21-05-2014, 09:53 AM
ikut unduh kang, buat blajar
|
Cara Merancang Amplifier
|
|
21-05-2014, 09:53 AM
ikut unduh kang, buat blajar
22-05-2014, 06:17 AM
(21-05-2014, 09:53 AM)joex Wrote: ikut unduh kang, buat blajar silakan, kalau sudah disimulasikan bisa langsung dikomentari saja. Mungkin perlu dimodif, dan tolong hasilnya di upload di sini. Untuk model2 komponen bisa di download di sini: "http://ltwiki.org/?title=Components_Library_and_Circuits" Untuk tambahan model transistor bjt bisa dicari dari keantoken member "diyaudio.com" di salah satu threadnya.
24-05-2014, 09:44 AM
terima kasih kang @bimo-tok saya mencoba mendalami topologinya saja sudah tertatih tatih,
secara struktur rancang bangun ini menarik sekali namun sebagian dari kita ada yang penting ada skema, dan lay out pcb komponen ada dipasaran sudah berangkat, siapa tahu karya anak bangsa ini menjadi tuan rumah dinegeri kita sendiri
24-05-2014, 11:23 AM
(12-05-2014, 07:30 AM)bimo_tok Wrote: Saya juga ngga hanya fokus di bidang audio. Malah penghasilan saya lebih banyak di bidang pemogramman (PC dan microcontroller). namanya juga manusia kang, ga ada puasnya :-) sudah menemukan yg bagus, pengin yg lebih dan lebih lagi. tapi kalo urusan memilih kembali ke orang itu sendiri mau memilih yg mana, intinya jangan cepat menyerah dan sellalu pegang prinsip. (24-05-2014, 09:44 AM)kloengsoer Wrote: terima kasih kang @bimo-tok saya mencoba mendalami topologinya saja sudah tertatih tatih, Ngga apa2, yang penting mau belajar, lama2 juga bisa ![]() Silakan kalau ada yang ingin membikin PCBnya, bisa di upload di sini. Biar yang lain bisa memberi masukan. Nanti jika dirasa cukup sempurna baru dicoba untuk merealisasikannya. Saya prihatin dengan perkembangan kit2 yang beredar di Indonesia, khususnya kit amplifier. Masih banyak rancangan lama dengan komponen yang kuno yang populer. Sementara itu produsen kit-kit tersebut banyak yang kurang menguasai perancangan produk elektronik. Seperti yang tercermin dengan pencantuman daya maksimal yang ngawur. Untung rekan-rekan solfer sudah mulai memperkenalkan metode pengukuran walaupun sepertinya baru sebatas pengukuran daya. Namun pengukuran ini masih banyak yang belum diketahui oleh masyarakat umum penggemar audio. Semoga ada yang mulai berkampanye untuk memlakukan pengukuran yang lainnya, seperti THD, IMD, slew rate, dan sebagainya. Kalau saya amati, mungkin masalah utama dari kurangnya informasi pada perkembangan tehnologi elektronika, khususnya pada bidang audio karena secara umum, sebagian besar lulusan sekolah menengah atas kurang menguasai bahasa Inggris dan diperparah dengan tidak adanya majalah elektronik yang berbahasa Indonesia. Dan sayang sekali buku yang baik karangan Douglas Self, Bob Cordell, dan Randy Slone belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
25-05-2014, 01:44 AM
(24-05-2014, 05:04 PM)bimo_tok Wrote: Ngga apa2, yang penting mau belajar, lama2 juga bisa memang benar kang, dan semua itu juga akal - akalan dalam dunia bisnis, tapi dengan begitu, konsumen yg dirugikan dan kecewa akan produk kit tersebut, sehingga banyak yg bilang kit ini jelek ada juga yg bilang bagus kalo komponen sesuai degan aslinya. dan bukan hanya power amp yg ngawur kang, banyak kit2 dipasaran yg ngawur, contoh kecil adalah in balance maupun tc parametrik. ada layout yg salah dan pemberian komponen yg tidak sesuai dengan aslinya.
DX Blame MKII ver1.zip (Size: 3.5 KB / Downloads: 7)
Saya modif lagi :-D Kompensasi saya ganti dengan TMC (Transitional Miller Compensation) agar THD pada 20kHz berkurang. Sumber arus LTP saya naikkan menjadi 6,25mA agar slew rate meningkat. Beberapa komponen nilainya diganti untuk menyesuaikan kedua hal ini. Hasilnya: Phase Margin = 67 Gain Margin = 14 THD = 126W/8Ohm, 1kHz -> 0.000061% THD = 126W/8Ohm, 20kHz -> 0.000904% THD = 253W/4Ohm, 1kHz -> 0.000096% THD = 253W/4Ohm, 20kHz -> 0.002229% Slew Rate = 46V/uS Max. 300W at 4Ohm Untuk beban 8 Ohm, cacatnya sangat kecil. Jauh lebih kecil daripada kit-kit amplifier yang beredar di Indonesia. Pada beban 4 Ohm, cacatnya naik cukup signifikan pada frekuensi 20kHz tapi masih jauh lebih kecil daripada cacat OCL 150 pada beban 8 Ohm, 1kHz. Cacat pada 1kHz akan sulit diukur dengan THD meter yang biasa. Jika implementasinya benar, kita bisa mengharapkan cacat pada 1 kHz 8Ohm maksimal 0,0001%. Ini 1000x lebih kecil daripada OCL 150 :bd Ini sangat cocok untuk home audio. Namun untuk Public Address, lebih cocok yang sebelumnya karena phase margin nya lebih tinggi. Ini model KSC1845 yg sudah diperbaiki oleh Keantoken: .MODEL KSC1845_k npn IS=1.075431E-13 BF=600.7 NF=1 BR=13.565 NR=1 ISE=1.98107E-13 NE=2 ISC=1.8378E-11 NC=1.5 VAF=82.803 VAR=20.6691 IKF=0.596 IKR=0.0190546 RB=157 RBM=12.092 IRB=1.258925E-6 RE=1.5 RC=0 CJE=2.057447E-11 VJE=0.7300286 MJE=0.3619943 FC=0.5 CJC=4.525739E-12 VJC=0.5 MJC=0.3659045 XTB=1.7281 EG=1.1809 XTI=3 TF=3.14E-11 Vceo=120 Icrating=50m mfg=Fairchild
26-05-2014, 11:28 PM
manteb mas top markotop penjelasannya
27-05-2014, 02:16 AM
(This post was last modified: 27-05-2014, 02:17 AM by tomydigital.)
mantapp Mz Brooowww??? heeeee...bleh jgatuu
mak nyooooooooooossssss ciiipppp
27-05-2014, 11:10 AM
Amplifier diatas dirancang untuk beban 4 Ohm kontinyu. Kalau mau beban 2 Ohm kontinyu sebaiknya transistor final ditambah sepasang lagi jadi 3 pasang. Namun THD nya akan naik secara signifikan. Kalau ingin THD nya cukup rendah pada beban 2 Ohm, output stage perlu diganti semacam triple emitter follower.
Bisa juga ditambah VI limiter sebagai proteksi transistor final terhadap beban yang terlalu rendah atau hubungsingkat, namun konsekuensinya akan menaikkan THD. Ini tegangan output, waktu powersupply dihidupkan: Tegangan output naik menjadi 22V, lalu turun lagi mendekati nol. Jadi perlu tundaan untuk menghubungkan speaker ke output amplifier (memakai relay mekanik atau solid state). Waktu tundaan, minimal 1 detik. Jika bootstrap resistor diganti sumber arus, maka tegangan output saat power supply pertama kali dihidupkan bisa jauh lebih kecil. Tapi tetap diperlukan rangkaian tundaan. Ini contoh tegangan outputnya: |
|
« Next Oldest | Next Newest »
|