Kurva impedansi, itu menunjukkan angka impedansi yang berbeda di TIAP frekuensi. Sudah sering (ngga cuma sekali, tapi ber kali2) di tanyakan japri ttg. impedansi di frekuensi berbeda dan karena itu lah aku buat bab khusus sendiri di buku ku: http://solfegio.com/forum/showthread.php?tid=11591. Post ini adalah bagian keciiiil dari buku ku dan ngga akan aku bahas lengkap.
Bukannya impedansi cuma 1 nomer saja?
Kalau gitu, kenapa freq resp ngga cuma 1 nomer saja?
Freq response itu naik turun di freq2 yang berbeda. Dan sensitifitas, bisa dibilang satu nomer "nominal" nya ... walau analogi ini ngga benar. Impedansi itu berbeda di tiap frekuensi, dan nilai nominalnya lah yang di kenal dan di pakai praktisi audio dalam merangkai sistem. Seperti 2ohm, 4 ohm, 8ohm, dll. Sekali lagi, ini adalah nilai nominal!
Impedansi adalah senjata andalan dalam mendesain box speaker ... untuk mengetune box dengan benar, melacak kalau box bocor apa ngga, mencari resonansi, dan lain2. Buku ku membahas aplikasi impedansi dengan macam2 contoh! Dengan impedansi juga, kita bisa lihat apakah satu sub itu closed atau ported, atau mungkin band pass ? Semua terlihat di kurva impedansinya. Yang sering mendesain box (dan tahu cara mendesain box dengan benar), pasti ngerti kurva ini.
Contoh, ini subwoofer dari JBL: http://www.jblpro.com/BackOffice/Product...B6128V.pdf .. lihat halaman 2, ada kurva impedansi. Mari kita pikir sebuah subwoofer dengan woofer yang besar. Analogi: Jika kita kepanasan dan ingin kipasan, apakah kita mencari kipas pakai batu atau kipas dengan bahan kain/kertas yang ringan? Dengan bahan ringan, kita bisa mengipas dengan cepat, dengan bahan berat, tangan kita kram malah tambah panas karena gerak.
Sama dengan subwoofer, makin tinggi frekuensi yang harus di hasilkan, makin banyak hambatan dari fisiknya karena beratnya (sekarang dah ngerti kenapa tweeter kecil2??). Terlihat di kurva produk JBL itu, diatas 1000Hz, impedansinya mulai naik tinggi ...
Dibawah 100Hz, terlihat 2 bukit impedansi (satu terpotong di grafik itu). 2 bukit ini menunjukkan interaksi woofer dengan box dengan udara. Jika terlihat 2 bukit, bisa di perkirakan ini ported/vented box, kalau cuma satu bukit, adalah closed box. Kalau 3 bukit, ada kemungkinan band pass. Jadi dengan kurva impedansi saja, kita bisa lihat sistem sebuah woofer dan box nya. Terlihat adanya bukit kecil di sekitar 240Hz ... itu adalah resonansi, dan ngga akan aku bahas disini (udah lengkap di buku ku).
Impedansi itu BUKAN CUMA SATU ANGKA SAJA ...
Untuk memperumit masalah, impedansi juga punya fase!!! Fase di impedansi ini punya BANYAK INFORMASI. Bahkan sejauh ini, sangat sering aku gunakan selama lagi tuning port, desain box, dan verifikasi hasil box. Fase impedansi juga SANGAT penting untuk desain ampli dengan benar, menentukan tarikan arus yang di perlukan.
Gimana kalau speaker di tulis nominalnya 8ohm, tapi sebenernya tweeternya 4 ohm saja? Aha ini yang dikenal sebagai impedansi drop di range tertentu, dan sangat berbahaya. Kejadian ini, contohnya kejadi kalau zobel network (atau disebut conjugate network) digunakan untuk mengeflatkan impedansi, tapi pasif crossovernya ngga di desain dengan memperhatikan zobel network? Duh ... biasanya ada impedansi dip, atau di freq range tertentu bisa drop jadi 2 ohms, bahkan aku pernah lihat drop ke 1 ohm ... (padahal nominalnya 8 ohm).
SEMUA ini bisa diketahui kalau di ukur. Caranya? Apa saja yang punya Dual FFT, Smaart, systune, easera, arta, dll dll dll ... ukur impedansi itu gampang dan bisa memvalidasi sistem atau bahkan sangat membantu mengetahui apakah box sudah di bangun sesuai desainnya atau belum. Lagi2, semua sudah dibahas di buku ku: http://solfegio.com/forum/showthread.php?tid=11591.
Post ini cuma sekedar informasi saja, bahwa impedansi TIDAK SAMA pada frekuensi yang berbeda.
http://en.wikipedia.org/wiki/Electrical_...udspeakers
Bukannya impedansi cuma 1 nomer saja?
Kalau gitu, kenapa freq resp ngga cuma 1 nomer saja?
Freq response itu naik turun di freq2 yang berbeda. Dan sensitifitas, bisa dibilang satu nomer "nominal" nya ... walau analogi ini ngga benar. Impedansi itu berbeda di tiap frekuensi, dan nilai nominalnya lah yang di kenal dan di pakai praktisi audio dalam merangkai sistem. Seperti 2ohm, 4 ohm, 8ohm, dll. Sekali lagi, ini adalah nilai nominal!
Impedansi adalah senjata andalan dalam mendesain box speaker ... untuk mengetune box dengan benar, melacak kalau box bocor apa ngga, mencari resonansi, dan lain2. Buku ku membahas aplikasi impedansi dengan macam2 contoh! Dengan impedansi juga, kita bisa lihat apakah satu sub itu closed atau ported, atau mungkin band pass ? Semua terlihat di kurva impedansinya. Yang sering mendesain box (dan tahu cara mendesain box dengan benar), pasti ngerti kurva ini.
Contoh, ini subwoofer dari JBL: http://www.jblpro.com/BackOffice/Product...B6128V.pdf .. lihat halaman 2, ada kurva impedansi. Mari kita pikir sebuah subwoofer dengan woofer yang besar. Analogi: Jika kita kepanasan dan ingin kipasan, apakah kita mencari kipas pakai batu atau kipas dengan bahan kain/kertas yang ringan? Dengan bahan ringan, kita bisa mengipas dengan cepat, dengan bahan berat, tangan kita kram malah tambah panas karena gerak.
Sama dengan subwoofer, makin tinggi frekuensi yang harus di hasilkan, makin banyak hambatan dari fisiknya karena beratnya (sekarang dah ngerti kenapa tweeter kecil2??). Terlihat di kurva produk JBL itu, diatas 1000Hz, impedansinya mulai naik tinggi ...
Dibawah 100Hz, terlihat 2 bukit impedansi (satu terpotong di grafik itu). 2 bukit ini menunjukkan interaksi woofer dengan box dengan udara. Jika terlihat 2 bukit, bisa di perkirakan ini ported/vented box, kalau cuma satu bukit, adalah closed box. Kalau 3 bukit, ada kemungkinan band pass. Jadi dengan kurva impedansi saja, kita bisa lihat sistem sebuah woofer dan box nya. Terlihat adanya bukit kecil di sekitar 240Hz ... itu adalah resonansi, dan ngga akan aku bahas disini (udah lengkap di buku ku).
Impedansi itu BUKAN CUMA SATU ANGKA SAJA ...
Untuk memperumit masalah, impedansi juga punya fase!!! Fase di impedansi ini punya BANYAK INFORMASI. Bahkan sejauh ini, sangat sering aku gunakan selama lagi tuning port, desain box, dan verifikasi hasil box. Fase impedansi juga SANGAT penting untuk desain ampli dengan benar, menentukan tarikan arus yang di perlukan.
Gimana kalau speaker di tulis nominalnya 8ohm, tapi sebenernya tweeternya 4 ohm saja? Aha ini yang dikenal sebagai impedansi drop di range tertentu, dan sangat berbahaya. Kejadian ini, contohnya kejadi kalau zobel network (atau disebut conjugate network) digunakan untuk mengeflatkan impedansi, tapi pasif crossovernya ngga di desain dengan memperhatikan zobel network? Duh ... biasanya ada impedansi dip, atau di freq range tertentu bisa drop jadi 2 ohms, bahkan aku pernah lihat drop ke 1 ohm ... (padahal nominalnya 8 ohm).
SEMUA ini bisa diketahui kalau di ukur. Caranya? Apa saja yang punya Dual FFT, Smaart, systune, easera, arta, dll dll dll ... ukur impedansi itu gampang dan bisa memvalidasi sistem atau bahkan sangat membantu mengetahui apakah box sudah di bangun sesuai desainnya atau belum. Lagi2, semua sudah dibahas di buku ku: http://solfegio.com/forum/showthread.php?tid=11591.
Post ini cuma sekedar informasi saja, bahwa impedansi TIDAK SAMA pada frekuensi yang berbeda.
http://en.wikipedia.org/wiki/Electrical_...udspeakers
