yang sabar ya... yang lain juga boleh kasih masukan apa saja yang perlu dicantumkan dalam pengukuran audio, namun akan saya tulis dulu apa yang pernah saya lakukan, walaupun dulu saya bukan bekerja di bidang audio tapi agak nyrempet2....
4. Cross talk
Cross talk ini adalah interferensi sinyal audio dari satu channel ke channel lainnya. Cara pengukurannya dengan memberikan sinyal sinus (biasanya 1kHz) pada salah satu channel saja. Kemudian diukur tegangan sinus tersebut pada semua channel. Idealnya channel yang tidak diberi sinyal pada masukannya, pada keluarannya juga tidak akan ada sinyal. Ketidakidealan inilah yang diukur, yaitu membandingkan tegangan sinus pada keluaran yang dibeli masukan sinyal sinus dan keluaran yang tidak diberi masukan sinyal sinus. Perbandingannya dalam bentuk desibel.
5. Input sensitivity
Adalah ukuran tegangan input maksimal agar keluaran amplifier menghasilkan tegangan output maksimal tapi tidak clipping. Sebenarnya mirip dengan mengukur penguatannya. Amplifier tidak memiliki standar input sensitivity. Tapi untuk home audio memiliki standar line level sebesar 0.316Vrms dan profesional audio sebesar 1.228Vrms. Bila input sensitivity nya kurang dari standar tersebut (perlu tegangan input yang lebih besar) maka diperlukan pre-amp.
6. Daya Amplifier
Adalah daya maksimum dari sebuah amplifier untuk mengerakkan speaker. Karena umumnya speaker impedansinya 8 dan 4 Ohm, maka pengukurannya dengan resistor daya 8 dan 4 Ohm sebagai beban. Cara pengukurannya dengan memberikan masukan sinyal sinus agar pada keluarannya tegangannya maksimal tapi tidak clipping. Hasil pengukurannya dalam Watt RMS, yaitu tegangan keluaran RMS dikuadratkan lalu bagi nilai resistor bebannya. Biasanya besar cacat sinyal keluarannya juga dicantumkan. Ada juga yang mencantumkan continues artinya tanpa batasan waktu amplifier tersebut tetap tidak masalah. Dan tidak continues artinya ada batasan waktu ketahanan amplifier tersebut. Ini biasanya berhubungan dengan kemampuan pendinginan (heatsink) dari amplifier tersebut.
4. Cross talk
Cross talk ini adalah interferensi sinyal audio dari satu channel ke channel lainnya. Cara pengukurannya dengan memberikan sinyal sinus (biasanya 1kHz) pada salah satu channel saja. Kemudian diukur tegangan sinus tersebut pada semua channel. Idealnya channel yang tidak diberi sinyal pada masukannya, pada keluarannya juga tidak akan ada sinyal. Ketidakidealan inilah yang diukur, yaitu membandingkan tegangan sinus pada keluaran yang dibeli masukan sinyal sinus dan keluaran yang tidak diberi masukan sinyal sinus. Perbandingannya dalam bentuk desibel.
5. Input sensitivity
Adalah ukuran tegangan input maksimal agar keluaran amplifier menghasilkan tegangan output maksimal tapi tidak clipping. Sebenarnya mirip dengan mengukur penguatannya. Amplifier tidak memiliki standar input sensitivity. Tapi untuk home audio memiliki standar line level sebesar 0.316Vrms dan profesional audio sebesar 1.228Vrms. Bila input sensitivity nya kurang dari standar tersebut (perlu tegangan input yang lebih besar) maka diperlukan pre-amp.
6. Daya Amplifier
Adalah daya maksimum dari sebuah amplifier untuk mengerakkan speaker. Karena umumnya speaker impedansinya 8 dan 4 Ohm, maka pengukurannya dengan resistor daya 8 dan 4 Ohm sebagai beban. Cara pengukurannya dengan memberikan masukan sinyal sinus agar pada keluarannya tegangannya maksimal tapi tidak clipping. Hasil pengukurannya dalam Watt RMS, yaitu tegangan keluaran RMS dikuadratkan lalu bagi nilai resistor bebannya. Biasanya besar cacat sinyal keluarannya juga dicantumkan. Ada juga yang mencantumkan continues artinya tanpa batasan waktu amplifier tersebut tetap tidak masalah. Dan tidak continues artinya ada batasan waktu ketahanan amplifier tersebut. Ini biasanya berhubungan dengan kemampuan pendinginan (heatsink) dari amplifier tersebut.
