11-10-2010, 11:24 AM
@Salah ...... =)) =)) =))
Mereka tidak perlu membajak, karena perusahaan global sudah menyerahkan kepada mereka utk dikerjakan dengan alasan upah, yg jauh lebih rendah dari negeri asal peruasahaan tersebut.
Mereka (China) sudah dilirik sebagai "pabrikan" berbagai merk produk massal di dunia global.
Saya tahun2007 berkunjung ke Fujian di China, melihat bagaimana sebenarnya bisnis ini dijalankan... dan saya benar2 takjub dgn modelling yg dilakukan oleh pemerintah China mengurangi tingkat pengangguran dan membuka lapangan pekerjaan disana.
Beberapa step yg dipakai (saya benchmark dgn industri peralatan audio/mainan rumahan, dgn range harga 500-600 ribu saat itu)
1. Sebelumnya, beberapa kepala keluarga(KK, baik perempuan atau laki), direkrut oleh BLK (Balai Latihan Kerja) di ajari cara "menyolder" dan menempatkan komponen diatas PCB. Mereka diajari elektronika sederhana, sehingga pelatihan 3 mg sd 1,5 bln cukup. Meraka tidak perlu memahami transistro utk apa, IC utk apa, diode...nggak perlu... cuma tahu membaca gambar dan meletakkannya diatas PCB.
2. Lulus dari BLK, mereka dibekali perangkat kerja minimal (1 box, terdiri dari soldering, alat ukur digital pemula dlsb)
3. Begitu satu perusahaan dapat order, misalnya dari tap mobil AIWA, maka perusahaan ini memproduksi PCB, komponen, kabling dan berbagai aksesoris.
4. Utk instalasi ke PCB, di "maklon"kan ke tenaga kerja yg sudah dilatih tadi..... pekerja2 rumahan itu sama sekali tidak tahu PCB apa yg sedang dia kerjakan, yg mereka tahu adalah menempatkan setiap komponen di PCB sesuai gambar.
5. Sesudah selesai, maka dikembalikan ke pabrik, lalu mereka terima upah...dan mengambil lagi PCB2 lain yg akan dirakit... demikian setiap hari, tanpa perlu tahu apa yg merka rakit.
6. Di pabrik, integrasi antar beberapa PCB, dgn knob, quality sistem dan packking(machinery) dilakukan oleh beberapa gelintir manusia.QC biasanya sarjana teknik, yg juga digaji murah (sekitar Rp.1,8 sd 2,3 juta perbulan).
7. Satu lagi yg sy dengar info-nya dari guide yg kebetulan teman suku tionghoa dr Indonesia yg bermulim di Thailand, bahwa, bila misalnya AIWA memesan 100.000 tape mobil (dgn license).."biasanya" akan dibuat sekitar 120.000 tape, yg mana yg 20.000 itu lah yg dikenal sbg barang black market.... :-O :-O :-O Bayangkan, bgmn AH,SoundCraft dll nasibnya ditangan China... =)) =))
8. Rekan2... sbg bahan perbandingan, pada saat kunjungan disana, harga upah utk soldering 1 PCB Handphone di tingkat "maklon" adalah sekitar Rp.8.000, dan dalam sehari satu keluarga bisa menyelesaikan 6-8 buah PCB.
Demikian, sharing saya....
Mereka tidak perlu membajak, karena perusahaan global sudah menyerahkan kepada mereka utk dikerjakan dengan alasan upah, yg jauh lebih rendah dari negeri asal peruasahaan tersebut.
Mereka (China) sudah dilirik sebagai "pabrikan" berbagai merk produk massal di dunia global.
Saya tahun2007 berkunjung ke Fujian di China, melihat bagaimana sebenarnya bisnis ini dijalankan... dan saya benar2 takjub dgn modelling yg dilakukan oleh pemerintah China mengurangi tingkat pengangguran dan membuka lapangan pekerjaan disana.
Beberapa step yg dipakai (saya benchmark dgn industri peralatan audio/mainan rumahan, dgn range harga 500-600 ribu saat itu)
1. Sebelumnya, beberapa kepala keluarga(KK, baik perempuan atau laki), direkrut oleh BLK (Balai Latihan Kerja) di ajari cara "menyolder" dan menempatkan komponen diatas PCB. Mereka diajari elektronika sederhana, sehingga pelatihan 3 mg sd 1,5 bln cukup. Meraka tidak perlu memahami transistro utk apa, IC utk apa, diode...nggak perlu... cuma tahu membaca gambar dan meletakkannya diatas PCB.
2. Lulus dari BLK, mereka dibekali perangkat kerja minimal (1 box, terdiri dari soldering, alat ukur digital pemula dlsb)
3. Begitu satu perusahaan dapat order, misalnya dari tap mobil AIWA, maka perusahaan ini memproduksi PCB, komponen, kabling dan berbagai aksesoris.
4. Utk instalasi ke PCB, di "maklon"kan ke tenaga kerja yg sudah dilatih tadi..... pekerja2 rumahan itu sama sekali tidak tahu PCB apa yg sedang dia kerjakan, yg mereka tahu adalah menempatkan setiap komponen di PCB sesuai gambar.
5. Sesudah selesai, maka dikembalikan ke pabrik, lalu mereka terima upah...dan mengambil lagi PCB2 lain yg akan dirakit... demikian setiap hari, tanpa perlu tahu apa yg merka rakit.
6. Di pabrik, integrasi antar beberapa PCB, dgn knob, quality sistem dan packking(machinery) dilakukan oleh beberapa gelintir manusia.QC biasanya sarjana teknik, yg juga digaji murah (sekitar Rp.1,8 sd 2,3 juta perbulan).
7. Satu lagi yg sy dengar info-nya dari guide yg kebetulan teman suku tionghoa dr Indonesia yg bermulim di Thailand, bahwa, bila misalnya AIWA memesan 100.000 tape mobil (dgn license).."biasanya" akan dibuat sekitar 120.000 tape, yg mana yg 20.000 itu lah yg dikenal sbg barang black market.... :-O :-O :-O Bayangkan, bgmn AH,SoundCraft dll nasibnya ditangan China... =)) =))
8. Rekan2... sbg bahan perbandingan, pada saat kunjungan disana, harga upah utk soldering 1 PCB Handphone di tingkat "maklon" adalah sekitar Rp.8.000, dan dalam sehari satu keluarga bisa menyelesaikan 6-8 buah PCB.
Demikian, sharing saya....
