15-02-2014, 07:11 PM
(This post was last modified: 15-02-2014, 07:11 PM by Edi-Jajarwayang.)
(15-02-2014, 09:27 AM)bimo_tok Wrote: Lihat rangkaian inputnya:
LTP dibebani resistor, VAS nya satu transistor dengan beban dua resistor yang di bootstrap capacitor. Ini rangkaian kuno, hanya cocok untuk tegangan maksimal +-42V, di atas itu cacatnya tinggi. Rangkaian input seperti ini hanya untuk orang yang pertama kali belajar merakit amplifier karena sederhana.
Sekarang sudah banyak disain yang menghasilkan cacat rendah dalam orde kurang dari 0,001%, slew rate tinggi di atas 70 V/us, bahkan topologi CFA bisa sampai > 1000 V/us. Cacat intermodulasinya kecil. Contoh salah satu disain yang baik adalah Honey Badger, bisa minta diajari sama kang @nafiri yang baik hati.
Dengan adanya software simulasi, merancang amplifier itu gampang. Sudah saya buktikan sendiri hasilnya. Apalagi kalau punya alat-alat ukur seperti Distortion Meter, Spectrum Analyzer, S/N ratio meter, signal generator dari 1Hz-500kHz, osiloskop dengan bandwidth 200MHz. Dijamin bisa buka pabrik sendiri hehehe....
Terima kasih masukkannya kang @bimo_tok, sepertinya aku mesti belajar banyak lagi, ocl yg kemarin tak kasih supply 70vdc, brrti mungkin banyak cacatnya kalu dilihat pake osiloskop kali yaa?
(15-02-2014, 09:27 AM)bimo_tok Wrote: Lihat rangkaian inputnya:
LTP dibebani resistor, VAS nya satu transistor dengan beban dua resistor yang di bootstrap capacitor. Ini rangkaian kuno, hanya cocok untuk tegangan maksimal +-42V, di atas itu cacatnya tinggi. Rangkaian input seperti ini hanya untuk orang yang pertama kali belajar merakit amplifier karena sederhana.
Sekarang sudah banyak disain yang menghasilkan cacat rendah dalam orde kurang dari 0,001%, slew rate tinggi di atas 70 V/us, bahkan topologi CFA bisa sampai > 1000 V/us. Cacat intermodulasinya kecil. Contoh salah satu disain yang baik adalah Honey Badger, bisa minta diajari sama kang @nafiri yang baik hati.
Dengan adanya software simulasi, merancang amplifier itu gampang. Sudah saya buktikan sendiri hasilnya. Apalagi kalau punya alat-alat ukur seperti Distortion Meter, Spectrum Analyzer, S/N ratio meter, signal generator dari 1Hz-500kHz, osiloskop dengan bandwidth 200MHz. Dijamin bisa buka pabrik sendiri hehehe....
Terima kasih masukkannya kang @bimo_tok, sepertinya aku mesti belajar banyak lagi, ocl yg kemarin tak kasih supply 70vdc, brrti mungkin banyak cacatnya kalu dilihat pake osiloskop kali yaa?
