20-09-2013, 07:26 AM
(17-09-2013, 12:12 PM)roy umam Wrote: Kalau class D bagaimana kang @bimo_tok?
Kalau class D yang bukan bridge, coba ukur tegangan PWM sebelum filter di outputnya. Misalnya yang terukur tegangan kotaknya +- 40V (split power supply), maka tegangan peaknya 40V. Misalnya rugi2 filter kita abaikan maka tegangan rms = tegangan peak / akar dua = 28V.
Selanjutnya ngitung daya amplinya sama dengan yang lain yaitu kuadrat tegangan rms / load resistance.
Selain PWM (Pulse Width Modulation), class D juga memakai PDM (Pulse Density Modulation). Keduanya inputnya dari sinyal analog. Untuk input digital digunakan PCM (Pulse Code Modulation).
Untuk lebih jelasnya silakan baca buku "Designing Audio Power Amplifiers" dari Bob Cordell.
Untuk cara pengukurannya semua amplifier sama. Drive amplifier sampai mendekati clipping dengan sinyal sinus. Biasanya pakai sinyal sinus 1kHz. Distorsi pada output dari 1% sampai 10% (harus disebutkan pada hasil pengukuran). Beban amplifier resistor 8 Ohm atau 4 Ohm. Ukur tegangan peak to peak dengan osiloscope.
