(01-03-2014, 03:20 PM)didiet78 Wrote: Karena untuk audio teknis itu susah di lepas dari unsur subyektif, makanya susah untuk mendiskusikan audio. Kecuali kalau seleranya sama, mudah berdiskusi.
Didiet
Ngga juga, soal teknis ya teknis. Soal subyektif ya subyektif. Buktinya di forum luar bisa berdiskusi soal teknis. Misalnya seperti Ostripper yang disainnya banyak diikuti orang bisa menerima masukan dari orang lain. Misalnya soal penggunaan jenis transistor untuk cermin arus di Honey Badger. Dia menerima usulan dari Keantoken untuk menggunakan transistor yang VCE saturasinya rendah karena memang masuk akal. Bonsai menerima masukan untuk menggunakan speaker protector dari mosfet. Dan masih banyak lagi.
Kalau memilih "trade-off" atau kompromi itu memang ada unsur subyektif, tapi tiap-tiap orang bisa menjelaskan bahwa dia memilih hal tersebut karena alasan subyektif. Seperti aku lebih mementingkan slew rate daripada cacat harmonik.
Bob Cordell dan Douglas Self yang bikin buku tentang amplifier dan seperti menjadi bacaan wajib bagi disainer amplifier juga masih menerima masukan dan kritikan dari orang lain.
Sedangkan kita apa dibandingkan dengan Bob Cordell dan Douglas Self?
Misalnya ada rumus arus kolektor sama dengan arus basis dikalikan hFE. Kan ngga mungkin orang berdebat karena alasa subyektif dia ngga menerima rumus itu. Lalu V = I x R, ada ngga terima rumus itu karena alasan subyektif. Memangnya dia hidup di "dunia lain" ?
Teknis itu pasti dan bisa dibuktikan, bisa diukur. Subyektif itu sesuatu yang tidak pasti yang tidak bisa diukur. Aku yakin orang sekolah pasti bisa membedakan hal ini.
