01-07-2013, 06:42 AM
(21-06-2013, 05:22 PM)fajar_nugroho Wrote: bentul mentul-mentul kata kang herdjati, , walau saya bukan player, tapi setidaknya saya punya ot dan alatnya. kebetulan sekarang keyb yang saya lagi eror . . kn 1400 tinggal pa 50, dan sering pakai punya temen yang kn2400 rasa 2600 . . sering kedapatan oleh saya player saya sering mengandalkan sequenser. memang dari segi lagunya lebih bagus. tapi apabila itu ketahuan sama saya, tuh player langsung saya semprot.
IMHO yang namanya orgen tunggal, sering terjadi mleset nada senada, intro seintro (bahasa saya sendiri) itu wajar, justru disitulah letak seninya orgen tunggal, kalau mau yang jos, sama plek dengan lagu aslinya, mending karaokean saja. .
MIDI, WAV, SONG, MP3 MINUS ONE menurut saya itu memang memudahkan player (bagi yang sudah hafal dimana letak folder si lagu) jika si player nggak hafal dimana naruh lagunya, (memory yang dipakai) lebih dari 5 menit singer menunggu itu sudah menggerutu tapi efek negatifnya hal itu justru membunuh kreatifitas player . . .
so menurut saya biar dikata ngiringi lagu rada kepleset-pleset sedikit, mending dengerin asli dari style daripada dengerin song atau sequenser apalagi minus one . .
aduuuhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!!!.. . . .. cokot nyamuk . . . semprul . . . !!!!!!!!!!
Betul mas, lebih baik kesasar dengan style daripada cari yang gampang begitu
(21-06-2013, 03:49 PM)Sonata Wrote: Akhirnya sudah 3 tahun PA500 mendengdangkan soundsystem sy yang "semi orkes".
Tapi kenyataan yang mengharukan adalah, sebagian teman penyanyi mengatakan:
"keyboardnya Jadul, karena tidak pake WAV".
beginikah awal penurunan kreatifitas kwalitas seniman Indonesia. dimana mengandakan teknologi multimedia.
Bahkan di daearah sy, sudah ada penyanyi Artis Lokal Sulsel, yang LIPSYNC pada saat manggung.
Ya itulah, jaman sekarang kreatifitas OT Indonesia semakin menurun seiring munculnya fitur multimedia tadi. Kalau menurut saya ya mas, OT jaman sekarang mendingan pakai keyboard murah dan bisa memaksimalkan fungsi-fungsinya ketimbang pakai keyboard mahal tapi cuma tahu luarnya saja (IMO, bukan maksud menghina ya, tapi fakta berbicara lain).
Masalah terbesar adalah, FANATISME MEREK. Hingga sekarang masih ada saja user fanatik yang selalu "mengagungkan" keyboard yang dia pakai sampai meremehkan merek lain. Giliran dibongkar kelemahan keyboard sendiri malah tersinggung.
Fanatisme merek seperti itu juga memicu si user agar mencari yang gampang dan tidak mau repot repot.
Contoh: User fanatik Yamaha (maaf) lebih sering membuat style "asal bikin" dibanding user keyboard lain. Buktinya, style Yamaha yang gratisan di internet itu sebenarnya ada cacat di chord M7, dimana chord tersebut tidak berbunyi sempurna.
OOT, Sekedar sharing saja, dulu ayah saya pernah pakai Casio WK-3800 untuk OT, dan beliau dilempar sandal oleh orang asing saat manggung karena faktor keyboardnya yang dibilang "ambal-ambal" di mata orang.
BTT....
Saya sih user Yamaha S910 (rumahan), dan saya MEMBUKTIKAN kalau saya ini adalah orang yang BUKAN termasuk orang yang maunya cari gampang. Saya terus melakukan OPTIMALISASI pada keyboard saya, dan di KB saya TIDAK ADA SONG MIDI satupun di flashdisknya, semuanya STYLE hasil convert dari Yamaha tipe lain dan download di SF ini. Sekali lagi ini adalah bukti saya lebih mementingkan style ketimbang pakai song doang.
Dan saya juga BUKAN user fanatik. Buktinya? sekarang saya sedang mencari Roland untuk mendampingi S910 saya.
Jadi kalau mau saya katakan, sekali lagi IMHO, OT yang mengandalkan SONG MIDI atau MINUS ONE tadi TIDAK LAYAK DIBAYAR MAHAL oleh penyelenggara acara. Setuju???.
Maaf sekali lagi, postingan ini bukan bermaksud merendahkan suatu pihak lain tetapi hanya sekedar curhat dan pencerahan kepada rekan2 semua.
