05-11-2011, 07:55 PM
Sudah ada 3 point jawaban, 3 point pengetahuan dan 3 point alternatif solusi.
Terima kasih pada rekan-rekan telah sudi untuk membagikan ilmunya kepada kami.
Style preset atau style bawaan yamaha, saya setuju kalau itu yang menjadi acuan sekaligus contoh kalau kita membuat style sendiri.
Saya akan menanggapi pada pint ke-3 soal volume style part di mixing console. Setelah membaca dan mencoba untuk membuktikan (mempratekkan) saya berkesimpulan bahwa volume di mixing console baik itu harmonic, brighnest, chorus, delay DLL itu bersifat universal. Misal voice PickBass disetel pada volume 100, brighnest 15, harmonic 115, part EQ high 75 low 110, anda akan mendapatkan suara yang pecah. Tetapi ketika anda mengganti voice tersebut dengan voice violin dengan pengaturan yang sama maka anda akan mendapatkan suara yang berbeda tetapi tidak pecah. Jadi si yamaha menciptakan nilai value sampai batas atas 127 berlaku hanya pada voice tertentu dengan pengaturan tertentu. Dan hal tersebut saya kira juga umum pada keyboard apapun serta berlaku pada Sound System. Karene disaat tertentu voice juga memerlukan volume yang besar maka diciptakannya nilai value sampai 127. (kira-kira begitu)
Saya mencoba untuk belajar soal frekuensi suara, berada dimana misal suara HI-HAT milik Roland dan saya mencoba untuk mengkonversi suara HI-HAT Yamaha mendekati frekuensi milik Roland. Harapan saya adalah saya akan mendapatkan suara yang mirip dengan Roland. Saya kira itu bukan mimpi belaka tapi itu adalah semangat.
Lebih baik berpikir soal solusi walaupun itu hanya sedikit sekali pengaruhya tapi paling tidak perubahan itu akan sangat terasa .
Terima kasih pada rekan-rekan telah sudi untuk membagikan ilmunya kepada kami.
Style preset atau style bawaan yamaha, saya setuju kalau itu yang menjadi acuan sekaligus contoh kalau kita membuat style sendiri.
Saya akan menanggapi pada pint ke-3 soal volume style part di mixing console. Setelah membaca dan mencoba untuk membuktikan (mempratekkan) saya berkesimpulan bahwa volume di mixing console baik itu harmonic, brighnest, chorus, delay DLL itu bersifat universal. Misal voice PickBass disetel pada volume 100, brighnest 15, harmonic 115, part EQ high 75 low 110, anda akan mendapatkan suara yang pecah. Tetapi ketika anda mengganti voice tersebut dengan voice violin dengan pengaturan yang sama maka anda akan mendapatkan suara yang berbeda tetapi tidak pecah. Jadi si yamaha menciptakan nilai value sampai batas atas 127 berlaku hanya pada voice tertentu dengan pengaturan tertentu. Dan hal tersebut saya kira juga umum pada keyboard apapun serta berlaku pada Sound System. Karene disaat tertentu voice juga memerlukan volume yang besar maka diciptakannya nilai value sampai 127. (kira-kira begitu)
Saya mencoba untuk belajar soal frekuensi suara, berada dimana misal suara HI-HAT milik Roland dan saya mencoba untuk mengkonversi suara HI-HAT Yamaha mendekati frekuensi milik Roland. Harapan saya adalah saya akan mendapatkan suara yang mirip dengan Roland. Saya kira itu bukan mimpi belaka tapi itu adalah semangat.
Lebih baik berpikir soal solusi walaupun itu hanya sedikit sekali pengaruhya tapi paling tidak perubahan itu akan sangat terasa .
