(29-05-2013, 08:54 PM)ragilee Wrote: ok mas naf ...
mnurut hitunganku ya mas 45x45/2ohm = 1012, 5watt peak. sedangkan arus listrik yg d btuhkan ialah 45v/2ohm= 22. 5 amper ... sedangkan travo masih 15amp abal2 . maaf klo salah . msh belajar elektro
Cara menghitung daya amplifier.
Jika amplifier disainnya benar untuk class A, B, AB, G, dan H maka dayanya ditentukan oleh tegangan powersupplynya.
Misalnya: Pakai trafo 42V CT maka daya ampli adalah sbb:
Tegangan DC tanpa beban: (42V x akar dua) - 2x tegangan dioda = sekitar 57VDC (plus dan minus).
Tegangan DC dengan beban penuh akan turun tergantung efisiensi trafo dan besarnya capasitor penyerah. Untuk praktisnya asumsinya penurunan sekitar 4V. Jadi tegangan DC jadi 53V.
Jika beban amplifier 8 Ohm maka tegangan puncak di speaker adalah: tegangan DC - tegangan saturasi transistor ouput, asumsikan sekitar 1V. Jadi tegangan peak di speaker 52V.
Daya amplifier pada beban 8 Ohm = (tegangan rms) dikuadratkan / 8 Ohm = (52 / akar dua) kuadrat / 8 = 169 Wat rms.
Untuk beban 4 Ohm, penurunan tegangan DC lebih besar lagi jadi dayanya tidak 169 x 2, tapi lebih kecil lagi.
Umumnya daya amplifier diukur dengan distorsi sinyal sinus antara 1% sampai 10% mendekati clipping.
Kit power amplifier yang dijual di Indonesia umumnya mencantumkan daya yang salah karena mungkin yang bikin tidak bisa mengukur daya amplifier atau tidak mengerti cara menghitungnya.
Semoga bermanfaat.
