20-11-2011, 07:57 AM
icm timestamp='1305696948' post='92196 Wrote:feedbacknya dari mic ?
ini kalau eq di sett di master track sama saja membunuh nyamuk dengan bom, yg feedback micnya sedangkan yg diobati seluruh sinyalpakai insert saja bang menurut saya.
Feedback juga datang dari speaker, krn tanggapan frekuensi tidak flat kaya mic. EQ di Master Track selain menekan feedback juga menjadikan suara dispeaker lebih alami. Distorsi pada speaker akibat tanggapan terhadap suatu frekuensi yg berlebihan di speaker juga banyak berkurang, telinga jadi tidak sakit meski didekat speaker. Suara cymbal jernih, vocal hampir persis seperti saat tdk pakai mic cuma beda level doang. Saya sudah sering gunakan cara ini, 1 GEQ dlm DLMS sudah cukup untuk mengatasi feedback saat menggunakan mic lebih dari 10 mic.
Pada DR-PA GEQ tidak diubah setelah selesai set RTA pakai mic orinya atau pakai PG81, krn itu sangat berhubungan dengan feedback, saya gunakan Parametrik EQnya untuk menonjolkan karakter musik yg dimainkan (Dangdut/POP/Rock/TOP40,dll). Untuk jenis musik HOUSE atau UB40 saya aktifkan compressor dan Subharmonic Synthesizer untuk menonjolkan nada ultra rendah yg terasa memijat seluruh tubuh kita. Limiter diset untuk mencegah kerusakan power atau speaker bila terjadi insiden mic terbanting, ada yg menyolok jack gitar saat mixer tdk dimute, dll. Anti feedback cuma untuk jaga2, bila terjadi perubahan kelembaban atau suhu udara yg berpengaruh terhadap respon frekuensi loudspeaker. Delay belum pernah pakai karena belum pernah melakukan penambahan FOH speaker diposisi yg jauh dari hadapan panggung. X-Over saya lebih suka mode 2 way dgn titik potong frekuensi disesuaikan dgn speaker yg digunakan, hemat tempat di rak dan biaya. 3 way butuh biaya lebih besar tapi hasil tidak lebih baik akibat keterbatasan slewrate DR-PA, krn sesuai harganya ya segitu juga batas kemampuannya.
