06-11-2010, 01:34 PM
icm link=topic=1459.msg18271#msg18271 date=1289017100 Wrote:Nawar seenaknya padahal kalau suruh beli pasti pusing :xx 20jt kalau beli motor seken dapet 3 dan keuntungannya bisa lebih dari sewa sound system :)) =)) nasip-nasip.
Waktu saya masih kecil, para dokter dan perawat badannya kurus2, mereka tinggal didaerah kumuh, perawat dan keluarganya kurang gizi, padahal mereka berhadapan dengan resiko tinggi tertular penyakit dari pasien. Kendaraan dokter yg bekerja dirumah sakit kebanyakan sepeda. Setelah ada IDI mengapa sangat berbeda? Dokter2 banyak yang menjadi pemilik rumah sakit mewah sendiri atau patungan dengan dokter2 yg lain.
Artis pemain film dan penyanyi kelas atas juga harus tinggal dirumah kumuh, sebagian dari mereka menjadi wanita panggilan atau jigolo untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Ateng almarhum harus mengontrak digang kecil dekat jl.Kali Baru Timur IV, almarhum Bing selamet tinggal di gang kecil dekat jl.Baladewa (daerah rawan kejahatan). Nasib artis mulai berubah setelah ada PAPIKO dan semacamnya. Sutradara terkenal harus merangkap menjadi supir oplet untuk memenuhi kebutuhan agar anak2nya bisa bersekolah. Oplet yg digunakan oleh Rano Karno dlm film si Doel anak Betawi adalah oplet warisan ayahnya. Dulu mereka tinggal didekat jln.Kembang Sepatu dekat rel KA Senen, nasib artis berubah setelah ada organisasi yg mereka bangun bersama untuk memperjuangkan hak mereka. Jujur saya tidak memaksa pengusaha ss untuk membentuk organisasi, krn saya bukan pengusaha rental ss, dan saya hidup didunia tidak akan terlalu lama lagi, sedikitpun saya tak tertarik untuk usaha rental. Tapi saya sangat peduli terhadap nasib pengusaha rental ss kelas bawah yg sangat memilukan, membuat air mata saya ingin menetes. Terserah anda semua apakah akan terus mengeluh 7 turunan atau berbuat sesuatu untuk memperjuangkan hak kalian.
