24-04-2014, 08:15 PM
Salah satu rahasia kenapa amplifier dengan topologi voltage feedback amplifier (VFA) bisa bersuara lebih "enak" adalah dengan merancang agar cacat harmonik kedua dominan dibandingkan dengan cacat harmonik di atasnya. Contoh "pengakuan" Hugh Dean, perancang amplifier AKSA yang terkenal di "http://www.diyaudio.com/forums/solid-state/168554-based-hugh-deans-aksa-55-a-78.html#post3903297"
Lalu VAS LTP seperti SYMASIM atau sebelumnya sempat dipopulerkan oleh Goldmund yang legendaris, juga menghasilkan cacat harmonik kedua yang dominan.
Jadi untuk topologi VFA, setelah didapatkan kompromi antara THD dan slew rate, maka dicari agar cacat harmonik keduanya dominan. Biasanya THD akan sedikit naik.
Untuk amplifier dengan topologi current feedback amplifier (CFA), biasanya cacat harmonik keduanya selalu dominan. Ini sebabnya amplifier CFA selalu terdengar lebih enak. Karena umumnya slew rate nya lebih tinggi daripada amplifier VFA maka amplifier CFA terdengar lebih unggul pada frekuensi tinggi.
Cacat harmonik kedua akan terdengar "sweet" namun cacat harmonik tetap tidak baik, karena output menjadi tidak akurat. Buat cacat harmonik sekecil-kecilnya lalu atur agar cacat harmonik kedua yang dominan.
Lalu VAS LTP seperti SYMASIM atau sebelumnya sempat dipopulerkan oleh Goldmund yang legendaris, juga menghasilkan cacat harmonik kedua yang dominan.
Jadi untuk topologi VFA, setelah didapatkan kompromi antara THD dan slew rate, maka dicari agar cacat harmonik keduanya dominan. Biasanya THD akan sedikit naik.
Untuk amplifier dengan topologi current feedback amplifier (CFA), biasanya cacat harmonik keduanya selalu dominan. Ini sebabnya amplifier CFA selalu terdengar lebih enak. Karena umumnya slew rate nya lebih tinggi daripada amplifier VFA maka amplifier CFA terdengar lebih unggul pada frekuensi tinggi.
Cacat harmonik kedua akan terdengar "sweet" namun cacat harmonik tetap tidak baik, karena output menjadi tidak akurat. Buat cacat harmonik sekecil-kecilnya lalu atur agar cacat harmonik kedua yang dominan.
