Jika skemanya seperti itu, topologinya bagus, mendekati blameless amp.
- memakai sumber arus untuk differential
- memakai beban aktif pada beban differential
- memakai r pada emitor VAS
- memakai sumber arus untuk VAS
hanya saya masih belum bisa memahami gain yang sangat tinggi yang "diimbangi " dengan redaman sinyal input yang sangat tinggi juga (peredam 132k dan 2k2). Ini ibarat bukaan volume yang sangat kecil (kurang dari 2%).
Perkiraan saya, mas heru jagoan di bidang kontrol karena logika ini biasanya dipakai di bidang kontrol.
Kalau saya lebih menyukai jika:
- Transistor depan memakai c2240/a970
- TIP41/2C diganti ke MJE15031/2
- R1110 dikombinasikan dengan NTC untuk kestabilan arus diem. Atau bisa juga memakai transistor sebagai pengatur arus bias.
Nah, skema dari om gwendy, subyektif saya lebih menyukainya.
R ini adalah attenuator, bahasa simpelnya "potensio volume", tetapi fixed.
Kalo kita hitung (asumsi belum tersambung ke kapasitor berikutnya), output level yang keluar dari attenuator ini adalah
= 2.2 / (120+12+2.2) = 1,6%
Jadi bisa dibayangkan kita punya potensio volume (yang gerakan min ke max) dibagi menjadi 100 skala, sementara kita buka volume potensio kurang dari 2 skala saja.
Tetapi karena gain yang tinggi, suara di output PA bisa tetap keras.
- memakai sumber arus untuk differential
- memakai beban aktif pada beban differential
- memakai r pada emitor VAS
- memakai sumber arus untuk VAS
hanya saya masih belum bisa memahami gain yang sangat tinggi yang "diimbangi " dengan redaman sinyal input yang sangat tinggi juga (peredam 132k dan 2k2). Ini ibarat bukaan volume yang sangat kecil (kurang dari 2%).
Perkiraan saya, mas heru jagoan di bidang kontrol karena logika ini biasanya dipakai di bidang kontrol.
Kalau saya lebih menyukai jika:
- Transistor depan memakai c2240/a970
- TIP41/2C diganti ke MJE15031/2
- R1110 dikombinasikan dengan NTC untuk kestabilan arus diem. Atau bisa juga memakai transistor sebagai pengatur arus bias.
Nah, skema dari om gwendy, subyektif saya lebih menyukainya.
(01-11-2012, 08:47 AM)Dokter_Punjung Wrote: ngutip cara dari judul sebelah,
Nilai perbandingan input attenuar =
= R input / R yang menuju ground.
= ( 120k + 12k ) / 2,2k
= 60.
angka 60 ini pengaruhnya bagaimana dalam input power? Mohon pencerahan.)
R ini adalah attenuator, bahasa simpelnya "potensio volume", tetapi fixed.
Kalo kita hitung (asumsi belum tersambung ke kapasitor berikutnya), output level yang keluar dari attenuator ini adalah
= 2.2 / (120+12+2.2) = 1,6%
Jadi bisa dibayangkan kita punya potensio volume (yang gerakan min ke max) dibagi menjadi 100 skala, sementara kita buka volume potensio kurang dari 2 skala saja.
Tetapi karena gain yang tinggi, suara di output PA bisa tetap keras.

)![[Image: 417564_381714278525393_290565619_n.jpg]](http://s19.postimage.org/ktwcbkixb/417564_381714278525393_290565619_n.jpg)