![]() |
|
Laminasi Foto Yang Bagus - Printable Version +- Solfegio Forum (https://solfegio.com) +-- Forum: Hobi Solfers (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=13) +--- Forum: Videography & Photography (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=150) +---- Forum: Edit Foto (https://solfegio.com/forumdisplay.php?fid=154) +---- Thread: Laminasi Foto Yang Bagus (/showthread.php?tid=8439) Pages:
1
2
|
- ASS - 03-10-2011 mohon pencerahan para senior SOLFERS, ni saya lagi buka usaha cetak foto tapi bingung cari laminasi. laminasi yang bagus pakai apa ya ??? klo laminasi yang cair itu namanya apa ??? trimakasih sebelumnya di tunggu sarannya. - gwendy - 04-10-2011 sy pake yg dingin saja hehe - ASS - 04-10-2011 gwendy timestamp='1317701637' post='117884 Wrote:sy pake yg dingin saja hehe yang dingin tu yang g mana ya mas...... ??? - Xoeff II - 07-10-2011 Boleh numpang share.. Laminasi dingin tuh maksudnya yg kaya sticker transparan gitu. Tinggal ditempel aja pada kertas foto. Kalo laminasi cair seperti cat pylox, tapi cair. Cara pakainya cairan dioleskan diatas kertas foto lalu dipress pakai mesin pemanas. Kalo saya (kebetulan juga buka cetak foto kecil2an) lebih suka pakai laminasi yg hot. Ongkosnya jatuhnya relatif lebih murah dan gak terlalu ribet (gak perlu mesin press yang harganya dikisaran 2jtan serta butuh watt besar, cuma perlu mesin laminating yg harganya paling gak sampai sejuta). Cara laminasinya sama spt laminasi ijasah. Plastik diletakkan diatas kertas foto (satu sisi aja) lantas dimasukkan ke mesin laminasi. Hasilnya menurut saya lebih rapi karena plastiknya sangat tipis sehingga gak kelihatan kalo fotonya dilaminasi. Kalo pakai yang dingin foto terasa lebih tebal dan biasanya terasa lengket dibagian tepinya. Kalo pakai yang cair, disamping mahal alat pressnya, terus hasil laminasinya tercium bau kimia. Itu menurut saya lho.... just my opinion - hadisudanto - 13-04-2012 wah threat lama, kalo mau pake laminasi... langsung aja pake printer thermal dye sub, murah cuman sejutaan, sudah otomatis laminasinya, hanya harga papernya sekitar 1500/lembar 4R tapi hasil photonya nggak bisa di stempel nah ini saya lagi cari printer dye sub yang bisa di stempel buat pas photo, ada saran ?? - Xoeff II - 14-04-2012 hadisudanto timestamp='1334313148' post='149414 Wrote:wah threat lama, Kalo harga papernya segitu lantas, harga jual ke konsumennya brp mas? Soalnya biasanya saya jual cuma 1000/lbr 4r. Itupun sudah termasuk laminasi hot. Memang hasilnya tidak bisa di stempel. Soal kualitas menurut saya relatif mas. Asal gak kena sinar matahari langsung aja, saya kira kok awet. Foto saya sdh hampir 4 thn ini masih kinclong (saya taruh dibawah kaca etalase). Oya saya pake printer dye based modif-an. Tintanya sekitar 35rb/100ml per 1 warna (yg ada anti UVnya) Sbg tambahan aja, karena tinta dye based berbahan dasar air, sebaiknya laminasinya tidak mengandung bahan yng sifatnya lembab/basah. Saya pernah coba pakai laminasi cold (stiker), lama-lama tintanya 'mblobor' mungkin karena pengaruh lem dari stiker tsb yang memang gak bisa kering. Makanya saya beralih ke laminasi hot karena perekatnya hanya lengket (mencair atau apa istilahnya) jika terkena panas tinggi. Jika di suhu biasa, lemnya kering. terus harga roll laminasinya juga cukup murah sekitar Rp. 170rb/roll. lebar sekitar 40cm panjang katanya sekitar 150meter (belum pernah mengukur, hehehe). Terus kertasnya pakai yang jenis RC (resin coated). Harganya paling murah sekitar Rp. 35rb per pak (20lbr A4). Saya biasa pakai spectra Kalo untuk thermal dye based, menurut saya kualitasnya memang oke tapi ya itu berat di ongkos produksinya, terus gak bisa mencetak ukuran besar (diatas 4r). Saya dulu pernah mau beli Canon selphi yang juga thermal dye based. tapi gak jadi karena alasan2 diatas. Skrg mau pindah ke tinta pigmen /durabrite (berbahan minyak dan bersifat agak kental/pekat) yang meskipun harganya agak lebih mahal dari tinta biasa, tapi kualitasnya tahan lama dan tidak perlu dilaminasi sehingga bisa distempel/tanda tangan. Tapi utk tinta ini, printernya harus sering digunakan biar tintanya tidak terlalu lama mengendap di cartridge yang mengakibatkan buntu. - tukangpatri - 14-04-2012 Aku biasa pakai sticker transparan krn menurutku sangat instan gak pakek mbulet. cuma kelemahanya saat nempelin tuh sticker harus hati2 jangan sampai ada gelembung udara diantara photo + sticker. - Xoeff II - 15-04-2012 semua punya nilai plus minusnya, kang. tergantung kita aja lebih sreg yg mana. Saya sudah coba semua jenis laminasi sampai pakai pylox clear, akhirnya pilihan jatuh ke yg hot. Pinginnya sih bisa cetak foto yg awet tanpa harus dilaminasi, tapi belum nemu caranya yang sip dan ekonomis. Ada yg pernah nawari jual mesin cetak kodak mini lab seken. tapi waktu dengar harganya, mau pingsan aku. 400jt kang. Arep ngedol sawae sopo?... - tukangpatri - 16-04-2012 Xoeff II timestamp='1334492687' post='149781 Wrote:semua punya nilai plus minusnya, kang. tergantung kita aja lebih sreg yg mana. Saya sudah coba semua jenis laminasi sampai pakai pylox clear, akhirnya pilihan jatuh ke yg hot. Pinginnya sih bisa cetak foto yg awet tanpa harus dilaminasi, tapi belum nemu caranya yang sip dan ekonomis. Ada yg pernah nawari jual mesin cetak kodak mini lab seken. tapi waktu dengar harganya, mau pingsan aku. 400jt kang. Arep ngedol sawae sopo?...Apa aku memaksakan kudu pakai sticker transparan? tukangpatri timestamp='1334391466' post='149614 Wrote:Aku biasa pakai sticker transparan krn menurutku sangat instan gak pakek mbulet.Adakah sinonim pemaksaan kudu pakai sticker transparan? Itu minilab mahal amit kang? Digital or Manual? luas max area cetak brapa "R" ?? - Xoeff II - 16-04-2012 tukangpatri timestamp='1334547970' post='149898 Wrote:Apa aku memaksakan kudu pakai sticker transparan? hehehe.. kang patri kok sensitif. Gak ada yg maksa. semua pendapat pribadi. Utk minilabnya digital, kang. Kalo utk ukuran max R-nya aku gak nanya sampai sedetil itu. Tapi umumnya minilab kalo gak salah bisa cetak sampai 24R. Kalo lebih dari itu biasanya dicetak pakai plotter (digital print) spt yang banyak dijumpai di percetakan2 digital. Utk harganya dia bilang segitu kang..makanya aku langsung mundur teratur |