RE: Menggulung Ulang Trafo Toroid - wiyunk - 29-04-2013 (29-04-2013, 08:15 PM)imronhabibi Wrote: wah batal kalo gitu kang yunk,,,#-o di coba ja kang.. nanti dreview dsini habis berapa sarung tangannya=)):-D RE: Menggulung Ulang Trafo Toroid - ixoez - 01-05-2013 (29-04-2013, 07:47 PM)imronhabibi Wrote: kalo bekas stavol 500va bisa kluar brpa amper ya, punya stavol rusak rencara mau rubah jadi psu aja di ukur dulu kang luas core toroidnya,, OD (out diameter)=.......? ID (inner diameter)=.......? H (height)=.........................? Ae(area effectif)=((OD-ID)/2)*H ---------------------------- Setelah luas core di ketahui, baru di hitung vA effectifnya. ------------nonCT------------ VAe=(Ae/1,152)^2 Ae=1,152*SQRT(VA) Ae=1,152*SQRT(Vs*Is) --------------CT------------- VAe=((Ae/1,152)^2) Ae=1,152*SQRT((2*Vs)*Is) RE: Menggulung Ulang Trafo Toroid - wiyunk - 01-05-2013 (01-05-2013, 12:08 AM)ixoez Wrote: di ukur dulu kang luas core toroidnya,, Va maximum ya jelas 500va kang.. Lah corenya ja bekas stavol 500va. RE: Menggulung Ulang Trafo Toroid - ixoez - 01-05-2013 (01-05-2013, 12:48 AM)wiyunk Wrote: Va maximum ya jelas 500va kang.. itu kan stavolt 500vA bukan trafo 500vA nonCT,,,, So pasti desainnya beda. Kalau di anggap vA core stavolt sama dengan vA trafo nonCT,,, ya tinggal di kalakulasi aja,, I=P/V VA.C.T=(vA.primer-10%)/2 Kalau nonCT di desain menjadi CT,,, primer 500vA,efektif vA sekundernya setidaknya (500vA-10%)/2=249vA, Jadi output sekunder= 42V 5,2A atau 32V 7A vA.primer.C.T di nilai = ((2*Vs)*Is)*1,125 Sedangkan luas core untuk 500vA effectifnya =1,152*SQRT((2*Vs)*Is) =24,99cm² ( RALAT: maaf bukan 17,27cm² maklum, matematikanya lumayan buruk) RE: Menggulung Ulang Trafo Toroid - yansen - 01-05-2013 nyerah deh kalo sudah hitung hitungan,,,, kalo aku pake rumus ala yansen dan gulung ala nekat,,,:-D:-D:-D RE: Menggulung Ulang Trafo Toroid - wiyunk - 01-05-2013 (01-05-2013, 01:48 AM)ixoez Wrote: itu kan stavolt 500vA bukan trafo 500vA nonCT,,,, So pasti desainnya beda. Kalau di anggap vA core stavolt sama dengan vA trafo nonCT,,, Lah iya kang.. Output skunder 42*2*5,2=436,8va 32*2*7= 448va.. Gak jauh kan dari nominal 500va ?? Intinya kalo.menurut saya core bekas stavol 500va. Kalo dgulung ulang djadikan psu nilai nominal psinya pasti ± 500va juga.. Produsen jga gak.mau rugi dong stavol cma 500va tpi pke core travo 3kva ?? RE: Menggulung Ulang Trafo Toroid - joex - 01-05-2013 (01-05-2013, 01:48 AM)ixoez Wrote: itu kan stavolt 500vA bukan trafo 500vA nonCT,,,, So pasti desainnya beda. Kalau di anggap vA core stavolt sama dengan vA trafo nonCT,,, yang warna merah dapatnya dari mana kang? lha terus peran flux dimana? CRGO dengan Inthi Zheng efisiensinya ngikut warna merah juga brarti ya.... kalau dual sekunder itung-itungannya gimana? RE: Menggulung Ulang Trafo Toroid - ixoez - 01-05-2013 (01-05-2013, 11:07 AM)joex Wrote: yang warna merah dapatnya dari mana kang? lha terus peran flux dimana? CRGO dengan Inthi Zheng efisiensinya ngikut warna merah juga brarti ya.... kalau mendesain pake rumus pendekatan yg sering di pake di indo itukan, daya primer trafo itu = daya sekunder di tambah 10% faktor , nah, karena ini daya primer sudah di ketahui,, untuk mencari daya sekundernya , tentu hitungannya di balik,, justru daya primerernya di kurangi 10%, kenapa di bagi dua (/2), karena daya primer trafo CT itu di nilai = ((2*Vs)*Is) Vs= tegangan out (teg sekunder) Is= Arus out (arus sekunder) 10% itu faktor untuk inti besi lunak yg sering di pake di indo,, kalau untuk inti yg lain tentu saja harus ikuti permeabilitas bahan,, kalau saya sendiri gak pernah pake formula pendekat yg sering di pake di indo. Kalau dari formula yg saya pelajari dari blog luar,, seharusnya vA.skunder =(500*0,9)/2 vA.skunder= 225vA ----------------- Ralat: Output sekunder 42v 5,36A atau 32v 7,05A ----------------- Kang @wiyunk, Trafo ideal itu sebenarny vA primer sama dengan vA sekunder,, tapi karena adanya faktor power loss,, jadi vA primer harus lebih besar beberapa persen dari vA sekunder, makanya vA skunder di kalikan 1,125 ''vApri= ((2*Vs)*Is)*1,125'' (konstan yang biasa saya gunakan 1,152),, lebih enaknya mendesain trafo itu ya di hitung dari awal,, kalau di hitung dari ujung ribet kang, rumusnya harus di balik balik,, ini juga saya mendownload banyak file PDF di blog luar kang untuk di banding bandingkan formulanya,, puyeng juga memahami formulanya, mana pake bahasa planet mars lagi he,he,he,he -------------- Justru karena produsen gak mungkin mau rugi,,, maka dari itu jangan percaya begitu saja dengan produsen,,, ntar malah power ideal corenya kecil tulisan vAnya yg gede,, -------------------------------------- Kang @joex , maaf saya gak bisa reply,, saya komen via post edit aja,, maklum dah limit he,he,he,he, 225vA itu per tegangan kang, jadi vA totalnya VAtot skunder=(2*225) atau =(2*Vs)*Is VA primer=(2*Vs)Is)*1,125 atau VAprimer=(2*vA skunder)*1,125 Jadi vAprimer= (2*225)*1,125 = 506vA |