07-09-2010, 10:48 PM
Tommykwitang Wrote:
Mas Arifin, enggak sekolah bukan halangan untuk jadi pakar. Waktu saya kerja di Siemens project PLTU Cigading 1978 supervisor pipe fitternya lulusan SD, team kerjanya semuanya insinyur dari Jerman. Di Caltec tahun 1980an supervisor pengukuran isi tangki tidak lulus SD, hanya dengan menyentil kerikil ketangki sudah bisa menebak isi tangki dengan tepat. Bahkan di Ancol Jakarta ada pengusaha ekspor impor tidak pernah sekolah, kalau baca koran sekretarisnya yg disuruh baca, bossnya tinggal mendengarkan (pembaca pasif). Tanda tangannya pakai huruf Arab, karena cuma itu tulisan yg dia bisa didapat dipengajian. Yang penting kita mau baca (iqra).
ternyata pak tommy selain oke di dunia SS, ternyata priyayi tho (pakai bahasa iqro' juga).... salut dech
lanjutkan....
