28-10-2010, 06:41 PM
ternyata di rumah lama sudah pernah dibahas dg topik management speaker DBX DRIVE RACK 260
Beberapa catatan yg mungkin bisa membantu adalah :
handyzolanda :
Kalau 260 suaranya lebih bagus dari PA+ ( bukan berarti suara PA+ tidak bagus ) bisa dikendalikan menggunakan laptop / pc. dan bisa ditambahkan / dihubungkan dengan 260 lainnya.
driverack pa+ tidak bisa dikendalikan lewat laptop.
kalau perlengkapan Equipmentnya ( EQ,COM,dll... ) semuanya sama.
Pa+ tetap bisa menggunakan Sub. Jadinya High , Mid , Low / Sub.
PA+ Penyempurnaan dari Driverack PA.
dany twin
utk driverack 260, supaya pan pot nya berfungsi,kita harus setting dulu sens inputnya di menu I/O. beda dgn driverack PA yg sdh tersetting dr sononya,tp kita tetap bisa mengubah level masing2 input & outputnya dgn menekan tombol "utility" agk lama.
selain poin diatas, beda lainnya antara 260 ama PA :
- fitur dynamic (compressor & limiter) 260 lbh lengkap dr PA
- 260 punya tombol "mute" di masing2 outputnya, PA g punya
- "delay" 260 lbh panjang dr PA, klo g salah delay PA cuma sampai 10ms per outputnya.
- klo g salah lagi ,,, parametric eq per output 260 lbh banyak dr PA
- pd 260 processor yg ingin di-insert bisa kita pilih (compressor,AFS,AGC,dll), klo PA sdh fix..
- lainnya udh lupa,udah jarang ngoprek2...
rudi harto : Dalam DBX 260 ada menu pilihan jenis speaker mulai tipe MRX,SRX,EON dll berbagai seri,dan juga pilihan jenis power amplifiernya.Kira kira yang cocok karakternya untuk speaker lokal kayak ACR ato AUDAX tipe apa ya?????Dan power BLAZER ato SAFARI cocok nggak untuk mengganti pilihan karakter CROWN ato CUSTOM???????
Emir Widya
Mas, jangan pakai apa yang ada di dalamnya, lebih baik mendesain sendiri apa yang akan mas pakai. Saya tidak menyukai menu crossover, selalu saya ganti dengan menu filter.
Maksudnya mendesain adalah mendesain isi dari pada menu driverack 260, dengan menekan terus tombol program. Saya tidak pernah menggunakan menu crossover melainkan saya menggunakan menu filter.
Perbedaannya adalah kalau menggunakan menu filter titik perpotongan frekuensinya bisa kita renggangkan atau kita saling tumpang tindihkan. Kalau menggunakan menu crossover maka ke mana kita geser titik perpotongan frekuansi, kedua bagian akan turut bergeser mengikuti titik perpotongan frekuensi.
Beberapa catatan yg mungkin bisa membantu adalah :
handyzolanda :
Kalau 260 suaranya lebih bagus dari PA+ ( bukan berarti suara PA+ tidak bagus ) bisa dikendalikan menggunakan laptop / pc. dan bisa ditambahkan / dihubungkan dengan 260 lainnya.
driverack pa+ tidak bisa dikendalikan lewat laptop.
kalau perlengkapan Equipmentnya ( EQ,COM,dll... ) semuanya sama.
Pa+ tetap bisa menggunakan Sub. Jadinya High , Mid , Low / Sub.
PA+ Penyempurnaan dari Driverack PA.
dany twin
utk driverack 260, supaya pan pot nya berfungsi,kita harus setting dulu sens inputnya di menu I/O. beda dgn driverack PA yg sdh tersetting dr sononya,tp kita tetap bisa mengubah level masing2 input & outputnya dgn menekan tombol "utility" agk lama.
selain poin diatas, beda lainnya antara 260 ama PA :
- fitur dynamic (compressor & limiter) 260 lbh lengkap dr PA
- 260 punya tombol "mute" di masing2 outputnya, PA g punya
- "delay" 260 lbh panjang dr PA, klo g salah delay PA cuma sampai 10ms per outputnya.
- klo g salah lagi ,,, parametric eq per output 260 lbh banyak dr PA
- pd 260 processor yg ingin di-insert bisa kita pilih (compressor,AFS,AGC,dll), klo PA sdh fix..
- lainnya udh lupa,udah jarang ngoprek2...
rudi harto : Dalam DBX 260 ada menu pilihan jenis speaker mulai tipe MRX,SRX,EON dll berbagai seri,dan juga pilihan jenis power amplifiernya.Kira kira yang cocok karakternya untuk speaker lokal kayak ACR ato AUDAX tipe apa ya?????Dan power BLAZER ato SAFARI cocok nggak untuk mengganti pilihan karakter CROWN ato CUSTOM???????
Emir Widya
Mas, jangan pakai apa yang ada di dalamnya, lebih baik mendesain sendiri apa yang akan mas pakai. Saya tidak menyukai menu crossover, selalu saya ganti dengan menu filter.
Maksudnya mendesain adalah mendesain isi dari pada menu driverack 260, dengan menekan terus tombol program. Saya tidak pernah menggunakan menu crossover melainkan saya menggunakan menu filter.
Perbedaannya adalah kalau menggunakan menu filter titik perpotongan frekuensinya bisa kita renggangkan atau kita saling tumpang tindihkan. Kalau menggunakan menu crossover maka ke mana kita geser titik perpotongan frekuansi, kedua bagian akan turut bergeser mengikuti titik perpotongan frekuensi.
