(04-03-2014, 10:03 AM)didiet78 Wrote: Rumus Ic = Ib x hfe bisa didebat karena hfe berubah tergantung Ic.
Jadi bisanya hfe = Ic/Ib .
HFE turun dengan naiknya Ic.
Didiet
Nah, begitu. Jadi keluar deh analisa teknisnya. Kalau ngga dipancing2 ngga bakalan pada ngeluarin ilmunya. :bd
Iya, hFE turun naik berdasarkan besarnya IC. Ini bisa dilihat di datasheetnya. Juga berubah terhadap suhu dan terhadap frekuensi.
hfe = Ic/Ib adalah model sederhananya.
(04-03-2014, 01:07 PM)garindo Wrote: Byuh,..tambah ilmu buanyak,..walau kadang kurang mengerti maksudnya,..
berdasarkan simulasinya berarti aku salah satu pecinta nois yo Pak,...walaaah..:xx
Padahal aku sdh terlanjur jatuh cintrong sama driver matrik,...
Salah satunya adalah TRnya mulai differential-driver ndak panas,..
jika digeber yang anget cm TR driver, dan yang agak panas TR final,..
Sehingga menurutku ini PA yang andal,..utk digeber2kan (standar kuping kaleng sih)
suara renyahnya kayak krupuk palembang cis,..cis gler gerakan konus speaker gesit, ndak brek2
PA Matrik yang 250 watt dgn PSU 5 A/32 VAC murni, kok ndak kalah juga
dibanding Blazerku X4 dgn PSU 10A/32 VAC (blazer kurang tegangan??)
Mhn koreksi jika salah
dipikir pikir tambah mumet,.....nikmati aja yang ada (blmketagihanPASSA)
Ngga apa2 kalau suka mah....;-)
Memang kualitas suara pada PA bukan prioritas utama. Yang utama adalah kehandalan, yang kedua efisien. Yang ketiga baru kualitas suara. Jika kualitas suara bisa ditingkatkan tanpa mengorbankan kehandalan dan efisiensi kenapa tidak? Buktinya sekarang matrix sudah diubah penguatannya.
Bagi yang suka PA, saya sarankan untuk mengamati kualitas suara home audio, terutama yang kategori "high-end". Juga membadingkan suara alat musik akustik yang asli (bukan dari speaker) dengan hasil reproduksinya (melalui speaker). Ini sebagai bahan acuan saja. Kalau bisa bikin PA dengan kualitas suara yang mendekati home audio tanpa mengorbankan kehandalan dan efisiensi bukannya top :bd ?
