![]() |
|
Review Box Speaker Mirip EAW SB 1002 (By Adellia) - Printable Version +- Solfegio Forum (https://solfegio.com) +-- Forum: Sound System (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=4) +--- Forum: Loudspeaker (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=20) +--- Thread: Review Box Speaker Mirip EAW SB 1002 (By Adellia) (/showthread.php?tid=318) |
- Anto Wood - 28-08-2010 Pada dasarnya, box speaker hanyalah sebuah kotak. Entah itu dibuat dengan sistem tertutup, ataupun sistem port. Karena perkembangan ilmu pengetahuan dan tuntutan sound system dengan kualitas yang baik, maka dibuatlah disain-disain box speaker agar dapat memenuhi berbagai keperluan dan lokasi yang berbeda-beda. Disini saya mengesampingkan tentang gebugan, tendangan ataupun lemparan suara dari sebuah box subwoofer. Saya lebih mengarah pada grafik yang ditampilkan oleh software, yang tentu dapat mewakili "suara" yang dikeluarkan box speaker. Mengapa demikian, karena kita tidak bisa saling mendengarkan suaranya ;) Sebagian besar dari kita, termasuk saya tentu beranggapan bahwa jika kita membuat box speaker, mustahil suaranya bisa mendekati box speaker built up. ![]() Karena merupakan produk dari pabrikan box speaker kelas dunia, kualitas untuk merepro nada tentu sangat sempurna. Hal ini dapat diketahui dari grafik yang dikeluarkan oleh produsen. ![]() Secara sederhana, dari grafik terebut kita dapat mengetahui bahwa EAW SB1002 merespon nada rendah dengan cukup baik. Jika kita lihat pada grafik tersebut, pada frekewensi dibawah 30 Hz grafik cenderung naik sampai pada titik tertinggi di sekitar 40 Hz - 50 Hz dan berlanjut secara flat sampai pada frekwensi sekitar 100 Hz. Dari sini kita mendapat sebuah gambaran bahwa EAW SB 1002 dapat merepro nada dengan maksimal di rentang frekwensi antara 40 Hz sampai 100 Hz. Bagaimana jika dibandingkan dengan box speaker bikinan Mbak Adellia, yang ukurannya saja sudah sangat jauh menyimpang :( ![]() Grafik berikut ini adalah penampakan dari software EAW Smart V.6 Maaf, bukan versi b4j4k4n. ![]() Jika kita lihat pada grafik tersebut, pada frekewensi dibawah 30 Hz grafik cenderung naik sampai pada titik tertinggi di sekitar 50 Hz dan berlanjut secara flat sampai pada frekwensi sekitar 250 Hz. Dari sini kita mendapat sebuah gambaran bahwa box speaker bikinan Mbak Adellia dapat merepro nada dengan maksimal di rentang frekwensi antara 40 Hz sampai 250 Hz. Mungkin karena dimensinya yang lebih sempit tetapi dengan ukuran yang lebih panjang dari EAW SB1002 yang membuat jangkauan frekwensinya lebih lebar. - Adellia - 28-08-2010 Lanjut terus... sampe perangkat yang dipake coba2 kemaren, biar temen2 yang laen gak banyak trial and error :P - Anto Wood - 28-08-2010 Adellia link=topic=340.msg693#msg693 date=1283002234 Wrote:Lanjut terus... sampe perangkat yang dipake coba2 kemaren, biar temen2 yang laen gak banyak trial and error :P Foto-foto yang kemaren diupload kemana ya? img atau photobucket. Lali mbak ::) - Anto Wood - 29-08-2010 Jika temen2 sudah paham atau sedikit paham tentang pembacaan grafik diatas, tentu pada mengira power yang digunakan adalah power built up. Waktu eksperimen kemaren memang sempet pake power crown punya Mbak Adel. Konfigurasinya : Laptop - Mixer Mackie - Power Crown - 2X Speaker DTS Tetapi grafik diatas adalah saat memakai power rakitan, karena kata mBak Adellia di forum ini banyak yang punya Blazer. Konfigurasinya : Laptop - Mixer Soundrenaline - Tone Control Bifet BGR - Power X6 - 2X Speaker DTS. Perbedaan antara konfigurasi pertama dan kedua terletak pada frekwensi terendah yang bisa dicapai. Dengan power Crown, nada terendahnya mencapai 35 Hz. Flatnya sih sama sampai di 250 Hz. Hal ini dikarenakan kemampuan Blazer X6 hanya di kisaran 40 Hz, sulit mencapai dibawah itu. Untuk mixer Soundrenaline dan tone control bifet telah dikalibrasi pada frekwensi flat. Dari experimen ini didapatkan bahwa box speaker seperti SB1002 dengan didorong Blazer X6 sudah mendapatkan hasil yang sangat memuaskan. Mungkin akan lebih baik jika memakai X8 atau X10, sayangnya disini cuman ada X6 :( - hadita - 29-08-2010 Kompak banget refrensi kolaborasi pak anto&mbak adelia jd mantab pingin coba SB 1000,tp lebih jelas lagi penampakan SB 1000 versi jatim tampil berbagai pose center top/close-up,side kanan kiri,dalemnya btw sudah sangat meyakinkan...kupas terus sampai tuntas... - hadita - 29-08-2010 O ya pak anto /mbk Lia usul nich DTS speakernya di ulas jg dengan thread terpisah ....biar jadi lebih gamblang lagi rekan2 solfer termasuk saya yg baru dengar DTS maklum pemula masih kuper....maaf OOT... ::) ::) ::) - Anto Wood - 29-08-2010 hadita link=topic=340.msg773#msg773 date=1283034230 Wrote:Kompak banget refrensi kolaborasi pak anto&mbak adelia jd mantab pingin coba SB 1000,tp lebih jelas lagi penampakan SB 1000 versi jatim tampil berbagai pose center top/close-up,side kanan kiri,dalemnya btw sudah sangat meyakinkan...kupas terus sampai tuntas... Boxnya lagi dibongkar mas ;) ada beberapa tambahan penguat didalamnya. Kalo udah kelar biar diupload sama mbak Adellia. - Anto Wood - 29-08-2010 hadita link=topic=340.msg774#msg774 date=1283034857 Wrote:O ya pak anto /mbk Lia usul nich DTS speakernya di ulas jg dengan thread terpisah ....biar jadi lebih gamblang lagi rekan2 solfer termasuk saya yg baru dengar DTS maklum pemula masih kuper....maaf OOT... ::) ::) ::) Speaker DTS sama saja koq dengan speaker2 lain di kisaran harga yang sama. - Emir Widya - 29-08-2010 Kemaren waktu nyoba crossovernya di berapa ya Mas? - Anto Wood - 29-08-2010 Emir Widya link=topic=340.msg842#msg842 date=1283060335 Wrote:Kemaren waktu nyoba crossovernya di berapa ya Mas? Ha...ha...ha... Ini experimen gak profesional mas ;D Gak pake crossover. Dari laptop, sound card, tone control, baru ke power blazer. Tone controlnya kondisi flat mas. Makanya di grafik yang warna merahnya melompat2 pada frekwensi highnya. Kayaknya keluar juga juga sih frekwensi highnya, cuman gak kelihatan di grafik. |