24-06-2013, 11:48 AM
Pertama kali kenal dunia musik keyboard: Tahun 2001 dan belajar otodidak.
Ini ceritanya:
Saat itu saya berumur 4 tahun, masih duduk di bangku playgroup menjelang TK. Ayah saya adalah player OT serabutan memakai Roland E-96 + Technics KN3000. Saya mengenal keyboard karena terinspirasi dari ayah saya.
Saya sempat mencoba-coba kedua keyboard milik beliau untuk belajar, tetapi karena beliau sibuk, saya akhirnya dibelikan Casio LK-50 (tipe jadul) untuk dimainkan sendiri. Dari situ mulailah belajar mengenal notasi dan chord dasar. Sementara di E-96 dan KN, oleh ayah saya diajarkan menggunakan style tetapi tetap mempelajari not tanpa dibantu. Pada tahun 2005, LK-50 saya sumbangkan ke saudara karena bosan, dan saya membeli piano akustik. Roland E-96 saya gunakan untuk terus belajar (Technics KN dijual).
Bergelut dengan E-96 selama 4 tahun. Tahun 2009 (saya lulus SD) E-96 disumbangkan ke saudara di kampung dan saya membeli Casio CTK-5000. Dulu saya sempat berpikir suara Casio masih abal-abal, tapi ternyata tidak lagi di CTK ini. Disinilah saya mulai mengerti apa itu seni musik yang sebenarnya dan mulai lebih giat belajar dan mencari banyak referensi di internet (dulu sempat masuk ke SF rumah lama tetapi tidak mendaftar).
Singkat cerita, di sekolah SMP saya mengenal merek Yamaha melalui PSR-3000/450/1000, dan pada tahun 2011 saya dibelikan PSR-S910 dan PSR-E333 untuk mendampingi CTK-5000. Disini saya mulai mengerti suara keyboard yang real dan bangga memiliki keyboard premium. Semenjak memakai Yamaha, kreativitas saya meningkat drastis karena adanya style dan voice yang bervariasi, apalagi dikombinasi dengan CTK.
Disini pula saya mulai mahir berimprovisasi dengan menggunakan imajinasi saya pada style.
Saat itu juga, saya mulai aktif di bidang kesenian sekolah seperti mengiringi upacara bendera, mengikuti performance pada acara2 sekolah, dan klimaksnya adalah live perform band di panggung bersama beberapa teman sekelas saat pesta perpisahan angkatan menjelang kelulusan SMP. Dan penutupnya adalah menjadi pengiring musik wisuda saat prosesi kelulusan angkatan SMP saya. Akhirnya saya dikenang sebagai musisi yang handal di mata guru-guru SMP saya .
Dan sekarang, di SMA, saya tetap aktif di bidang kesenian. Dan tanggal 1 Juni lalu saya baru saja menjadi pengiring wisuda angkatan kakak kelas saya.
Di rumah, saya sering melayani permintaan para saudara yang request lagu saat ada acara-acara keluarga seperti ulang tahun, lebaran, buka puasa bersama, tahun baru atau sekedar kumpul-kumpul. Hampir semua anggota keluarga ada dan kadang kadang ikut menyanyi. Mulai dari sepupu dan paman saya yang meminta pop modern ataupun nostalgia, hingga nenek saya yang meminta jazz era 1940-1950an.
Sementara saya bergabung di Solfegio Forum, saya belajar untuk mengoptimalkan keyboard dan mempelajari kekurangan kelebihannya, belajar untuk tidak menjadi user fanatik, belajar membandingkan keyboard secara adil dan menambah teman di dunia maya.
Sekarang saya sedang mencoba membeli keyboard merek lain, dan pilihan jatuh pada Roland.
Ini ceritanya:
Saat itu saya berumur 4 tahun, masih duduk di bangku playgroup menjelang TK. Ayah saya adalah player OT serabutan memakai Roland E-96 + Technics KN3000. Saya mengenal keyboard karena terinspirasi dari ayah saya.
Saya sempat mencoba-coba kedua keyboard milik beliau untuk belajar, tetapi karena beliau sibuk, saya akhirnya dibelikan Casio LK-50 (tipe jadul) untuk dimainkan sendiri. Dari situ mulailah belajar mengenal notasi dan chord dasar. Sementara di E-96 dan KN, oleh ayah saya diajarkan menggunakan style tetapi tetap mempelajari not tanpa dibantu. Pada tahun 2005, LK-50 saya sumbangkan ke saudara karena bosan, dan saya membeli piano akustik. Roland E-96 saya gunakan untuk terus belajar (Technics KN dijual).
Bergelut dengan E-96 selama 4 tahun. Tahun 2009 (saya lulus SD) E-96 disumbangkan ke saudara di kampung dan saya membeli Casio CTK-5000. Dulu saya sempat berpikir suara Casio masih abal-abal, tapi ternyata tidak lagi di CTK ini. Disinilah saya mulai mengerti apa itu seni musik yang sebenarnya dan mulai lebih giat belajar dan mencari banyak referensi di internet (dulu sempat masuk ke SF rumah lama tetapi tidak mendaftar).
Singkat cerita, di sekolah SMP saya mengenal merek Yamaha melalui PSR-3000/450/1000, dan pada tahun 2011 saya dibelikan PSR-S910 dan PSR-E333 untuk mendampingi CTK-5000. Disini saya mulai mengerti suara keyboard yang real dan bangga memiliki keyboard premium. Semenjak memakai Yamaha, kreativitas saya meningkat drastis karena adanya style dan voice yang bervariasi, apalagi dikombinasi dengan CTK.
Disini pula saya mulai mahir berimprovisasi dengan menggunakan imajinasi saya pada style.
Saat itu juga, saya mulai aktif di bidang kesenian sekolah seperti mengiringi upacara bendera, mengikuti performance pada acara2 sekolah, dan klimaksnya adalah live perform band di panggung bersama beberapa teman sekelas saat pesta perpisahan angkatan menjelang kelulusan SMP. Dan penutupnya adalah menjadi pengiring musik wisuda saat prosesi kelulusan angkatan SMP saya. Akhirnya saya dikenang sebagai musisi yang handal di mata guru-guru SMP saya .
Dan sekarang, di SMA, saya tetap aktif di bidang kesenian. Dan tanggal 1 Juni lalu saya baru saja menjadi pengiring wisuda angkatan kakak kelas saya.
Di rumah, saya sering melayani permintaan para saudara yang request lagu saat ada acara-acara keluarga seperti ulang tahun, lebaran, buka puasa bersama, tahun baru atau sekedar kumpul-kumpul. Hampir semua anggota keluarga ada dan kadang kadang ikut menyanyi. Mulai dari sepupu dan paman saya yang meminta pop modern ataupun nostalgia, hingga nenek saya yang meminta jazz era 1940-1950an.
Sementara saya bergabung di Solfegio Forum, saya belajar untuk mengoptimalkan keyboard dan mempelajari kekurangan kelebihannya, belajar untuk tidak menjadi user fanatik, belajar membandingkan keyboard secara adil dan menambah teman di dunia maya.
Sekarang saya sedang mencoba membeli keyboard merek lain, dan pilihan jatuh pada Roland.
