Aku baru2 ini nanya tentang arus bias pada transistor output di forum luar.
Menurut Dr. Bernard M. Oliver (vice president Hewlett-Packard bagian R & D, dia menulis jurnal tentang hal ini) cacat crossover paling kecil pada ampli class B saat re = RE. re adalah resistansi internal emitor pada 25 derajat C dan RE adalah resistor pada emitor transistor output. Jadi arus bias idealnya adalah 26mV/RE atau saat tegangan pada RE = 26mV.
Menurut Bob Cordell (penulis buku ttg amplifier), resistor basis (jika ada) dan resistansi kaki emitor perlu dihitung jadi arus bias sedikit kurang dari 26mV/RE.
Menurut Ostripper (yg mendisain Honey Badger), arus bias yang optimum tergantung dari tehnologi pembuatan transistor, jadi jika tehnologinya berbeda arus biasnya berbeda.
Jika arus bias kurang dari optimumnya, kecepatan switching transistor ouputnya jadi berkurang. Jika arus bias melebihi optimumnya, terjadi "gm doubling". Sebagian perancang lebih suka arus bias lebih sedikit di atas optimumnya, karena tidak mengalami masalah switching.
Kalau punya distortion meter tinggal atur arus bias sampai didapatkan cacat yang paling kecil.
Arus bias tidak sama karena VBE tidak sama. Aku mengalami hal ini. 3 pasang transistor output ada satu yang VBE lebih rendah daripada yang lain jadi arus biasnya tinggi sendiri.
Aku simulasikan 2 transistor yang beda hFE diparalel, yang kerja lebih berat yang hFE nya lebih kecil.
Menurut Dr. Bernard M. Oliver (vice president Hewlett-Packard bagian R & D, dia menulis jurnal tentang hal ini) cacat crossover paling kecil pada ampli class B saat re = RE. re adalah resistansi internal emitor pada 25 derajat C dan RE adalah resistor pada emitor transistor output. Jadi arus bias idealnya adalah 26mV/RE atau saat tegangan pada RE = 26mV.
Menurut Bob Cordell (penulis buku ttg amplifier), resistor basis (jika ada) dan resistansi kaki emitor perlu dihitung jadi arus bias sedikit kurang dari 26mV/RE.
Menurut Ostripper (yg mendisain Honey Badger), arus bias yang optimum tergantung dari tehnologi pembuatan transistor, jadi jika tehnologinya berbeda arus biasnya berbeda.
Jika arus bias kurang dari optimumnya, kecepatan switching transistor ouputnya jadi berkurang. Jika arus bias melebihi optimumnya, terjadi "gm doubling". Sebagian perancang lebih suka arus bias lebih sedikit di atas optimumnya, karena tidak mengalami masalah switching.
Kalau punya distortion meter tinggal atur arus bias sampai didapatkan cacat yang paling kecil.
Arus bias tidak sama karena VBE tidak sama. Aku mengalami hal ini. 3 pasang transistor output ada satu yang VBE lebih rendah daripada yang lain jadi arus biasnya tinggi sendiri.
Aku simulasikan 2 transistor yang beda hFE diparalel, yang kerja lebih berat yang hFE nya lebih kecil.
