27-04-2013, 02:21 PM
(25-04-2013, 06:52 PM)kloengsoer Wrote: ...spesifikasi speaker yang harus dipasang minimal 1200W belum lagi amplinya 1,5 x dari rasio watt speaker...
Dari mana infonya kang ?
Tulung dikonfirmasi, sepertinya yang saya dapat tidak seperti itu.
******
Kalo menurut pendapat saya, urutan proses pembuatan box speaker mulai dari belakang.
1. Memilih wilayah frekwensi yang akan dibunyikan, termasuk penetapan titik potong frekwensi antarwilayah. apakah akan membuat box untuk sub, low, mid, high, ataukah fullrange.
2. Memilih speaker yang optimal pada frek yang dimaksud poin 1. Kalo mau buat mid, tentunya jangan pilih speaker woofer
) . Diusahakan memilih speaker yang mempunyai respon frekwensi yang tidak banyak lembah curam.3. Menentukan desain box. Tahap ini sangat penting karena sangat berpengaruh pada hasil yang optimal atau malah gagal.
Perlu adanya pemahaman mengenai karakteristik desain box, juga aturan-aturan yang harus ditaati dalam pembuatan jenis box yang dipilih. Misalnya membuat box flying array, harus menggunakan horn driver yang berkarakter dispersi horizontal lebar dan dispersi vertikal sempit dengan sirip-sirip yang biasa disebut wave guide. Jika nekat pake horn ''pasaran'', hasilnya bisa ditebak. Contoh lain misalnya membuat box low untuk maen dangdut memilih box scoop. Sedangkan karakter scoop efektif untuk merepro frekwensi subwoofer. Contoh lain misalnya membuat box sub model GSub, harus memperhatikan brace dalam box agar box gak getar dan suara gak tembus ke belakang.
Contoh lainnya misalnya membuat box dyna, harus dipahami tentang fungsi horn planar yang juga sebagai resonator, kemudian ketebalan bahan yang harus sesuai dengan daya speaker.
Dan sebagainya.
4. Penataan box. Ini juga sangat berperan dalam hasil akhir. Perlu dipahami tentang dispersi, delay, polaritas, phase, gabungan beberapa box yang membentuk karakter akustik tertentu seperti end fire, couple up, dan sebagainya.
Monggo yang lain menambahkan... :bd
