7. SMPTE IM
SMPTE intermodulation distortion adalah cara pengukuran cacat intermodulation yang dikembangkan oleh SMPTE dan biasanya dipakai pada produk video tape recorder. Kemudian standard ini juga diterima pada produk audio pada umumnya. Cara pengukurannya adalah dengan memberikan input sinyal sinus 60 Hz dan 7000 Hz dengan perbandingan level 4:1. Keluarannya diukur dengan THD Analyzer yang memiliki filter SMPTE atau memakai spectrum analyzer.
8. CCIF IM
Karena frekuensi audio mencapai frekuensi 20kHz, maka cacat pada frekuensi 20kHz juga penting. Namun jika dipakai pengukuran THD maka sinyal harmonik frekuensinya lebih tinggi lagi yaitu 40kHz, 60kHz, dst. Ini akan sulit untuk diukur. Untuk itu dikembangkan CCIF intermodulation distortion. Cara pengukurannya dengan memberikan input sinyal sinus 19kHz dan 20kHz dengan level 1:1. Pada output dihubungkan spektrum analyzer. Pada spektrum analyzer akan keluar frekuensi 1kHz, 2kHz, 3Khz dan seterusnya. Pada frekuensi tinggi akan keluar sinyal 21kHz, 22kHz, 23kHz dan seterusnya. Sinyal di bawah 19kHz yang diukur karena lebih mudah diamati dan tidak membutuhkan alat ukur yang memiliki bandwidth yang lebar.
SMPTE intermodulation distortion adalah cara pengukuran cacat intermodulation yang dikembangkan oleh SMPTE dan biasanya dipakai pada produk video tape recorder. Kemudian standard ini juga diterima pada produk audio pada umumnya. Cara pengukurannya adalah dengan memberikan input sinyal sinus 60 Hz dan 7000 Hz dengan perbandingan level 4:1. Keluarannya diukur dengan THD Analyzer yang memiliki filter SMPTE atau memakai spectrum analyzer.
8. CCIF IM
Karena frekuensi audio mencapai frekuensi 20kHz, maka cacat pada frekuensi 20kHz juga penting. Namun jika dipakai pengukuran THD maka sinyal harmonik frekuensinya lebih tinggi lagi yaitu 40kHz, 60kHz, dst. Ini akan sulit untuk diukur. Untuk itu dikembangkan CCIF intermodulation distortion. Cara pengukurannya dengan memberikan input sinyal sinus 19kHz dan 20kHz dengan level 1:1. Pada output dihubungkan spektrum analyzer. Pada spektrum analyzer akan keluar frekuensi 1kHz, 2kHz, 3Khz dan seterusnya. Pada frekuensi tinggi akan keluar sinyal 21kHz, 22kHz, 23kHz dan seterusnya. Sinyal di bawah 19kHz yang diukur karena lebih mudah diamati dan tidak membutuhkan alat ukur yang memiliki bandwidth yang lebar.
