@Solfers yang ganteng2,
Piye kabare? dah lama ga mampir ke topik ini, wah jadi panjang ya? hehehe...
(@Herdjati P: sabar ya mas? mbacanya pelan2 biar ga pusing)
Oke deh, saya cuma mau berbagi sedikit lagi.
Pertama, soal suara real ga real, apapun kata orang2, terserah deh. Bagi saya lebih penting pola permainan yang real dan kemampuan voice editing yang sedekat mungkin, ketimbang harus berkoar2 soal suara nendang lah, ninju lah.
Kedua, sebenarnya kalau begitu ngototnya kita soal aransemen bahwa Fill In harusnya seperti yang dibahas di awal topik ini, maka sebenarnya kita butuh keyboard yang menyediakan semua peralihan aransemen pada fill in nya, dengan kata lain, dalam Style Creator harus ada:
Fill in dari Var. A ke Var. A,
Fill in dari Var. A ke Var. B,
Fill in dari Var. A ke Var. C,
Fill in dari Var. A ke Var. D,
Fill in dari Var. B ke Var. A,
Fill in dari Var. B ke Var. B,
Fill in dari Var. B ke Var. C,
dst
Jadi harusnya tidak cukup hanya 3 fill up dan 3 fill down aja.
Nah, andaikanlah benar2 ada keyboard yang mau menyediakan ini, yakin kamu mau mengerjakan semuanya?
Taruhan deh, kebanyakan kita dalam mengerjakan Fill in, paling2 hanya mengubah permainan Drum dan Bass nya saja, sisanya palingan cuma main copas alias Assembly. Apalagi urusan musik dangdut misalnya, asal dah bunyi "kung kang kung", "kung kang kung", selesai.
Saya hanya ingin mengangkat kembali apa yang pernah saya tuliskan sebelumnya, yaitu bahwa bagi saya ga ada yang namanya peraturan wajib. Suka2 kita mau dibawa kemana. Fungsi Auto Fill In inilah yang menjadi jawaban atas kebutuhan saya, memungkinkan kita mengambil Fill in dari Var mana saja sebelum tiba di Var lain yang dituju, misalnya dari Var D, kita pakai Fill In C, sebelum tiba di Var B. Memangnya ada yang larang?
Jadinya terserah ke kita, ga perlu diatur2 dengan dogma yang kaku.
Untuk lebih menangkap apa yang saya maksudkan, coba liad bagaimana saya dengan tangan kiri mencoba memanfaatkan fungsi Auto Fill in di video berikut. Tapi jangan diliad permainannya yah? masi ancur2an, hehehe. :-D
Piye kabare? dah lama ga mampir ke topik ini, wah jadi panjang ya? hehehe...
(@Herdjati P: sabar ya mas? mbacanya pelan2 biar ga pusing)
Oke deh, saya cuma mau berbagi sedikit lagi.
Pertama, soal suara real ga real, apapun kata orang2, terserah deh. Bagi saya lebih penting pola permainan yang real dan kemampuan voice editing yang sedekat mungkin, ketimbang harus berkoar2 soal suara nendang lah, ninju lah.
Kedua, sebenarnya kalau begitu ngototnya kita soal aransemen bahwa Fill In harusnya seperti yang dibahas di awal topik ini, maka sebenarnya kita butuh keyboard yang menyediakan semua peralihan aransemen pada fill in nya, dengan kata lain, dalam Style Creator harus ada:
Fill in dari Var. A ke Var. A,
Fill in dari Var. A ke Var. B,
Fill in dari Var. A ke Var. C,
Fill in dari Var. A ke Var. D,
Fill in dari Var. B ke Var. A,
Fill in dari Var. B ke Var. B,
Fill in dari Var. B ke Var. C,
dst
Jadi harusnya tidak cukup hanya 3 fill up dan 3 fill down aja.
Nah, andaikanlah benar2 ada keyboard yang mau menyediakan ini, yakin kamu mau mengerjakan semuanya?
Taruhan deh, kebanyakan kita dalam mengerjakan Fill in, paling2 hanya mengubah permainan Drum dan Bass nya saja, sisanya palingan cuma main copas alias Assembly. Apalagi urusan musik dangdut misalnya, asal dah bunyi "kung kang kung", "kung kang kung", selesai.
Saya hanya ingin mengangkat kembali apa yang pernah saya tuliskan sebelumnya, yaitu bahwa bagi saya ga ada yang namanya peraturan wajib. Suka2 kita mau dibawa kemana. Fungsi Auto Fill In inilah yang menjadi jawaban atas kebutuhan saya, memungkinkan kita mengambil Fill in dari Var mana saja sebelum tiba di Var lain yang dituju, misalnya dari Var D, kita pakai Fill In C, sebelum tiba di Var B. Memangnya ada yang larang?
Jadinya terserah ke kita, ga perlu diatur2 dengan dogma yang kaku.
Untuk lebih menangkap apa yang saya maksudkan, coba liad bagaimana saya dengan tangan kiri mencoba memanfaatkan fungsi Auto Fill in di video berikut. Tapi jangan diliad permainannya yah? masi ancur2an, hehehe. :-D
