Betul, saya juga mantan player OT tapi masih tahun 1999 sampai 2008, waktu itu masih jarang keyboard programnya canggih, dan waktu itu pula (didaerah sy) masih langka yang namanya komputer apalagi internet, HP saja waktu itu cuma Pimp. Saya Dirut Asuransi Jiwa Bumi Putera. maaf OOT. Skill sy berantakan, tapi tanpa bermodalkan keyboard sy dipanggil puluhan OT yang ada didaerah saya (sktr 4 kabupaten), dengan bermodal pemahaman perintah tombol2 panel keyboard, saya bisa memainkan keyboard merk dan type apa sj, bahkan beberapa kali sy pakai ROLAND E66 (bukan group sy), dimana tdk mempunyai LCD, hanya angka digital mirip keyboard mainan, pitchbendnya tombol2, kemudian Pimpinan sy beli keyboard E86, dimana LCDnya sebesar jari kelingking, hanya dua baris. Pimpunan sy beli Technics KN1500 lagi, lalu bubar dan sy tidak menetap pada satu OT, tapi job lancar karena dipanggil oleh puluhan OT, Sy pernah pakai Yamaha PSR 630 dan PSR 620 dimana stylenya tidak support dgn PSR740, terpaksa sy bikinkan sementara mainnya besok pagi. CASIO CTK118 jadi teman cukup lama, bahkan pernah beberapa kali Casio ini Floppynya macet saat pentas, mainnya 100% pakai style. casio WK1800, Kemudian naik Roland E96, G800, VA76, EM2000, G1000 (HDnya macet). Korg i3 tapi cuma satu kali manggung.
tahun 2001 muncullah keyboard Layar terbesar dikala itu (didaerah sy), merk apakah itu?
YAMAHA PSR2000. (karena sy tidak pernah dapat sebelumnya PSR1000, tahun keluarannyapun PSR1000 ini sy tdk tahu kapan). Maklum, di SULAWESI.
OOT, tapi biarlah, anggap sj sy curhat.
Pertengahan 2010
Berdasarkan hasil review di youtube, sy tergiur dengan tabla indian kitnya Yamaha PSR S550, kemudian, S710, tapi pilihan terakhir jatuh ke PSRS910 dan berhasil sy miliki, stylenya melimpah ruah di internet. bisa putar MP3 dan wav " nisa putar minus one saat Manggung", bisa record, tampilin teks lagu, mic + echonya lumayan. dll. Karena sy hobby Electronik (amatiran). trus sy rakit blazer X6 utk sy sandingkan dengan Power mixer China sy utk mendendangkann S910 ini, tp selalu sj sk kurang puas dengan out punya,
Dengan MENGESAMPINGKAN fitur lengkap (yang lebih memudahkan) S910 ini,_= 1/2 yahun sy menjualnya dan saya ganti denga KORG PA500. dimana keyboard ini paling maksimal hanya bisa pitar midi,
tidak ada MP3
tidak ada wav
tidak ada mic
tidak ada rec
tidak semudah S910.
Stylenya langka di internet.
Bahkan OT saya, satu2nya OT yang pakai korg di 4 kabupaten (Wajo, Sidrap, Soppeng, Bone, Pare2" (menurut info teman2).
Akhirnya sudah 3 tahun PA500 mendengdangkan soundsystem sy yang "semi orkes".
Tapi kenyataan yang mengharukan adalah, sebagian teman penyanyi mengatakan:
"keyboardnya Jadul, karena tidak pake WAV".
beginikah awal penurunan kreatifitas kwalitas seniman Indonesia. dimana mengandakan teknologi multimedia.
Bahkan di daearah sy, sudah ada penyanyi Artis Lokal Sulsel, yang LIPSYNC pada saat manggung.
Maap Sekali kalo terlalu OOT......!
delete saja kalo iya...!
tahun 2001 muncullah keyboard Layar terbesar dikala itu (didaerah sy), merk apakah itu?
YAMAHA PSR2000. (karena sy tidak pernah dapat sebelumnya PSR1000, tahun keluarannyapun PSR1000 ini sy tdk tahu kapan). Maklum, di SULAWESI.
OOT, tapi biarlah, anggap sj sy curhat.
Pertengahan 2010
Berdasarkan hasil review di youtube, sy tergiur dengan tabla indian kitnya Yamaha PSR S550, kemudian, S710, tapi pilihan terakhir jatuh ke PSRS910 dan berhasil sy miliki, stylenya melimpah ruah di internet. bisa putar MP3 dan wav " nisa putar minus one saat Manggung", bisa record, tampilin teks lagu, mic + echonya lumayan. dll. Karena sy hobby Electronik (amatiran). trus sy rakit blazer X6 utk sy sandingkan dengan Power mixer China sy utk mendendangkann S910 ini, tp selalu sj sk kurang puas dengan out punya,
Dengan MENGESAMPINGKAN fitur lengkap (yang lebih memudahkan) S910 ini,_= 1/2 yahun sy menjualnya dan saya ganti denga KORG PA500. dimana keyboard ini paling maksimal hanya bisa pitar midi,
tidak ada MP3
tidak ada wav
tidak ada mic
tidak ada rec
tidak semudah S910.
Stylenya langka di internet.
Bahkan OT saya, satu2nya OT yang pakai korg di 4 kabupaten (Wajo, Sidrap, Soppeng, Bone, Pare2" (menurut info teman2).
Akhirnya sudah 3 tahun PA500 mendengdangkan soundsystem sy yang "semi orkes".
Tapi kenyataan yang mengharukan adalah, sebagian teman penyanyi mengatakan:
"keyboardnya Jadul, karena tidak pake WAV".
beginikah awal penurunan kreatifitas kwalitas seniman Indonesia. dimana mengandakan teknologi multimedia.
Bahkan di daearah sy, sudah ada penyanyi Artis Lokal Sulsel, yang LIPSYNC pada saat manggung.
Maap Sekali kalo terlalu OOT......!
delete saja kalo iya...!
