|
Cara Merancang Amplifier
|
(10-05-2014, 03:36 PM)mustofa Wrote: ora opo2 kang, cuma mengingatkan untuk ganti foto aja susah... [-O< :-D Yoi, ini aturannya: 4. Setiap member wajib untuk mengupdate profil dan avatar. klik : "http://www.solfegio.com/profile" Tidak disebutkan harus foto diri atau apa. Kita juga ngga tahu foto itu foto aslinya atau foto artis :-) Kalau mau lihat foto saya ada di blog saya. Walaupun kita ngga tahu wajah masing2 yg penting kita bisa berbagi ilmu di sini. (09-05-2014, 11:23 PM)gantex Wrote: trim kang buat penjabarannya.. memang ga semudah yg dibayangkan ya kang, apalagi dengan alat seadanya dan apalagi kwalitas komponen saat ini tidak sesuai dengan nilai yg tertera pada badannya sesuai pengalaman, seperti nilai R meski pada gelang warna tertera 1k tapi setelah diukur dengan multi digital meleset kadang kurang kadang lebih, dan ini juga yg membuat perancangan amplifier atau rangkaian elektronika tidak sesuai dg yg diharapkan. tidak lain halnya dengan c, hampir meleset semua dari nilai aslinya. dan untung pada multi digital saya ada fasilitas pengukuran c, jadi sedikit banyak bisa tahu mana yg pas. nah yg paling repot adalah penanganan pada tr terutama untuk hfe nya sangat sulit untuk mendapatkan nilai yg sama. Sama2. Ini pertanyaan paling sulit di sini bagi saya, sampai saya harus buka buku lagi untuk memastikan jawaban saya. Kang gantex bakat jadi perancang produk elektronik. Pada software simulasi lainnya ada mode simulasi "monte carlo" yang menghitung toleransi komponen juga. Namun dalam suatu rancangan kita bisa memperkirakan bagian mana saja komponen yang memerlukan nilai presisi, mana yang tidak. Bagian yg memerlukan nilai presisi, kita simulasikan dengan nilai lain untuk mengetahui pengaruhnya seberapa banyak.
11-05-2014, 05:41 PM
tanya juga om ... untuk mengukur output transistor penguat pertama / deferential bagaimana ...,? apa nilai ketetapan disana ..?
11-05-2014, 08:37 PM
(11-05-2014, 05:41 PM)ragilee Wrote: tanya juga om ... untuk mengukur output transistor penguat pertama / deferential bagaimana ...,? apa nilai ketetapan disana ..? maksudnya output apa kang? penguatan dalam rangkaian atau pengukuran transistor tersebut? sebenarnya ada hitungannya kang tapi saya lupa, tapi seperti yg pernah saya katakan, semua perhitungan bisa meleset karena kwalitas komponenya sendiri dan untuk perhitungan tetap selalu perhatikan datasheet tr yg akan dipakai. jadi ga bisa asal asalan memasang kang. kalo masalah ketetapan saya rasa ada kang, dalam teori, tapi perlu diingat bahwa teori ngak selalu sama dengan prakteknya, kenapa? karena akang tahu sendiri jawabannya. hhe..
11-05-2014, 09:15 PM
(11-05-2014, 05:41 PM)ragilee Wrote: tanya juga om ... untuk mengukur output transistor penguat pertama / deferential bagaimana ...,? apa nilai ketetapan disana ..? Kl ga salah besar penguatan tegangan Av = Rc/Re, Rc = resistor kolektor, Re = resistor pd emitor. dasar rangkain differential bisa dilihat disini http://www.allaboutcircuits.com/worksheets/diffamp.html yg bahasa indonesia http://staff.uny.ac.id/sites/default/fil...AB4-sc.pdf
12-05-2014, 02:54 AM
(11-05-2014, 08:07 AM)bimo_tok Wrote: Sama2. Ini pertanyaan paling sulit di sini bagi saya, sampai saya harus buka buku lagi untuk memastikan jawaban saya. Kang gantex bakat jadi perancang produk elektronik. kang bimo bisa saja, yah.. bukane gitu juga kali kang, justru kang bimo sendirilah yg seperti akang bilang. disini saya cuma coba share apa yg saya tahu dan yg saya alami selama praktek, dan kunci saya disini "ketelitian dan kejelian" karena dua aspek tersebut mencakup beberapa hal seperti kesabaran , kemauan yg keras dan masih banyak lagi, dengan memperhatikan beberpa aspek tersebut saya rasa semua pasti bisa kang. dan anggap suatu kegagalan adalah awal dari keberhasilan. kurang lebihnya seperti itu kang :-) karena saking banyaknya bidang yg saya geluti jadi ngak bisa maksimal. (11-05-2014, 08:07 AM)bimo_tok Wrote: Pada software simulasi lainnya ada mode simulasi "monte carlo" yang menghitung toleransi komponen juga. Namun dalam suatu rancangan kita bisa memperkirakan bagian mana saja komponen yang memerlukan nilai presisi, mana yang tidak. Bagian yg memerlukan nilai presisi, kita simulasikan dengan nilai lain untuk mengetahui pengaruhnya seberapa banyak. nah.. ini yg sedikit banyak orang tidak tahu kang, kalo menurut saya jaman semakin modern apalagi ada internet, kalo ada yg kurang bisa searching di internet sebagai tambahan ilmu untuk pegangan di dunia elektronika.
12-05-2014, 07:30 AM
(12-05-2014, 02:54 AM)gantex Wrote: kang bimo bisa saja, yah.. bukane gitu juga kali kang, justru kang bimo sendirilah yg seperti akang bilang. disini saya cuma coba share apa yg saya tahu dan yg saya alami selama praktek, dan kunci saya disini "ketelitian dan kejelian" karena dua aspek tersebut mencakup beberapa hal seperti kesabaran , kemauan yg keras dan masih banyak lagi, dengan memperhatikan beberpa aspek tersebut saya rasa semua pasti bisa kang. dan anggap suatu kegagalan adalah awal dari keberhasilan. kurang lebihnya seperti itu kang :-) karena saking banyaknya bidang yg saya geluti jadi ngak bisa maksimal. Saya juga ngga hanya fokus di bidang audio. Malah penghasilan saya lebih banyak di bidang pemogramman (PC dan microcontroller). Yang membedakan orang tertarik perancangan produk elektronik adalah jenis pertanyaannya. Tipe pertanyaan kebanyakan orang adalah "Bagaimana" Bagaimana menyolder, bagaimana merakit, dsb. Tipe pertanyaan yang jarang ditanyakan "Mengapa" Mengapa memilih nilai komponen seperti itu, mengapa memilih tipe komponen seperti itu, mengapa memilih topologi rangkaian seperti itu. Pertanyaan "Mengapa" saya ada yang terjawab setelah bertahun2. Ada juga yang masih belum terjawab.
DX Blame MKII.zip (Size: 3.44 KB / Downloads: 30)
Ini adalah file simulasi dari DX Blame MKII rancangan Carlos (diyaudio.com) yang sudah saya modifikasi. Silakan dianalisa. Saya memakai lead compensation agar bisa memakai kapasitor Miller yang kecil, sehingga menaikkan slew rate. Hasil simulasi antara lain: Phase Margin = 85 derajat, Gain Margin = 19dB THD: 253W/4Ohm, 1kHz -> 0.000292% THD: 253W/4Ohm, 20kHz -> 0.007937% Slew Rate = 40V/uS Daya Max. = 300W at 4Ohm
20-05-2014, 12:51 PM
saya gak bisa onload
21-05-2014, 07:30 AM
|
|
« Next Oldest | Next Newest »
|
Users browsing this thread: 4 Guest(s)
