Kawan2 solfer, Marilah kita dengan Jujur dan rendah hati mengungkapkan kekurangan masing-masing Keyboard, tapi toh kita masih cinta. Siapa tahu bisa terpecahkan oleh bantuan rekan2 solfer. (kalo itu bukan kekurangan permanen)
Pepatah mengatakan Tidak ada gadis yang tak retak, tidak ada Keyboard yang sempurna.
Korg PA500:
1. Memory Card (micro SD) hanya mampu sampai 2 GB.
2. Style element hanya satu voice dalam 1track.karena biasanya kalo bikin sty semi, ada intro yang banya memakai voice, misalnya kita butuh track ACC1 suara accordion di bar 1-8 sax di 9-16, korg ini gak bisa begitu, Biar di edit di event editor, tidak spt di Roland & Yamaha.
3. Biasanya sama2 merk dan type, tapi beda isi (USERDK), kalo tukeran style, jadinya drum gila, ancur, pla kess brum tuk plok brum bomm bram sssk.. dsb.
4. Midi yang mempunyai 2 track drum, yang biasanya dari Yamaha, kalo ditranspose, loh koq drum yang terletak selain di Ch10 ikut tertranspose jg, tp ini bisa diset, tp tidak bisa disave.
5. Fill in nya terbatas. cuma 3, itupun sudah termasuk break. sy butuh 4 fill dan 1 break.
6. Style makernya cuma tersedia 32 BAR, tapi bisa diakali koq, dimana kalo kita butuh intro yang terlalu panjang contoh, 100 BAR, kita set "meter"nya menjadi 16/4 (sementara musik aslinnya 4/4) hitungannya 16/4 kali 32bar dijadikan 4/4 hasilnya 120bar. jadi sangat menolonglah, cuma trik ini mungkin tidak berlaku lagi pada musik yang mempunyai 121 bar.
7. Style sangat langka, terpaksa bikin sendiri,
8. Pianonya masih agak ringan, kalah jauh sama Roland.
9. Efek gitar distorsinya jadul.
10. Penapilan bodynya kayak keyboard mainan (ada celengan dibawah(lubang anginnya).
11. Letak tombol panelnya jauh dari tuts. Khususnya komponen style dan performance. utk disegi ini, Yahama paling bersahabat.
itulah yang beberapa hal yang selama ini menjadi kendala2 pada saat manggung dan pada saat bikin style.........
Pepatah mengatakan Tidak ada gadis yang tak retak, tidak ada Keyboard yang sempurna.
Korg PA500:
1. Memory Card (micro SD) hanya mampu sampai 2 GB.
2. Style element hanya satu voice dalam 1track.karena biasanya kalo bikin sty semi, ada intro yang banya memakai voice, misalnya kita butuh track ACC1 suara accordion di bar 1-8 sax di 9-16, korg ini gak bisa begitu, Biar di edit di event editor, tidak spt di Roland & Yamaha.
3. Biasanya sama2 merk dan type, tapi beda isi (USERDK), kalo tukeran style, jadinya drum gila, ancur, pla kess brum tuk plok brum bomm bram sssk.. dsb.
4. Midi yang mempunyai 2 track drum, yang biasanya dari Yamaha, kalo ditranspose, loh koq drum yang terletak selain di Ch10 ikut tertranspose jg, tp ini bisa diset, tp tidak bisa disave.
5. Fill in nya terbatas. cuma 3, itupun sudah termasuk break. sy butuh 4 fill dan 1 break.
6. Style makernya cuma tersedia 32 BAR, tapi bisa diakali koq, dimana kalo kita butuh intro yang terlalu panjang contoh, 100 BAR, kita set "meter"nya menjadi 16/4 (sementara musik aslinnya 4/4) hitungannya 16/4 kali 32bar dijadikan 4/4 hasilnya 120bar. jadi sangat menolonglah, cuma trik ini mungkin tidak berlaku lagi pada musik yang mempunyai 121 bar.
7. Style sangat langka, terpaksa bikin sendiri,
8. Pianonya masih agak ringan, kalah jauh sama Roland.
9. Efek gitar distorsinya jadul.
10. Penapilan bodynya kayak keyboard mainan (ada celengan dibawah(lubang anginnya).
11. Letak tombol panelnya jauh dari tuts. Khususnya komponen style dan performance. utk disegi ini, Yahama paling bersahabat.
itulah yang beberapa hal yang selama ini menjadi kendala2 pada saat manggung dan pada saat bikin style.........
