24-12-2011, 12:26 AM
fredy timestamp='1324652059' post='126035 Wrote:yahhh bagus donk berarti yamaha gak merusak aransement lagunya...coba bayangin kalo main kita pencet fill di ketukan kedua trus semua drum dan aransementnya ikut berubah....gak lucu kan...orang yg main musik live aja atw band paling cuma drumnya aja yg ngambil fill....tks...maaf kalo terrrlaaaluuu
@fredy: Yah tentunya kita tidak bisa menilai Benar atau Salah terhadap pemahaman seseorang Mas Fredy. Namanya juga musik, bukan matematika. Saya lebih suka pakai istilah Berseberangan, baik soal opini maupun selera.
Saya sendiri lebih condong ke pendapat mas Fredy.
1. Kalaupun harus ada perpindahan aransemen dari Var A ke Var bagi saya lebih baik loncatan aransemen terjadi di Fill in ketimbang setelah Fill In.
2. Kalaupun ada loncatan aransemen, bagi saya lebih baik perubahan terjadi pada Drum nya saja ketimbang seluruh track.
Tapi by the way, saya sering koq menjumpai lagu2 yang pada pertengahannya (Sehabis reff, yang biasanya kita pakai Var C) singgah ke Var A, ntah satu dua bait, kemudian pindah ke Var D sebagai reff klimaksnya.
Di sini, (katakanlah kita pakai style bawaannya, misalnya Piano Ballad) pada saat perpindahan Var A ke Var D, saya biasanya menekan fill in B pada ketukan ke 1, fill in C pada ketukan ke 2 dan fill in D pada ketukan ke 3, sekedar memakai "tangga" permainan drum nya saja.
Nah, jika kita kembali ke awal topik ini, mari kita cermati cara kerja fill in Roland E50/60 sebagaimana yang ditunjukkan di video tersebut. Ketika pindah dari Var A ke D, maka fill in A lah berjalan, sementara pada Yamaha PSR Series, fill in yang berjalan adalah fill D. Kita sudah dapat solusinya, yaitu dengan mematikan fungsi Auto FIll In. Jika kita lebih condong ke metode Roland, maka saat pindah Var, Fill in dulu di Var asalnya lalu tekan Var mana yang dituju (Tekan Fill in A, lalu tekan Var D).
Hanya saja, sepanjang yang saya tau (mohon koreksinya), FIll In pada Roland E50/60 sudah paku mati. Artinya kita tidak bisa menukar2 jenis Fill in tersebut (atau minimal pukulan drum nya saja) ketika sedang berjalan. Ini yang saya lihat berbeda dengan Yamaha. Di Yamaha, pada saat Fill in, maka dalam jatah 1 bar tersebut permainan drum bisa diganti2, mau Fill in A, B, C atau D, yang jelas track lainnya dari Bass sampai Phrase 2 tetap mengikuti Fill in yang pertama sekali ditekan.
Dan satu lagi yang saya pernah coba di beberapa tipe Yamaha, fill in pada Yamaha bisa dibatalkan/ di-cancel. Ini yang sejauh ini sepertinya tidak ada pada E50/60 (ini juga mohon koreksinya). Artinya pada saat bermain live khususnya jika si pemain diminta mengiringi lagu yang baru didengarnya, jika kita sudah menekan fill in padahal harusnya belum, mau tak mau Fill in harus selesai, sedangkan pada Yamaha jika hal ini terjadi misalnya Fill in di C yang notabene sangat kentara, tinggal tekan saja sekali lagi var C, maka fill in nya ga jadi.
Bagi saya, terlepas dari output yang sering dibicarakan beberapa orang, inilah yang membuat keyboard Yamaha jadi unik. Dan meminjam istilah salah satu rekan kita, produk yang unik, itu yang dicari banyak orang.
